Vanessa O'Brien seorang wanita kelahiran Inggris-Amerika bercerita tentang ekspedisinya saat menaklukkan gunung tertinggi di dunia, Everest. Bukan hanya dari sisi menakjubkan saja, dia mengatakan ada banyak tantangan saat melakukan ekspedisi ke gunung tersebut. Sebetulnya bukan dari fisik saja yang dihantam oleh cuaca atau lingkungan yang ekstrim, namun dari sisi mental yang paling terasa, ujarnya.

Vanessa O'Brien sendiri dinobatkan sebagai pemegang rekor dunia dengan kategori wanita tercepat yang mendaki gunung Everest pada Maret 2013 lalu. Baik persiapan fisik maupun mental memang perlu dilakukan karena bukan hanya sekedar gunung yang bisa didaki oleh orang biasa saja. Gunung dengan ketinggian 8848 mdpl ini akhirnya berhasil dia daki dengan segala upaya.

1. Pendakian yang mengerikan

7 summit progress

7 summit progress via http://dailymail.co.uk

Medan yang berat ditambah dengan suhu minus 40 derajat celsius membuat siapa saja yang merasakannya tidak ingin kembali lagi. Apalagi ditambah dengan salju yang menjadi pijakan, jalan saja terasa berat ditambah tidak tahu kapan akan runtuh.

2. Senyum teman bisa menjadi kekuatan

Vanessa O'Brien

Vanessa O'Brien via http://dailymail.co.uk

Advertisement

Mendaki memang tidak perkara harus sendiri. Kadang memang harus membawa teman sebagai penguat rasa ingin sampai ke puncak. Vanessa O'Brien juga mengatakan, ketika mental ditempa oleh lingkungan yang ekstrim, maka tidak akan lagi yang bisa kamu harapkan, terkadang di sela-sela kebuntuan tersebut masih ada senyum yang bisa membuat warna dalam tekad.

3. Satu langkah menuju pendakian

One step to be closer

One step to be closer via http://dailymail.co.uk

Dalam mendaki gunung ada tiga pilihan yang harus diambil dengan tepat, mundur, menetap, dan melanjutkan perjalanan. Jangan sampai memaksakan diri apalagi ketika membawa nyawa banyak orang untuk terus tetap berjalan. Ini kata-kata dari beliau yang perlu kamu ingat ya ketika naik gunung.

4. Frozen food

Dia juga bercerita jika makanan yang mereka bawa tidak lagi seenak yang diharapkan. Semuanya membeku, rasanya telah berubah namun hanya itu yang bisa mereka harapkan sebagai bekal untuk menuju puncak. Di sini manajemen makanan harus sangat hati-hati, perkiraan medan dan lamanya waktu perjalanan menjadi hitungan wajib para pendaki.

5. Percaya pada seutas tali

Advertisement

Dalam suatu kondisi yang hanya bisa berpegang pada "sesuatu", pastinya kamu harus bisa mempercayainya. Jika tidak, maka antara kemalangan dan hasil yang tidak maksimal yang kamu dapat. Gunung memang banyak memberikan pelajaran kepada pendakinya. Sama seperti kehidupan, jika memang harus berpegang pada "sesuatu" yang hanya itu pilihannya, maka kamu harus tetap mempercayainya.

6. Tekad yang menentukan keberhasilan

Success Illution

Success Illution via http://dailymail.co.uk

Masa depan adalah ilusi, kesuksesan juga merupakan ilusi. Hal yang menjadikannya nyata hanya usaha dan kepercayaan. Jika kamu tidak percaya pada dirimu sendiri, jangan pernah berharap kamu bisa sampai ke puncak yang kamu inginkan. Medan yang berat, meniti tali, menaiki gunung es, dengan hanya berpegang pada ilusi sampai puncak, saya hanya bisa berusaha dan percaya pada diri saya sendiri untuk berhasil sampai sana.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya