<>1. We are team!

Perjalanan menuju Gunung Argopuro tentu tidak saya lakukan sendiri. Bersama teman-teman KMPA FISIP Unsoed. Bersama mereka, saya memulai liburan kala itu dengan suka cita. Pikiran-pikiran buruk dan takut akan sesuatu hal yang tidak diinginkan bisa ditepiskan dengan doa. Suatu perjalanan pertama yang saya lakukan sejauh ini dengan mereka. Teman-teman yang nantinya rela membantu saya ketika kelelahan dan butuh motivasi untuk sampai di puncak.

Sejatinya selama 5 hari kami mendaki gunung Argopuro dengan jalur terpanjangnya, saya percaya ada semacam kekuatan yang mereka berikan secara tidak langsung. Kami memulainya dari Purwokerto menuju Probolinggo, hingga tepatnya kami harus mulai berjalan dengan kaki sendiri sejak menginjakkan kaki di Basecamp Baderan.

<>2. Pos Mata Air I
Masih bersama di Pos Mata Air I

Masih bersama di Pos Mata Air I via http://www.afriantipratiwi.com

Menyatu dengan alam dan melangkahkan kaki di antara ladang milik warga tentu sangat mudah apabila terik matahari bisa bersahabat. Pukul setengah satu siang kami masih di ladang, dengan persediaan air yang harus cukup hingga di pos Mata Air I. Berjalan dengan tertatih-tatih, saya tidak punya solusi untuk menggunakan energi dengan maksimal. Well, tidak ada yang tidak mungkin memang, maka saya hanya bisa tetap melangkahkan kaki meski sedikit-sedikit.

Sore di pos Mata Air I punya sensasi kelegaan yang luar biasa. Matahari sudah turun, saya baru bisa menikmati indahnya panorama dari pos ini. Ternyata tidak banyak yang memilih gunung ini sebagai destinasi pendakian. Sulit dan lama, katanya.

<>3. Sabana, Sabana, dan...
Sabana yang tak kunjung habis

Sabana yang tak kunjung habis via http://www.afriantipratiwi.com

Setelah bermalam di pos Mata Air I, kami terus berjalan hingga ke pos Mata Air Ii. Tujuan kami hari itu adalah Cikasur. Ah, menemukan sabana di Gunung Argopuro adalah sebuah anugerah. Saya belum pernah melihat sabana yang begitu luasnya. Rasanya cuma satu, saya ingin guling-guling dan berbaring di sana. Sungguh menakjubkan.

<>4. Finally, Cikasur!
Finally, Cikasur!

Finally, Cikasur! via http://www.afriantipratiwi.com

Kami masih bersama dalam perjalanan menuju puncak Argopuro. Hari ketiga kami berada di Cikasur, sebuah padang sabana yang menjadi tempat camp kami. Dari sini, ternyata kami menemukan merak! Wow. Tragedi di Cikasur pun sempat membuat saya tercengang, suhu disini saat malam mencapai 0 derajat celcius. Betapa kagetnya saya ketika bangun pagi dan menemukan butiran es seperti salju di atas tenda kami.

<>5. Sederhananya Puncak Argopuro!
Ini beneran puncak?

Ini beneran puncak? via http://www.afriantipratiwi.com

Puncak Argopuro adalah yang pertama. Sudah tahu kan kalau gunung Argopuro punya tiga puncak? Yap, Puncak Argopuro, Puncak Rengganis, dan Puncak Arca. Hanya saja di puncak Argopuro masih tertutup pepohonan, sehingga saya pun sempat tidak percaya bahwa kami semua sudah sampai di puncak. Puncak ini adalah puncak kebersamaan atas rasa lelah yang bersama-sama kami lewati. Hari itu, kami semua tersenyum bangga atas perjuangan kami bersama.

<>6. Danau Taman Hidup, Saksi Perjuangan Kami
Perjalanan ini milik kita

Perjalanan ini milik kita via http://www.afriantipratiwi.com

Danau Taman Hidup adalah tempat terakhir kami mendirikan tenda. Berkemah di sebelah danau tentu sangat indah, meskipun angin dingin tak berhentu berhembus. Rasanya sangat tidak rela perjalanan ini akan berakhir 

Sebuah perjalanan adalah indah. Kemana pun kaki melangkah, selama bersama-sama pasti akan menyenangkan. Rasa kebersamaan, solidaritas, tolong-menolong, dan kesabaran akan membuahkan hasil. Hari itu, dalam kenangan itu, saya tidak hanya menemukan tempat-tempat indah yang belum pernah saya kunjungi, tetapi saya juga menemukan keluarga baru yang rela menunggu saya berjalan dengan pelan dan membantu saya ketika kesulitan.

Semoga perjalanan ini menjadi sebuah pengalaman yang berkesan!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya