Hah, KonMari? Apaan tuh? Duh, seriusan kamu nggak tahu KonMari? Oke, KonMari adalah sebuah metode berbenah atau beres-beres yang diperkenalkan oleh seorang wanita asal Jepang bernama Marie Kondo.

Saking ampuhnya metode berbenah yang satu ini, Marie menjadi seorang konsultan terkemuka yang membantu para kliennya menyulap rumah mereka yang berantakan menjadi tempat tinggal yang damai dan menyenangkan.

Nggak tanggung-tanggung, kepopuleran metode KonMari ini telah membawa Marie Kondo sampai Jerman dan Britania Raya melalui buku yang berjudul The Life-changing of Tidying Up yang telah terjual lebih dari 5 juta kopi di seluruh dunia.

Memang seampuh apa, sih, metode KonMari ini? Kok, ya, booming banget sampai di seluruh dunia? Emang seampuh itu, ya? Yuk, kita pelajari prinsip utama dari metode KonMari ini sebelum langsung praktik, ya !

1. Kuatkan Tekad Untuk Merapikan, Jadikan Kesempurnaan Sebagai Target

kesempurnaan sebagai target

kesempurnaan sebagai target via https://i.pinimg.com

Bagi seseorang yang kurang rajin, menetapkan target sempurna untuk berbenah adalah hal yang paling efektif. Sekali pun akan banyak yang meragukan tentang kosep kesempurnaan ini. Namun kamu nggak perlu khawatir, karena sejatinya berbenah adalah tindakan ragawi.

Advertisement

Rumah memang tidak akan pernah rapi jika kamu hanya setengah hati. Itulah pentingnya membulatkan tekad saat hendak merapikan. Simpelnya, berbenah alias beberes itu hanya terdiri dari dua aktivitas, yaitu : memutuskan untuk membuang suatu barang atau tidak, dan memutuskan akan menyimpannya di mana.

2. Luangkan Waktu Khusus Untuk Berbenah

berbenah itu kegiatan spesial

berbenah itu kegiatan spesial via https://i.pinimg.com

Oke, siapa sih yang nggak sibuk di dunia ini? Dari pagi sampai malam kita punya sederek kesibukan yang sangat menyita waktu. Tapi, coba kita luangkan waktu khusus untuk berbenah rumah, misalnya akhir pekan minggu ini kita luangkan waktu seharian penuh untuk membereskan kamar kita, akhir pekan selanjutnya untuk membereskan dapur kita, dan begitu seterusnya.

Berbenah adalah kegiatan istimewa, jangan melakukannya setiap hari. Itulah yang Marie Kondo ucapkan saat mengawali kursus berbenah dengan para kliennya. Berbenah dengan metode KonMari harus tuntas sekaligus dalam satu jangka waktu. Berbenah hanya ada dua jenis, yaitu beres-beres harian (menggunakan dan mengembalikan sesuatu pada tempatnya) dan beres-beres khusus (merapikan rumahmu sesegera mungkin).

3. Rapikan Sekaligus, Jangan Sedikit-sedikit !

bersihkan seluruhnya sampai tuntas

bersihkan seluruhnya sampai tuntas via https://d3534p9h9e6ys6.cloudfront.net

Advertisement

Inilah konsep utama KonMari yang membedakannya dengan metode berbenah lainnya, yaitu membereskan barang seluruhnya. Apalagi jika barang yang biasanya menumpuk nggak karuan seperti pakaian. Coba, deh, tengok lemari atau laci bajumu. Rapi nggak? Oke, rapi, sih, tapi bentaran doang besok-besok bhaaaayy! Berantakan lagi. Lucunya, kita nggak pernah tahu kenapa si laci atau lemari ini kok nggak bisa rapi.

Untuk itulah, penting banget untuk mengeluarkan semua benda yang kita miliki saat beberes dengan menggunakan metode KonMari. Merapikan rumah secara menyeluruh sama dengan berbenah secara menyeluruh. Dalam bahasa Jepangnya ikki ni (sekaligus). Marie bahkan menjamin, sekali pun kita termasuk orang yang pemalas atau ceroboh, jika berbenah dengan cara yang benar maka kita bisa terus mempertahankan kerapian.

4. Pilihlah Berdasarkan Kategori Bukan Lokasi

tentukan berdasarkan kategori bukan lokasi

tentukan berdasarkan kategori bukan lokasi via https://i.pinimg.com

Rupanya, penemuan menakjubkan dari seorang Marie Kondo sangat mencengangkan. Kenapa? Selama bertahun-tahun, sang master beberes ini selalu berbenah secara rutin dan berulang-ulang. Marie biasanya akan menentukan hari ini ia akan membersihkan lemari dapur, besok ia membersihkan kamar mandi, dan seterusnya. Namun kegiatan berbenahnya seolah tidak pernah selesai selama bertahun-tahun.

Sampai akhirnya Marie menyadari bahwa berbenah berdasarkan lokasi adalah kesalahan fatal ! Akar masalahnya cukup sederhana, orang sering menyimpan jenis barang yang sama di lebih dari satu tempat. Nah, saat berbenah berdasarkan tempat secara terpisah, semata-mata kita mengulangi pekerjaan yang sama di banyak tempat hasilnya kita terus meneruh berbenah tanpa henti.

