Pembawaan dalam diri seseorang memang tidak diinginkan seseorang, dimana semua adalah sebuah anugerah dari yang Maha Mengatur. Terkadang seseorang hanya bisa mengubahnya dalam beberapa waktu saja seperti yang ia mau, namun itu tidak akan mengubahnya terlalu lama.

Pasti dalam kehidupan sehari-sehari yang kamu lakukan, ada saja momen dimana kamu merasa tidak tega terhadap suatu hal. Dalam dirimu ada perasaan semacam mudah untuk merasa kasihan terhadap sesuatu yang dapat membuatmu beberapa bagian tubuhmu menahan untuk bergerak atau bahkan bungkam karena hatimu terlalu kuat untuk mengatakan tidak.

Mungkin saja itu adalah suatu pembawaan atau watak yang memang digariskan untukmu, sekuat apapun sisi lain dari dirimu berusaha untuk mengungkapkan apa yang dia inginkan. Di momen-momen tertentu, tidak semudah dan seenak yang dibayangkan untuk menjadi orang yang tidak tegaan. Entah memang karena kamu mempunyai suatu kelebihan untuk mengatur tingkat emosimu atau karena memang suatu hal yang banyak orang pantas diungkapkan dengan suatu emosi bukanlah hal yang pantas dan terlalu kekanak-kanakan bagimu jika melakukannya dengan hal yang sama.

Bagaimana pun, memang itulah yang seharusnya memang layak untuk kamu syukuri daripada harus tertunduk patuh terhadap sisi keras yang kamu miliki. Paling tidak juga itu bisa menjadi sebuah pembeda, dimana kamu juga tidak harus selalu membingungkan keadaan ini karena selain pribadi seperti dirimu ada juga pembawaan orang yang tak pernah sanggup untuk mengimbangi sisi kerasnya. Karena memang sudah terlebur seperti demikian, dan bukanlah hal yang mengherankan jika sisi keras dalam dirinya sudah menjadi penggerak dari tali- tali yang mengikat kuat pada sisi-sisi lemah yang terlalu mudah untuk dikendalikan.

Mengenai suka dukanya menjadi seseorang yang tidak tegaan, inilah beberapa hal yang kadang membuat seseorang merasa seharusnya mudah baginya namun lebih baik untuk berkata tidak.

1. Kesabaran yang kamu miliki membuat sumbu pendek tidak terlalu cepat untuk tersulut seperti seharusnya

defusing bomb

defusing bomb via https://www.google.com.ua

Ketika suatu hal membuat amarahmu memuncak, bukanlah hal yang mudah bagimu untuk menuruti alur api yang membakar sumbu yang terlumur dengan bensin, jika bensin adalah perumpamaan seorang provokator. Selalu ada saja momen dimana sumbu itu mati terlalu cepat sekian inchi dari kumpulan bubuk mesiu yang mengerumuni logikamu yang siap meledakkannya sebagai sebuah emosi.

Advertisement


Terkadang pun seorang yang tidak tegaan terhadap suatu hal akan merasa ada hal yang tidak adil dalam perasaannya. Namun dibalik dukanya menjadi orang yang tidak tegaan untuk meluapkan emosi ketika seseorang sengaja atau tidak sengaja membuatnya ia marah, sukanya adalah kelapangan hati yang terlalu mendominasi dirinya membuat suasana selalu menjadi cair dan tenang seperti kokohnya sebuah batang pohon ketika ia sudah tumbuh terlalu tinggi untuk diterpa angin pada ujungnya.


2. Tidak harus selalu membalas dengan hal yang sama adalah sebuah hal yang lebih elegan bagimu

holding emotion

holding emotion via https://www.google.com.ua

Di saat kamu merasa seharusnya bisa dengan mudahnya membalas suatu perilaku orang lain bahkan memberi balasan yang lebih dari yang seseorang lakukan saat kamu menerima perlakuan yang tidak mengenakkan terhadap dirimu, seringkali kamu untuk lebih mengurungkan niat untuk melakukan hal itu semua. Ada sebuah pemikiran bahwa melakukan hal yang sama atau lebih parah bukanlah hal yang dewasa untuk dilakukan jika itu hanyalah sebuah masalah sepele yang bisa dijinakkan dengan kepala dingin.

Entah mengapa selalu ada stok kesabaran yang kamu pun tidak tahu kapan stok itu akan habis sekali pun kamu mencoba sesekali untuk terus membongkarnya satu demi satu. Memang sebagai dukanya, kamu tidak seleluasa meluapkan emosimu seperti kebanyakan orang yang sangat mudah meledak-ledak. Namun perasaan sukanya, bahwa kamu mempunyai kebanggan tersendiri oleh sebuah pemikiran yang dewasa sekali pun itu melebihi orang berusia dewasa yang masih berpikiran atau berperilaku kekanak-kanakan.

3. Bagi dirimu, melihat mereka yang kesusahan adalah hal yang tidak patut kamu abaikan begitu saja

Advertisement

Biasanya, sebagian banyak orang akan dengan mudah atau malah acuh dengan sesuatu yang seharusnya dapat ia bantu baik dengan jasa maupun dengan materi. Karena bagi mereka, bukanlah suatu keharusan bagi mereka untuk menyisihkan sedikit waktu ketika pada saat itu mereka melihat masih banyak orang lain yang bisa membantu orang yang terlihat kesusahan.

Bagi sebagian banyak orang yang mempunyai sifat tidak tegaan terhadap suatu hal ini secara spontan akan menggerakkan dirinya untuk segera membantu sekecil apapun jasa atau materi yang ia berikan kepada orang yang sedang kesusahan baik dalam itu sedang kesusahan di jalan, tidak mampu dalam hal materi maupun mempunyai kekurangan fisik. Walau pun terkadang tidak dipungkiri akan terbesit sebuah pikiran ketika seorang yang akan memberikan bantuan kepada orang lain juga akan dipengaruhi sebuah pemikiran antara berkata iya atau tidak.

4. Bukanlah suatu hal yang manusiawi untuk menertawakan kekurangan orang lain

Hal lainnya yang seringkali pantang untuk kamu lakukan adalah sungkan untuk tertawa ketika kamu melihat suatu kekurangan pada orang lain sekalipun itu hal yang terlihat aneh atau lucu sekalipun. Bagimu yang mempunyai sifat ini, akan merasa kasihan dan membuat perumpaan jika seandainya kamu berada di posisi yang sedang ditertawakan. Karena menertawakan seseorang yang mempunyai kekurangan yang tidak ia minta dalam arti itu adalah kekurangan yang ia bawa sejak lahir.

Dan bagi mereka yang tidak tegaan, semua itu bukanlah suatu hal yang dewasa dan manusiawi untuk dilakukan. Terkecuali jika itu adalah hal -hal yang hanya bersifat sepele, tapi terkadang mau diketawain juga kasihan. Terkadang ada juga tipe orang yang bahagia ketika melihat seseorang sedang susah, bangga memiliki pandangan yang rasis, dan angkuh padahal ia lupa sewaktu-waktu daun padi yang terlihat hijau dan segar bisa mengering dan rapuh. Sebuah perumpaan bilamana ia ditempatkan pada keadaan yang susah, dan belum tentu ia siap menerima keadaan tersebut.

5. Membicarakan aib dan kekurangan orang lain bukanlah dirimu

Di masa sekarang, apalagi dengan bantuan kemajuan teknologi seperti gadget dan media sosial sangatlah mudah bagi orang untuk saling berinteraksi tanpa batasan waktu dan tempat. Namun fungsi utama media sosial yang diciptakan oleh para programmer dan developer aplikasi ini sudah berubah fungsi menjadi arena untuk saling mengumbar dan membicarakan aib orang lain.

Terlebih banyak berita-berita hoax yang semakin hari semakin menjadi untuk sebuah usaha untuk melemahkan atau pun sekaligus membunuh karakter orang lain. Bagi orang yang sudah memiliki watak penggosip, susah baginya untuk sehari saja tidak membicarakan aib atau kekurangan orang lain baik melalui mulut ke mulut maupun melalui ketikan jari-jarinya di keypad, touchpad, maupun keyboard dalam sebuah kemudahan dan kemajuan teknologi gadget di era global seperti saat ini.

Sekali pun, ia lupa bahwa setiap manusia pasti memiliki kekurangan dalam dirinya. Kebalikan dari itu, orang yang dalam dirinya memang terlahir untuk memiliki sifat yang tidak tegaan akan pantang melakukan hal-hal serendah dan semurah ini. Baginya ada standar yang lebih tinggi dan mahal untuk membicarakan hal-hal yang bisa membuat dirinya berkembang, berwawasan luas, dan melatih dirinya untuk sebisa mungkin menjaga hubungan baik dirinya dengan dengan setiap individu.

Untuk soal sukanya, kamu nggak harus menjadi seorang yang bisa dipercaya dan soal dukanya kamu harus tahan menutup rapat-rapat mulutmu untuk suatu hal yang kurang penting.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya