Semua orang pasti menjadi tua. Tapi tidak semua orang menjadi dewasa saat menua. Ada yang cara berpikir dan berperilakunya masih ceroboh, masih kekanakkan, dan lain-lain.

Ada sedikit tips nih, untuk kamu sobat muda, yang kepingin punya hidup berkualitas alias nggak sembarang berumur tapi juga menjadi dewasa!

1. Dewasa itu Hasil Dari Setiap Pergumulan Hidup yang Kamu Hadapi

Karena kamu sadar bahwa hidup tak selalu cerah

Karena kamu sadar bahwa hidup tak selalu cerah via http://google.com

Dewasa itu tidak terjadi begitu saja. Ia terjadi dari proses kehidupan di masa lalu. Hidup cerah ia tidak lupa bersyukur. Bersyukur atas matahari yang indah, udara yang segar. Saat hidup harus melalui badai, ia juga tak lupa bersyukur. Bersyukur atas penyertaan Tuhan hingga ia boleh melalui badai dan selamat.

Advertisement


Karena orang yang dewasa tahu, Tuhan menciptakan matahari yang cerah dan hujan angin untuk badai. Keduanya dipakai Tuhan, agar manusia selalu mengandalkan-Nya.


2. Dewasa Berarti Bijak Menyikapi Hidup, Tetapi Punya Hati Tulus Seperti Anak-anak

Anak-anak selalu menulis luka hatinya pada pasir, dan membiarkan air laut menghapusnya

Anak-anak selalu menulis luka hatinya pada pasir, dan membiarkan air laut menghapusnya via http://google.com

Dewasa berarti bijak. Bisa berpikir sebelum bertindak.

Di lain sisi saat disakiti, ia tidak membiarkan luka itu berkarat dalam hatinya. Seperti menulis pada pasir di pantai, anak-anak berharap air laut yang menghapusnya. Begitupun saat disakiti, anak-anak memberikan ruang untuk Tuhan dalam hatinya. Supaya Tuhan yang lebih berkuasa untuk hatinya, untuk bertindak meskipun ada luka dan sakit hati.

Advertisement


"Jangan tuliskan kesedihanmu pada batu, hingga apapun tak bisa menghapusnya. Tulis saja pada pasir, dan biarkan angin dan air yang menghapusnya.."


3. Dewasa itu Berarti Bisa Mensyukuri Apa pun yang Ada di Hidupnya

Bukan kaya yang membuatmu merasa cukup, tapi rasa syukur.

Bukan kaya yang membuatmu merasa cukup, tapi rasa syukur. via http://google.com

Selalu syukuri setiap kebaikan yang Tuhan berikan untukmu. Ingatlah ada banyak hal kecil yang kamu miliki tapi tak orang lain miliki. Bersyukur untuk pendidikan yang kamu punya. Banyak orang di luar sana yang tak mampu sekolah. Bersyukur untuk tempat tinggal yang kamu punya. Banyak orang di luar sana tak punya rumah.

Bersyukur untuk pekerjaan yang kamu miliki. Banyak orang di luar sana yang tak punya kerja. Bersyukur untuk keluarga yang kamu punya. Banyak orang di luar sana sebatang kara. Bersyukur untuk kesehatan yang kamu punya. Banyak orang di luar sana yang sakit-sakitan. Bersyukur untuk nafas yang Tuhan beri. Banyak orang di luar sana yang umurnya tidak sepanjang kamu.


"Tidak perlu menunggu tua untuk menyukuri semua itu. Kalau kamu cukup pandai dalam bersyukur, semua hal itu adalah suatu kekayaan untukmu."


4. Dewasa itu Tidak Sombong dan Seperti Padi yang Merunduk

Seperti padi yang berisi, makin berisi makin merunduk.

Seperti padi yang berisi, makin berisi makin merunduk. via http://google.com

Biasakan seperti padi, yang semakin ada isi, semakin menunduk. Meski terlihat lemah, padi tidak pernah roboh saat diterpa angin.

Jangan seperti bambu, semakin tumbuh semakin menantang ke atas. Terlihat kuat, saat diterpa angin langsung patah. Apalagi seperti drum kosong. Yang nyaring sekali bunyinya, saat ditengok ternyata isinya sedikit.


"Kurang-kurangi menyombongkan diri. Seperti langit yang tak pernah menjelaskan dirinya tinggi, tapi semua orang tahu bahwa langit itu luas, besar dan tinggi…"


5. Dewasa itu Tidak Harus Tua dan Berumur

Muda pun bisa dewasa, asal mau.

Muda pun bisa dewasa, asal mau. via http://google.com

Supaya jangan ada orang yang menganggap kamu remeh, karena kamu masih muda. Makanya belajarlah jadi pribadi yang dewasa. Agar kamu bisa menghadapi hidup, kuat menjalani hidup, dan bahagia melewati hidup yang hanya satu kali ini.

Selamat menjadi pribadi yang dewasa ya, Guys!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya