Terkadang ketika mengalami suatu masalah merasakan bahwa bisa saja disebabkan oleh orang lain. Menyalahkan orang lain, namun enggan untuk melihat ke dalam diri. Ketika orang lain berbuat salah kepada kita, semakin ngegas dan merasa bahwa mereka yang harus minta maaf. Padahal bisa saja ada bagian dari diri kita yang juga menjadi penyebab masalah itu.

Jika sudah demikian, tentu masalah bukannya selesai malah makin runyam. Berdamai dengan orang lain itu memang suatu hal yang penting. Tentu saja kita tidak ingin punya musuh dalam hidup ini. Ketika ada masalah maka coba mencari penyelesaiannya agar hubungan tetap harmonis.

Namun, terlebih dahulu kita perlu memaafkan dan berdamai dengan diri kita sendiri. Menyalahkan orang lain memang perbuatan yang mudah, ketika menyalahkan diri sendiri itu belum tentu mudah. Mungkin bisa saja dilakukan, tapi tidak selalu bisa diterima oleh diri kita sendiri.

 

1. Kenali dulu masalah yang ada dan coba cek apa yang sudah kita sendiri lakukan

Pixabay.com/DariuszSankowski

Pixabay.com/DariuszSankowski via https://pixabay.com

Kalau kita hanya bersunggut-sunggut dan menganggap bahwa masalah yang dihadapi karena orang lain, nah ini bisa saja ada yang salah. Jika masalah itu timbul dari diri kita sendiri, kenapa harus mencari kambing hitam dengan menyalahkan orang lain. Coba pikir kembali apa yang terjadi sebelum masalah itu timbul.

Advertisement

Cari tahu dulu penyebabnya, maka kita bisa tentukan siapa yang berhak untuk bertanggung jawab. Jika memang diri sendiri ini yang salah, maka terimalah dan perbaiki.

2. Cari tahu apa yang ada dalam diri dan bisa untuk memperbaiki keadaan

Pixabay.com/Free-Photos

Pixabay.com/Free-Photos via https://pixabay.com

Nah disini perlu pikiran dan ketenangan. Setiap orang aku percaya pasti punya kekuatan dan kemampuan. Hanya saja terkadang ada rasa malas untuk mencari tahu. Umumnya ingin mengandalkan orang lain untuk memperbaiki keadaan. Padahal diri sendiri saja sudah cukup untuk melakukannya.

3. Mencoba untuk melakukan apa yang sudah di putuskan berdasarkan berbagai pertimbangan

pixabay.com/RianMcGuire

pixabay.com/RianMcGuire via https://pixabay.com

Cobalah untuk mengambil keputusan jika memang dalam kondisi sulit sekalipun. Ada yang bilang kalau berada dalam kondisi kepepet biasanya kita bisa melakukan aktivitas apapun. Hal ini tentu akan tahu jika di coba terlebih dahulu.

4. Memaafkanlah agar dirimu tenang

Pixabay.com/congerdesign

Pixabay.com/congerdesign via https://pixabay.com

Advertisement

Berusaha untuk memaafkan orang lain, namun pertama kali dirimu sendiri dulu yang perlu dimaafkan. Memaafkan diri sendiri karena apa yang terjadi tidak sesuai harapan, sehingga timbul rasa kecewa. Memaafkan diri sendiri karena merasa ceroboh dan kurang memperhatikan hal lain dengan detail. Memaafkan diri sendiri karena sudah terlanjur percaya sama orang, namun hasilnya juga menimbulkan masalah.

5. Berdamai dengan diri sendiri

Pixabay.com/Fotorech

Pixabay.com/Fotorech via https://pixabay.com

Memaafkan itu tidaklah cukup, perlu rasa damai yang timbul dalam diri. Jika sudah coba memaafkan, maka lihatlah kaca dan bicara pada pantulan bayangan diri. Bicaralah bahwa diri ini hebat dan akan ada hal indah lainnya.

Saat ini mungkin tidak berjalan sesuai rencana, namun esok harus lebih baik. Berikanlah apresiasi pada diri sendiri karena tetap bisa berdiri tegak meskipun masalah melanda. Berhenti memikirkan hal yang hanyalah sebatas dugaan, fokus pada diri sendiri dan berikanlah ketenangan pada dirimu sendiri.

Cobalah karena jika tidak di coba tentu kalian belum mengetahui hal apa saja yang bisa terjadi. Aku menyadari bahwa diriku juga sedang berusaha, namun semua memang perlu untuk dijalani. Tidak serta merta langsung instan dan cepat. Perlahan namun semua jelas.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya