1. Arsitektur bangunan yang didesain ala Tionghoa

Terletak di Kota Wisata atau yang disebut juga dengan “Kota Sejuta Pesona” Cibubur, Jakarta Timur. Kampung China merupakan salah satu windows shopping yang menjual berbagai pernak-pernik khas Tionghoa. Kampung ini banyak dikunjungi pada saat menjelang Imlek dan weekend. Apalagi harga jual barang di pasar tradisional ini termasuk miring. Dahulunya Kampung ini hanya diperuntukkan bagi masyarakat setempat (masyarakat yang menetap di perumahan Kota Wisata saja), namun seiring bergulirnya waktu, informasi tentang Kampung China tersebar ke berbagai penjuru sehingga kampung ini banyak dikunjungi oleh pengunjung dari berbagai daerah bahkan wisatawan asing.

 

 

2. Banyak pernak-pernik ala Tionghoa

Salah satu pernak-pernik Tionghoa yang menarik perhatian saya adalah lampion atau lentera merah dengan bentuk dan warna yang unik. Lampion banyak digantung pada atap bangunan masyarakat Tionghoa untuk melambangkan penerangan hidup demi mencapai kebersamaan & persatuan, kesuksesan dalam bisnis, semangat, dan kebahagiaan. Selain itu, banyak patung, hiasan dinding, vas bunga, keramik, gantungan kunci dan miniatur lainnya berbentuk singa, ikan, naga, dan lambang-lambang shio. Singa dipercayai dapat mengusir makhluk-makhluk halus yang menganggu dan menghalau kerugian dalam kehidupan. Ikan merupakan makanan favorit masyarakat Tionghoa, juga merupakan lambang keberuntungan demi mengharapkan rezeki yang berlebih, hidup yang sehat, bahagia serta usaha yang lancar. Shio adalah simbol hewan yang digunakan untuk melambangkan tahun dalam Astrologi Tionghoa sesuai dengan kalender Imlek.

3. Semua simbol dan budaya tersebut merujuk pada pengharapan hidup yang makmur, bahagia, dan sejahtera.

Masih banyak simbol-simbol atau lambang-lambang serta kebudayaan unik masyarakat Tionghoa lainnya yang tidak dapat dibeberkan satu-persatu. Kesimpulan yang saya dapatkan adalah, kesemua simbol dan budaya tersebut merujuk pada pengharapan hidup yang makmur, bahagia, dan sejahtera. Semua orang tentu mengharapkan penghidupan yang demikian, terlepas dari berbagai macam kepercayaan untuk merealisasikannya.

 

4. Jenis Pasar Trasisional

Layaknya pasar tradisional, Kampung China penuh dengan hingar-bingar para penjual dan pembeli. Selain pernak-pernik khas Tionghoa, pasar ini juga menyediakan berbagai macam barang elektronik, aksesoris pada umumnya, fashion pada umumnya, peralatan masak, perlengkapan dapur, dan berbagai kios-kios yang menjajakan makanan serta minuman ala Tionghoa dan ala Indonesia. Ketika memasuki wilayah Kampung China, kamu akan berhadapan dengan Gerbang Kemakmuran. Gerbang tersebut melambangkan harapan para penjual dan pembeli yang masuk mendapatkan kemakmuran.

5. Identik warna gold & merah

Pakaian dan pernak-pernik masyarakat Tionghoa didominasi oleh warna merah dan gold. Warna merah menggambarkan keadaan yang terang dan ceria dalam kehidupan masyarakat Tionghoa, juga melambangkan kesetiaan, kemakmuran, dan keberuntungan. Warna kuning keemasan melambangkan uang. Filosofi warna gold adalah harapan agar mendatangkan lebih banyak rezeki.

Selanjutnya ada berbagai tulisan ucapan selamat, biasanya dalam bentuk bahasa Mandarin dengan huruf berwarna kuning keemasan atau hitam, sedangkan warna dasarnya adalah merah. Ucapan selamat seperti “Gong Xi Fa Cai [恭喜发财]” artinya selamat mendapatkan rezeki. Fu [福] adalah tulisan Mandarin yang berarti bahagia, Chun [春] artinya musim semi. Musim semi merupakan musim terbaik bagi masyarakat Tionghoa dimana adanya festival musim semi atau perayaan Imlek. Ada juga sepasang puisi (Dui Lian [对联]), atau puisi musim semi yang biasanya ditempelkan pada sisi kanan dan kiri pintu. Puisi tersebut merupakan harapan dan do’a warga Tionghoa untuk masa depan dan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya