Pernahkah Kamu bertanya-tanya bagaimana reaksi tubuh kita saat mengalami patah hati karena ditolak gebetan? Atau reaksi tubuh kita saat kita berniat balikan dengan mantan, tapi mantan malah menolak? Pasti sakit sekali kan? Rasanya campur aduk deh. Tahukah Kamu kenapa dada terasa sesak saat kita patah hati karena ditolak? Udah nggak usah baper dulu, ayo simak penjelasannya di sini!

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengalami yang namanya penolakan sosial. Penolakan sosial beragam bentuknya, bisa terjadi dalam hubungan pertemanan, hubungan kerja, atau hubungan percintaan. Disini, kita akan fokus dengan penolakan sosial dalam hubungan percintaan saja. Untuk lebih memudahkannya, mari kita ikuti apa yang dialami Bedjo sesaat setelah ia ditolak oleh gebetannya yang bernama Santi.

1. Melemahnya Detak Jantung

Patah Hati Campur Aduk Rasanya via http://www.gettyimages.com

Sesaat setelah Santi menjelaskan mengapa ia menolaknya, Bedjo hanya bisa diam termangu. Ia syok dengan kenyataan ini. Bedjo tengah berusaha menenangkan dirinya, Santi yang menjadi teman dekatnya selama setahun belakangan, menolak permintaannya untuk berpacaran. Alasan Santi sederhana, tapi cukup menyayat hati. Friendzone. Itulah alasan Santi tidak menerimanya. Santi tidak bisa menganggapnya lebih selain sebagai seorang teman. Setelah Santi berlalu meninggalkannya, Bedjo merasa dadanya sesak, ia syok, sebelumnya ia pikir ia akan dengan mudah mendapatkan kata iya dari Santi, tapi kini semuanya buyar dan sirna begitu saja.

Apa yang dialami Bedjo saat itu adalah tahap pertama yang diakibatkan oleh penolakan sosial. Ia mengalami satu keadaan dimana irama detak jantungnya melemah. Hal ini lazim terjadi pada seseorang yang mengalami penolakan. Sebuah studi yang diadakan beberapa peneliti dari universitas di Amerika menunjukkan kecenderungan melemahnya jantung saat seseorang ditolak.

2. Perubahan Jam Biologis

Patah Hati Bikin Nggak Bisa Tidur via http://www.gettyimages.com

Advertisement

Sehari setelah ia ditolak Santi, Bedjo mengurung dirinya di kamar kost. Ia hanya bermalas-malasan. Ia tidak nafsu makan, di malam harinya susah tidur, dan ia cenderung merasa seperti tidak enak badan. Ia bertanya-tanya kepada dirinya sendiri mengapa Santi menolaknya, apa yang salah dengan dirinya, dan bagaimana ia melewati masa sulit ini.

Pada periode ini, Bedjo tengah mengalami depresi awal karena penolakan Santi. Ia cenderung lebih tertutup dan stres. Keadaan ini disebabkan oleh aktifnya sistem syaraf simpatik Bedjo yang membuatnya mengalami depresi. Aktifnya sistem syaraf simpatik membuat sekresi hormon kortisol meningkat dan mempengaruhi jam biologis Bedjo. Ia jadi susah tidur, kurang nafsu makan, bahkan cenderung merasa tidak enak badan.

3. Rasa Sakit Akibat Penolakan Sosial Sama Halnya Sakit Secara Fisik

Sakitnya Tuh Di Sini via http://www.gettyimages.com

Sebuah penelitian yang diadakah oleh beberapa ilmuwan dari universitas di Amerika menemukan reaksi otak pada orang yang patah hati karena ditolak sama halnya dengan reaksi saat seseorang terluka secara fisik. Itu artinya Bedjo yang baru ditolak merasa sesak di dadanya karena ada bagian otak yang memproses penolakan itu seperti saat Bedjo terjatuh dari tangga. Penelitian ini dilakukan dengan mempertemukan tiga orang yang diminta bermain sebuah game bola online. Dari ketiga orang itu, dua orang mulai asik mengoper bola di antara mereka sendiri, sementara satu orang lagi seolah tidak dibiarkan ikut dalam permainan. Satu orang yang tidak diikutkan itu mengalami penolakan sosial dan menunjukkan reaksi otak berupa peningkatan aktifitas dorsal anterior cingulate dan anterior insula – dua bagian otak yang memproses rasa sakit secara fisik. Berdasarkan reaksi otak ini saja, rasa sakit Bedjo saat ditolak Santi sama halnya dengan rasa sakit saat jari tangannya terjepit pintu atau saat ia terjatuh dari tangga.

4. Ngawur Impulsif dan Stalking Foto Gebetan

Hayo siapa yang masih suka stalking mantan gebetan? via http://www.gettyimages.com

Beberapa hari setelah ditolak Santi, Bedjo seperti biasa berangkat kuliah. Tapi sesampainya di kampus, ia baru sadar kalau hari itu ia tidak ada kuliah. Bahkan yang lebih parahnya lagi di sepanjang jalan menuju kampus, ia lupa menutup resleuting celananya! Patah hati telah membuatnya tidak sadar akan keadaan di sekitar. Ia cenderung impulsif atau bertindak semata-mata berdasarkan insting, tanpa berpikir lebih dulu.

Pada tahap ini, Bedjo yang merasa kecewa dengan penolakan Santi, masih memiliki keinginan untuk stalking akun Instagram cewek manis itu. Padahal di bagian lain otaknya, ia sebenarnya menolak melakukan hal itu, ia ingin segera move on, tapi dorongan untuk melihat foto Santi begitu kuat hingga akhirnya ia tidak bisa menahan dirinya. Keadaan ini wajar karena ada bagian otak yang masih terpikat dengan kemanisan Santi. Bagian otak itu membuat Bedjo merasa masih dalam keadaan jatuh cinta dengan Santi. Keadaan ini adalah yang paling rumit setelah terjadinya penolakan. Ia masih kecanduan melihat foto-foto Santi, tapi di saat bersamaan ia merasakan kekecewaan yang mendalam karena Santi telah menolaknya.

Mungkin karena keadaan inilah kadang banyak orang beranggapan kalau cinta itu complicated.

5. Rambut yang Rontok dan Perasaan Sepi

Duh rambutku rontok via http://www.gettyimages.com

Sebulan pun berlalu, galau yang dialami Bedjo membuat rambutnya rontok lebih banyak. Ini adalah gejala normal saat orang mengalami stress. Keadaan ini disebut dengan telogen effluvium – suatu keadaan saat lebih banyak rambut yang rontok daripada biasanya. Satu-satunya cara bagi Bedjo untuk menumbuhkannya lagi adalah dengan move on sepenuhnya, melupakan kekecewaannya, dan mencari fokus baru sembari menjalani hidupnya dengan cara yang positif.

Pada tahap ini, ia juga mulai bosan berada dalam kesepian. Ia mulai berpikir untuk meredakan rasa sepinya dengan komunikasi sosial seperti bertemu dengan sahabatnya atau keluarganya di kampung agar ia tak merasa kesepian lagi. Perasaan kesepian ini adalah satu hal yang wajar bahkan penting agar orang bisa move on sepenuhnya. Dengan perasaan sepi, Bedjo terdorong untuk keluar dari kamarnya, melepaskan diri dari rasa kecewanya, dan menjalani kehidupan normal seperti biasanya.

Yang paling penting dan harus selalu diingat adalah hampir semua orang mengalami patah hati. Jadi, jangan pernah merasa sendiri kalau Kamu sedang patah hati.

Sumber:

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20696852

http://www.sridianti.com/peran-hormon-kortisol-dalam-tubuh.html

http://www.apa.org/monitor/2012/04/rejection.aspx

http://jn.physiology.org/content/104/1/51.long