Umur duapuluh-an memang masa transisi yang paling berkesan di sepanjang perjalanan. Di umur duapuluh-an, kita baru bisa memahami baik dan buruk, suka dan duka, berjuang mencapai target-target, sadar akan tanggung jawab, memikirkan masa depan, merancang pernikahan, lulus dari dosen pembimbing, berkutat dan stress karena skripsi.

Belum lagi, setelah lewat masa studi atau perkuliahan, di usia duapuluh-an juga biasa bingung mau kerja apa dan dimana, tinggal dengan siapa, berpisah dengan teman-teman. Terlebih buat kalian yang punya masa-masa kuliah penuh bunga asmara, meinggalkan kota tempat menimba ilmu selama empat tahun dengan berbagai suka dukanya pasti bukan hal yang mudah.

Tidak sedikit dari kita juga mengalami patah hati di umur duapuluh-an. Patah hati yang dirasa paling berat, karena kita dituntut untuk dewasa dan memikirkan masa depan, bukan hanya rasa sayang atau kisah-kasih biasa.

Berikut mungkin beberapa hal yang kamu alami jika jatuh cinta dan patah hati di umur duapuluh-an, beserta tips untuk segera bangkit dari rasa patah hati itu.

1. Jatuh cinta yang benar adalah tumbuh serta berkembang bersama dalam cinta

Tumbuh dan Berkembang via http://www.pintarbiologi.com

Untuk kalian yang jatuh cinta umur duapuluh-an, segera kenali rasa cintamu.

Kadang cinta memang bisa membuat hati berdebar, bahagia, berharap, dan menawarkan keindahan lainnya. Tapi, itu jatuh cinta yang harus kita pelajari.

Sejatinya yang indah-indah biasanya tidak bertahan lama.

Advertisement

Kalaupun lama, nanti ketika dihadapkan dengan pilihan sulit, sering dari kita menyerah.

Nah sebelum kamu terlalu dalam jatuh hati dengan pasanganmu, sebaiknya kamu kenali dulu tipe jatuh cintamu itu.

Jatuh cinta yang baik bukan jatuh cinta yang hanya bisa menunjukkan rasa cintamu ke pasangan, atau sebaliknya.

Tapi jatuh cinta yang baik adalah jatuh cinta yang kamu dapat tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan pasanganmu.

Mengerjakan banyak hal bersama, tidak saling menuntut, mengerti keadaan masing-masing, melakukan hal-hal produktif yang bisa meningkatkan pemahamanmu dengan pasangan.

Dari situ, kamu akan tahu bagaimana sifat pasanganmu yang sebenarnya dari berbagai aktovitas dan interaksimu dengan dia, bukan dari cerita orang lain atau bukan malah dari pasanganmu yang menunjukkan.

Kamu akan lebih paham dan mengerti. Tanpa pasanganmu minta. Itu yang membuat kamu dan pasangan akan terus tumbuh dan berkembang dalam hubunganmu, bukan malah ribut dan menuntut ini itu.

Ingat, umurmu sudah duapuluh-an.

2. Komunikasi adalah gerbang semua interaksi

Komunikasi via https://www.lazone.id

Seringkali masalah yang dihadapi oleh pasangan umur duapuluh-an adalah komunikasi yang tidak mendukung. Entah secara teknis maupun secara penangkapan pasangan-pasangan yang menjalin hubungan.

Cowok dan cewek memang memiliki pandangan yang sangat berbeda mengenai pentingnya komunikasi.

Di satu sisi, si cewek selalu ingin tahu kabar dan kepastian jam atau apa yang harus dilakukan berdasarkan komando cowok.

Buat para cowok, guys do you know? Cewek akan berusaha semampu dan sebisa yang mereka usahakan untuk membuat kalian bahagia, ntah dengan menunggu, dengan masak, dengan pergi sendiri dan janjian di tempat yang sudah ditentukan, dengan apapun yang sebenarnya bisa mereka lakukan tanpa kamu. Cewek Cuma butuh satu, kabar dan kepastian apa yang harus mereka lakukan karena mereka menghindari kamu yang menunggu, sebab cewek paham bahwa cowok sangat bosan dan enggan menunggu. So, tugas kamu Cuma kabarin dan pastiin aja kok, mereka harus apa dimana dan jam berapa.

Buat para cewek, menunggu bukan hal yang sulit tapi tanpa kabar-lah yang membuat kalian geram. Kalian pasti merasa sudah melakukan yang terbaik supaya si cowok tidak menunggu kalian tapi ketika kalian bahkan sudah siap dan menjadwal semua hal dengan baik ternyata tidak ada tanggapan atau kalian tidak menerima kabar yang pasti dari si cowok. Hal yang perlu kalian tahu adalah, sebenarnya cowok punya batas ambang komunikasi dimana bahkan mereka akan lebih mengutamakan chat dari kalian ketimbang balas sms mamanya, karena mama tidak akan marah seperti kalian kalua lama dibalasnya. Yap, the point is sincerely you are the priority but he just doesnโ€™t know how to show you as well as you do, termasuk dalam hal membalas chat kalian.

Hal yang perlu dibenahi adalah kalian harus ada SOP dalam hubungan kalian. Dimana kalian akan membahas ambang batas kalian menunggu dan ambang batas pasangan kalian membalas chat kalua janjian dan untuk urusan apapun. Ingat, bahasnya waktu kalian ketawa-ketawa loh ya.

Bukan waktu kalian sudah berantem dan jambak-jambakan.

3. Stop mengganggu lelaki saat ia sedang mengerjakan prioritasnya

Sometimes girls just feel that they are not the priority. But do you know that the real man just prepare himself to face the world and to face their parents?

Mereka yang kalian rasa tidak memprioritaskan kalian, bukan berarti mereka melupakan kalian karena dengan mereka melakukan prioritasnya maka kamu adalah salah satu yang mereka usahakan. Pria matang yang sudah serius dengan hubungannya bukan pria yang mengutamakan intensitas pertemuan kalian, melainkan pria yang mampu membagi waktu kapan harus melakukan hobinya, kapan harus mengerjakan tugasnya, kapan harus membahagiakanmu.

Tapi kamu harus sabar ya neng.

4. Quality, not just a quantity.

Kualitas dan Kuantitas via http://buyolympia.com

Suka bertanya-tanya, si dia kangen nggak ya sama gue?

Big No.

Hubungan yang sehat bukan yang setiap hari ketemu atau jalan atau wisata atau nonton.

Bukan yang dapat dilihat seberapa seringnya pasangan itu check-in di-path atau upload foto berdua di Instagram. Tapi, hubungan yang sehat itu adalah hubungan yang tahu kapan kalian harus jalan, makan, wisata, atau nonton, juga tahu bagaimana atau apa yang kalian bahas dalam pertemuan itu. Sayang banget kalua waktu seharian dikali seminggu kalian habiskan untuk jalan, makan, wisata, tanpa ada pembicaraan tentang masa depan dan hal-hal penting yang harus kalian diskusikan.

5. Mendengarkan itu hal paling penting

Kebanyakan hubungan yang gagal karena yang menjalani hubungan enggan untuk saling mendengarkan keluh kesah satu sama lainnya. Untuk setiap yang menjalani hubungan, kasih tidak memulu memberi tapi juga dapat menerima. Coba dengarkan keluh kesah yang pasanganmu rasakan, bisa jadi kamu salah satu sebabnya.

6. Kini, pikirkan kemana hubungan kalian akan dibawa

Diteruskan atau tidak via http://ashocking.tumblr.com

Hal yang benar-benar harus dipastikan adalah bukan apakah kamu dan dia saling menyayangi, tapi apakah kalian berdua siap untuk menjalani hal lain yang lebih serius. Tapi, ternyata sayang saja tidak cukup untuk kehidupan-kehidupan selanjutnya.

Harus ada kasih dan cinta, kehangatan, prioritas, hati-hati yang terbuka, usaha, kelembutan hati, mata yang terbuka, tangan yang saling menggenggam, pundak yang beriringan, jalan yang searah, pikiran yang harmoni, mimpi yang diwujudkan.Mencintai bukan hanya perkara hati, sebab perpisahanku juga bukan karena tidak menyayangi.

Maka, untuk setiap yang jatuh cinta dan patah hati di umur duapuluh-an, jatuh cinta akan tidak seindah sebelum-sebelumnya dan patah hati juga tidak akan sesakit sebelum-sebelumnya. Kalian akan tahu bagaimana logika akan tetap terus dibutuhkan untuk setiap keputusan, bahkan keputusan untuk menyayangi dan memutuskan untuk berpisah.

Selamat membuka hati dan mempersilahkan masuk kembali, dengan segala pertimbangan dan kecocokkan. Kemudian akan tiba waktunya kamu akan memtuskan, untuk lanjut ke jalan yang lebih jauh lagi.