Teruntuk Anak Muda, Kemerdekaan Itu Harus Diisi Dengan 7 Kebiasaan Baik yang Akan Menuntunmu Menjadi Lebih Produktif

Kamu pernah nggak mengamati perbedaan nyata dari perilaku generasi masa kini atau yang biasa disebut generasi millenial, dengan mereka generasi pendahulunya? Salah satu perbedaan mencolok dari generasi x, y, dan z adalah pola hidup dan mindsetnya.

Jika dahulu, generasi x dan y banyak beranggapan bahwa masa tua adalah masa yang harus dinikmati dari kesuksesan dan kegigihan di masa muda. Lain halnya dengan pola pikir generasi z, banyak yang beranggapan bahwa masa muda juga harus dinikmati. Jadi wajar bila kini tren yang berkembang adalah pekerjaan freelance yang dinilai lebih menguntungkan dari segi jam kerja. Sedangkan dulu, orang tua mati-matian berjuang sebagai pegawai tetap bahkan PNS agar bisa menjamin kehidupan di hari tua.

Sebenarnya tak ada yang salah dengan perbedaan pola pikir keduanya. Hanya saja pola hidup generasi millenial kini memang cenderung konsumtif. Kecenderungan untuk berperilaku konsumtif dibuktikan dengan gaya hidup yang serba online. Jadi jangan heran jika kini ada banyak iklan produk barang dan jasa yang menjamur di berbagai platform media.

Bahkan ajakan untuk individu berbelanja sudah merasuki sejak kita bangun tidur, lalu beraktivitas harian (kerja atau sekolah), hingga kita kembali ke rumah. Jadi bukan sebuah hal aneh jika akhirnya generasi millenial terjebak pada perilaku konsumtif.

Padahal seharusnya kita sebagai anak muda dituntut untuk membuat gerakan perubahan agar hidup sendiri lebih baik dan akhirnya berdampak pada kehidupan bangsa yang lebih baik. Kamu tentu nggak ingin menambah daftar sarjana pengangguran bukan? Jadi ayo belajar membiasakan diri dengan 7 hal baik ini agar hidupmu lebih bermakna dan produktif.

1. Banyak-banyaklah bersyukur, jadi kamu nggak akan terus merasa haus barang-barang baru. Toh yang lama masih bagus dan bisa dipakai kan?

Banyak-banyak bersyukur

Banyak-banyak bersyukur via https://www.pexels.com

Advertisement

Yang harus dipahami pertama kali mengapa orang suka berbelanja? Selain karena faktor utama kebutuhan, ada juga faktor lain yaitu tertarik dengan barang baru. Contohnya saat berbelanja pakaian. Banyak di antara kita yang suka berburu pakaian dengan model terbaru hanya demi menghasilkan foto apik dan eksis di sosial media.

Padahal seharusnya kita memiliki rasa syukur yang besar karena kita tidak pernah sampai kekurangan pakaian. Memang, hasrat berbelanja pakaian model baru atau kosmetik terbaru tidak bisa dihindari begitu saja oleh para wanita. Tapi jika kamu mau sedikit saja merasa bersyukur, dan banyak-banyak melihat keadaan mereka yang tidak mampu, pasti kamu juga bisa melawan hasrat konsumtifmu itu.

Apalagi kalau cuma untuk kebutuhan ngeksis di instagram, sepertinya kamu nggak perlu rutin membeli baju baru. Kamu bisa melihat panduan mix and match gaya pakaian lama mu di internet. Dan jika kasusnya kamu termasuk golongan manusia yang diberikan harta berlebihan, akan lebih bijak jika kamu mau menyumbangkan sedikit dari harta orangtuamu untuk mereka yang lebih membutuhkan.

Advertisement

Bukankah di sekitarmu masih banyak anak-anak yang butuh pendidikan tapi tak mampu untuk membayar biayanya? Gunakan uang orang tuamu untuk membantu mereka, bagikan ilmu yang sudah kamu punya kepada mereka. Karena jika bukan kita yang peduli, lantas siapa yang akan mempedulikan nasib mereka? Bukankah pahlawanmu menciptakan kemerdekaan agar bisa dinikmati semua anak cucunya tanpa terkecuali?

2. Daripada dihabiskan untuk belanja barang "tersier", belajarlah untuk menabung demi masa depan, modal nikah misalnya

Jangan Kebanyakan Shopping

Jangan Kebanyakan Shopping via https://www.pexels.com

Kamu harus tahu bahwa hidupmu bukan hanya tentang hari ini. Meskipun kita tidak bisa menjamin apakah nyawa ini masih ada di hari esok, tapi persiapan untuk menghadapi hari esok juga tetap harus diadakan. Apalagi buat kamu yang masih belum menikah, duh ayo kurangi hobi belanjamu.

Ingat nikah itu butuh modal juga, jadi ayo belajar menabung. Ingat hidup itu bukan perihal senang-senang semata, suatu ketika jika ada musibah datang kamu akan kelimpungan sendiri jika tidak punya bekal untuk menghadapinya.

Advertisement

3. Kuliah sambil kerja, why not? Ada banyak pekerjaan sampingan yang bisa kamu lakukan dibandingkan dengan nongkrong sana sini tanpa tujuan

Kurangi Nongkrongnya ya

Kurangi Nongkrongnya ya via https://www.pexels.com

Hobi anak muda jaman sekarang emang nongkrong di kafe. Bukan apa-apa, Cuma kalau itu dijadikan kebiasaan tentu akan mencekik dompetmu. Karena untuk bisa menikmati sajian "mewah" di kafe, harga yang harus dibayarkan juga tidak sedikit.

Belum lagi kalau kamu bukan tipe orang yang bisa menolak ajakan teman. Teman geng ngajak nongkrong, teman kelas ngajak, teman organisasi, teman kos, lah satu bulan nongkrong berapa kali? Bukan bermaksud untuk membatasi kegiatan nongkrongmu, tapi kalau tujuan utamanya untuk berkumpul dengan teman, bukankah masih banyak tempat yang lebih murah dan berkesan dibandingkan dengan menghabiskan puluhan ribu di kafe mewah?

Kalau alasannya karena prestise, bukankah memiliki pekerjaan sampingan entah sebagai part timer atau freelancer lebih bergengsi dibandingkan dengan mereka yang sibuk nongkrong tanpa tujuan seperti pengangguran? Inget loh, uang yang kamu pakai buat hura-hura itu didapatkan dari jerih payah orang tuamu.

Jadi sepertinya lebih bijak kalau kamu berusaha mencari uang saku tambahan lewat kerja sampingan deh daripada buang-buang uang kayak gitu.

4. Kamu juga bisa mengubah kebiasaan bergosip bersama temanmu dengan saling memotivasi untuk membuka bisnis bersama misalnya

Bisnis yuk bat!

Bisnis yuk bat! via https://www.pexels.com

Kamu nggak kepingin tuh punya café hits bersama temanmu? Atau punya online shop dan jadi endorser untuk produkmu sendiri? "iya pingin, tapi kan butuh modal, tapi….."

Oke, saya pun membenarkan bahwa bisnis itu butuh modal. Tapi menurut saya ada kok modal utama yang bisa kamu usahakan lebih dulu, yaitu modal ngomongin bisnis alias kamu diminta untuk berhenti ngomongin hal-hal yang tidak berfaedah seperti gossip.

Utarakan dulu bagaimana minatmu untuk memulai bisnis bersama teman terdekatmu, jika ia memiliki ketertarikan lanjutkan obrolanmu ke arah yang lebih serius, misalnya darimana untuk mendapatkan modalnya. Lagian ada banyak kok usaha yang bisa dimulai dari modal kecil-kecilan. Karena sejatinya semua usaha besar itu juga dimulai dari titik nol.

Toh nanti kalau usaha itu sudah berkembang dengan baik, kamu juga yang akan bahagia menikmati hasilnya. Apalagi di era kini di mana kita biasa menjumpai sarjana pengangguran. Maka bukankah membuka usaha sendiri adalah solusi ampuh untuk mengurangi jumlah pengangguran? Minimal kamu sudah membuka lapangan kerja untuk dirimu sendiri. Jelas itu adalah bentuk kontribusi positif untuk mengisi kemerdekaan kan?

5. Belajar menentukan prioritas dan berbelanja sesuai prioritas kebutuhan

Ketahui Kebutuhan Prioritasmu

Ketahui Kebutuhan Prioritasmu via https://keithcraft.org

Kalau kamu lupa apa itu prioritas kebutuhan, sini saya bantu untuk mengingat lagi hehe. Menurut ilmu ekonomi yang dulu pernah saya terima, kebutuhan manusia dibagi menjadi 3. Kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Yang termasuk kebutuhan primer memang seperti sandang, pangan, dan papan.

Sedangkan kebutuhan tersier seperti mobil. Jelas itu teori dulu, kalau sekarang mengikuti tren, jelas teori kebutuhan sudah mengalami perubahan. Mengapa demikian? Kalau semisal kamu makan ke kafe mewah dalam jumlah yang tidak wajar selama satu bulan, lalu berbelanja baju rutin setiap bulan, apakah itu bisa diaktegorikan sebagai pemenuhan kebutuhan primer? Oh dear, tentu saja tidak. Karena jika gaya hidup seperti itu yang kalian terapkan artinya kalian belum paham arti prioritas.

Coba deh mulai sekarang kamu membuat daftar prioritas kebutuhanmu. Bagi anak rantau, tulislah mana yang lebih kamu butuhkan, 30 hari makan apa adanya tapi terjamin atau seminggu sekali ke kafe tapi akhir bulan selalu dipaksa berpuasa karena kehabisan uang? Tentu kamu tau mana yang lebih penting daripada sekedar memenuhi gaya hidup. Ingat hidup itu nggak mahal, yang mahal gaya hidupnya.

6. Jika sudah belajar menentukan prioritas, lanjutkan dengan belajar membuat anggaran di atas kertas

Rancangan Anggaran Belanja

Rancangan Anggaran Belanja via https://www.pexels.com

Kalau kamu sudah tau mana kebutuhan prioritas, maka langkah selanjutnya adalah belajar untuk membuat anggaran. Periode anggaran ini bisa kamu tentukan sesuai keinginanmu. Bisa dalam mingguan atau bulanan. Tulis berapa pemasukanmu (dari orang tua atau hasil kerja) lalu sinkornkan dengan jumlah pengeluaran sesuai prioritas kebutuhanmu. Ingat, rencana anggaran yang baik adalah yang menyisakan saldo di akhir bulan.

Oh iya, satu tips penting adalah usahakan untuk menganggarkan beberapa receh atau lembar uangmu untuk tabungan. Jadi jika nanti kamu ada kebutuhan mendesak sudah teratasi dengan uang dari tabungan yang selalu kamu sisihkan tiap bulannya.

7. Pendidikan itu penting, tapi yang lebih penting adalah memilih jurusan pendidikan yang tepat dan berguna untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan

Pendidikan Tepat

Pendidikan Tepat via https://www.pexels.com

Ingat, bagamana kamu berperilaku di masa kini akan mempengaruhi kamu di hari tua. Kita hidup di dunia nyata bukan drama korea loh guys. Jadi sebisa mungkin pilihlah hal-hal yang akan mengantarkanmu pada jaminan hidup yang lebih baik di masa depan.

Salah satunya saat kamu akan memilih jurusan untuk kuliah nanti. Yang harus kamu ingat adalah kuliah itu bukan untk mengikuti tren semata, Kalau kamu bingung dengan jurusan apa saja yang sekiranya memberikan peluang kerja yang lebih baik, kamu bisa mellihat hasil risetnya di sini.

Bagi kamu yang sudah terlanjur dengan jurusan yang lain, jangan khawatir kamu tetap bisa sukses dengan pilihan yang sudah kamu ambil. Asalkan kamu mau berubah untuk melakukan 7 kebiasaan baik di atas ya. Ingat Tuhan tidak akan mengubah nasib sebuah kaum kecuali mereka yang berusaha. Jadi tunggu apalagi? Mari bekerja sama untuk membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik demi Indonesia yang lebih baik lagi.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

suka main instagram @al.alif

CLOSE