Makanya, daripada menentukan akan membereskan ruangan yang mana, lebih baik menentukan akan membereskan barang apa dulu. Misalnya, "hari ini saya mau beberes pakaian dulu, besok beberes peralatan make-up". Itulah yang disebut Marie Kondo sebagai berbenah berdasarkan kategori (pakaian, buku, alat make up, alat-alat dapur, dsb) bukan berdasarkan lokasi (kamar tidur, ruang tamu, dapur, ruang keluarga, dsb).

5. Rajin Menyimpan Benda Sama Dengan Menimbun

rajin nyimpen sama dengan menimbun

rajin nyimpen sama dengan menimbun via https://i.pinimg.com

Pernah nggak, sih, suatu hari kamu beberes kamar tidur dan besoknya atau beberapa hari kemudian kamu menyadari kalau kamar tidurmu kembali berantakan? Coba acungkan tangan? Tos! Hampir sebagian besar klien Marie pun mengalami ini bahkan Marie sendiri sejak SMP mengalami hal yang sama.

Saat Marie merasa kamarnya tak kunjung rapi, ia akhirnya mengecek kembali setiap rak majalah, lemari maupun sekat-sekat di laci. Tahu penemuan yang ia dapatkan? Marie menemukan hampir sebagian besar barang-barang yang disimpannya adalah barang yang tidak ia butuhkan lagi !

Menyimpan barang di tempat yang tidak kelihatan memunculkan ilusi seolah-olah situasi yang amburadul sudah teratasi. Secanggih-canggihnya sebuah produk penyimpanan benda (mulai dari lemari, rak, sekat-sekat, dsb), nggak akan pernah membuat setiap ruangan di rumahmu tetap rapi jika kamu masih demen menyimpan barang-barang yang nggak penting.

6. Gunakan Metode Yang Sama Agar Cocok Dengan Kepribadian

gunakan metode yang sama

gunakan metode yang sama via https://i.pinimg.com

Mengapa ada banyak orang yang tidak bisa mempertahankan kerapian mereka? Marie Kondo menjawab pertanyaan ini dalam buku saktinya. Yap ! Ada banyak panduan tentang beberes dan penyebab seseorang sulit untuk mempertahankan kerapiannya. Dan, katanya, kita harus memilih metode beberes sesuai karakter kita. Memang beberes harus pake metode yang sesuai karakter kita, ya?

Hasilnya, kebanyakan orang akhirnya menyimpulkan bahwa ia tidak bisa rapi karena metode yang digunakannya tidak sesuai dengan karakternya. Nah, pernyataan itu dengan tegas ditolak oleh Marie Kondo. Karena seperti apa pun karakter kita, jika berbenah diawali dengan cara membuang maka benda yang kita bereskan pasti berhasil.

Marie telah melakukan analisis selama lima tahun lebih terhadap kliennya yang tentu memiliki karakter yang berbeda-beda, mulai dari tipe tidak tega membuang, tipe lalai mengembalikan, maupun tipe kombinasi (gabungan dari tidak tega membuang dan lalai mengembalikan). Maka solusi yang paling ampuh adalah membuang dan menentukan di mana harus menyimpan barang, diantara keduanya membuang harus didahulukan.

7. Memulai Berbenah Berarti Membuka Lembaran Hidup Baru

mulai berbenah, membuka lembaran baru

mulai berbenah, membuka lembaran baru via https://i.pinimg.com

Gimana rasanya kalau kamu belajar atau bekerja di tempat yang berantakan? Coba bandingkan rasanya bekerja di tempat yang rapi bersih dengan tempat yang berantakan amburadul? Atau pernah nggak sih merasakan ruangan atau kamar nggak rapi dan akhhirnya kita beberes dulu dan lupa kalau sebenarnya kita harus belajar untuk menyelesaikan PR atau menyelesaikan tugas karena deadline?

Nah, Marie Kondo bilang membenahi ruangan bukan berarti ampuh untuk menenangkan pikiran yang resah. Sekali pun kegiatan beberes ini sangat bermanfaat, bisa jadi inti masalah yang menyebabkan pikiran kita resah belum ditangani dengan benar tapi malah teralihkan dengan kegiatan beres-beres. Karena, berbenah adalah sarana, bukan tujuan akhir.

Namun begitu kamu mulai berbenah, lembaran baru dalam hidupmu pasti terbuka. Hasilnya, hidupmu akan ikut berubah ! Tegasnya, semakin cepat kamu membenahi ruanganmu maka semakin cepat pula kamu menghadapi persoalan-persoalan yang sangat penting dalam hidupmu. Sejatinya, tujuan kita adalah merumuskan gaya hidup yang benar-benar kita inginkan saat rumah kita sudah rapi dan teratur.

Yuk, mulai lihat disekitar kamarmu. Sudahkah segalanya tertata dengan rapi?

Sumber : The Life-changing of Tidying Up-Marie Kondo

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya