Setiap yang namanya belajar pasti selalu ada badai yang menerjang. Rasa malas dengan tugas yang bejibun, lelah berurusan dengan masalah administrasi dan akademik, galau dengan nilai, dsb. Semua itu sudah menjadi makanannya setiap mahasiswa dan pelajar. Tapi apakah kamu pantas terlalu lama bergumul dengan semua perasaan negative itu? 

 

1. Keringat orangtuamu maupun orang-orang yang memperjuangkanmu untuk sampai disini masih tidak sebanding dengan lelah yang kamu rasakan

Setiap orangtua menginginkan anaknya hidup lebih baik darinya

Setiap orangtua menginginkan anaknya hidup lebih baik darinya via http://i.dailymail.co.uk

Jika dibandingkan dengan rasa lelah yang kamu alami selama bertahun-tahun, itu masih belum bisa sebanding dengan apa yang orangtuamu rasakan untuk memperjuangkanmu hingga kamu bisa bersekolah dan mencicipi bangku kuliah seperti teman-teman kamu lainnya. Begitu juga bagi kamu yang bisa study karena beasiswa. Setiap dari kamu yang memperoleh beasiswa, kamu telah mengalahkan banyak orang lainnya yang menginginkan beasiswa itu agar bisa seperti kamu. Dan bagi kamu yang dibiayai, mereka yang bersedia memperjuangkanmu, bukan berarti tidak mengalami kesulitan dalam pekerjaannya. Mereka hanya berharap apa yang mereka korbankan tidak sia-sia.

2. Waktu dan biaya

Coba perhitungkan kembali waktu yang telah kamu habiskan untuk hadir di sekolah maupun dikampus, untuk mengerjakan tugas, begadang demi ujian dan tugas yang tak kunjung usai, dan mengejar deadline skripsi. Berapa biaya yang sudah kamu habiskan dan jika dibandingkan uang tersebut dihabiskan untuk berbisnis atau untuk kesenangan, apakah akan menguntungkan atau tidak jika kamu harus berhenti dan menyerah dengan studymu itu. 

3. Tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama sepertimu

setiap kesempatan adalah tanggung jawab

setiap kesempatan adalah tanggung jawab via https://bradleycee.files.wordpress.com

Diluar duniamu, ada banyak mereka yang sedang berjuang untuk studinya. Ada yang harus hidup dan bekerja dijalanan demi mengumpulkan biaya, bertahan melawan penyakit demi tanggung jawabnya agar bisa menjadi sarjana, para disabilitas, dan bahkan harus mempertaruhkan nyawanya melewati sungai dengan jembatan bertali demi bisa bersekolah. 

4. Menuntut ilmu itu memang pahit diawal. Tapi percayalah, semua akan berakhir dengan manis

Bertahanlah, kamu akan melihat keindahannya

Bertahanlah, kamu akan melihat keindahannya via http://www.thegoldenscope.com

Pada umumnya, tidak ada orang yang menyesal karena belajar. Tapi mereka menyesal karena berhenti. Dan tidak ada belajar yang tidak memberimu hasil. Yang ada hanyalah jika kamu berhenti atau mempelajarinya setengah-setengah. Misalkan saja kamu berhasil mempelajari cara membuat cake. Mungkin awal-awalnya cake tersebut gagal, tapi seiring kamu mencobanya terus menerus sambil mempelajari letak kegagalannya, maka kekurangan tersebut lama kelamaan akan mengecil dan pada akhirnya kamu berhasil membuat cake yang setara dengan ahlinya. Atau jika kamu ingin mempelajari suatu bahasa. Ditengah perjalanan pasti kamu akan merasakan kebosanaan dan malas. Tapi jika kamu berhasil melawan perasaan negative itu dan bersungguh-sungguh, maka kamu berhasil menguasai bahasa tersebut. Meskipun tidak sepenuhnya, tapi kamu berhasil melakukannya dengan level hampir mendekati sempurna. 

5. Better knowledge, Better Job

Meskipun seorang pengusaha yang memilih dropout dari sekolah demi bisnis, pasti harus belajar dulu hingga menjadi pengusaha sukses. Meskpun tidak secara formalitas

Meskipun seorang pengusaha yang memilih dropout dari sekolah demi bisnis, pasti harus belajar dulu hingga menjadi pengusaha sukses. Meskpun tidak secara formalitas via http://transgermanica.com

Jika kamu bertujuan untuk bekerja disuatu instansi, tuntutan dunia kerja semakin lama akan naik tingkatannya. Jadi, semakin tinggi level tingkatan pendidikanmu, maka kamu berpeluang memperoleh pekerjaan yang semakin baik. Tapi mengapa kebanyakan orang semakin tinggi pendidikan, semakin susah mendapatkan pekerjaan? Fenomena itu memiliki banyak factor. Bisa jadi dia belum menemukan pekerjaan yang diinginkannya atau mungkin pekerjaan impiannya memiliki lapangan pekerjaan yang minim, sehingga memiliki banyak pesaing. Tapi percayalah, semakin tinggi ilmu yang kamu miliki, semakin luas wawasan dan pemikiranmu. Bahkan jika kamu memilih untuk menjadi seorang ibu rumah tangga, itu akan membuatmu lebih mudah untuk mengarahkan keluarga.

Setiap sesuatu yang baik pasti selalu ada sesuatu yang harus dibayar. Belajar itu sama halnya dengan berada di medan perang, dimana kamu harus harus melawan semua kebiasaan buruk mulai dari malas, menunda, galau, hingga ingin berhenti. Semua akan terus terasa berat hingga kebiasaan itu lebih kuat darimu. Jangan mau dikalahkan oleh kebiasaan buruk, karena dia tidak ingin kamu tiba di garis finish.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya