<>1. Kamu selalu berusaha membuatku tertawa bahagia.
menghabiskan waktu bersamamu di akhir pekan merupakan secuil kebahagian

menghabiskan waktu bersamamu di akhir pekan merupakan secuil kebahagian via http://static.eharmony.com.au

Kita tak pernah absen untuk menghabiskan akhir pekan bersama, sekedar menceritakan kesenangan kita, hobi kita, apapun itu asalkan dapat membuat kita semakin dekat dan membuat kita tertawa bahagia. Kamu selalu berusaha untuk ada untukku, selalu memberikan yang terbaik untukku, memperlihatkan sisi positif di depan orang tuaku. 

Hingga di hari spesial itu, tepat di hari ulang tahunku kamu menyatakan cinta padaku. Tanpa ragu aku pun langsung menganggukkan kepala, menandakan bahwa aku menerima cintamu dan mulai hari itu kita resmi memadu kasih. Kita pun berkomitmen menjalankan hubungan ini ke arah yang serius, kita sepakat untuk menata masa depan karena kita sadar kita sudah dewasa.

<>2. 5 Tahun memadu kasih dan komitmen di awal bukan berarti hubungan kita baik-baik saja Ternyata banyak hal yang memang tidak bisa kita ubah.
Ternyata banyak hal yang memang tidak bisa kita ubah

Ternyata banyak hal yang memang tidak bisa kita ubah via https://blog.duitpintar.com

Mungkin memang benar adanya, usia hubungan tak menentukan kebahagian kita. Ternyata bukan hal mudah untuk menyatukan pikiran 2 insan. Tak mudah untuk memahami sikap dan sifatmu yang semakin hari semakin tak bisa dinalar oleh akal sehat. Mulai dari kobohongan-kebohongan kecilmu, sikapmu terhadap lawan jenis, perubahan sikapmu padaku yang semakin hari semakin tak peduli padaku,, dan semua itu membuatku merasakan jenuh yang memuncak. 

Tak ayal, perselisihan selalu terjadi di antara kita. Tapi walaupun kamu mulai berubah, tidak seperti pria yang kukenal dulu, aku masih sangatlah mencintaimu. Aku selalu memberi maaf kepadamu. Cintaku yang sudah mengakar di hatiku, dan kedekatanmu terhadap keluargaku, orang tuaku, terlebih hubungan kita yang sudah mencapai setengah dasawarsa membuatku enggan melepasmu.

 

<>3. Cintaku padamu ibaratkan kuku yang selalu bertumbuh setiap waktu.
Cintaku padamu semakin hari semakin kuat

Cintaku padamu semakin hari semakin kuat via http://dokita.co

Pertengkaran yang sering kita lalui tak membuat rasa cintaku padamu berkurang. Malahan rasa cintaku ini semakin kuat. Mungkin itu karena kebodohanku? atau karena kepolosanku? Aku sangat berharap kamu bisa kembali seperti dulu, seperti pria yang ku kenal di awal perjumpaan.

Cintaku ini layaknya kuku. Walaupun kamu terus memotongnya, kuku ini akan tetap terus bertumbuh tanpa ada yang bisa menghentikan. Begitupun rasa cinta ini....walaupun kamu terus menyakitiku, bahkan mengkhianatiku, aku terus saja mencintaimu

<>4. Kita tak mampu menahan air mata, ketika "berpisah" adalah pilihan terakhir yang kita pilih.
Inilah jalan yang harus kita pilih

Inilah jalan yang harus kita pilih via http://yomamen.com

Pertengkaran yang terus saja terjadi, dan perselisihan yang tiada henti membuat kita tersadar,, bahwa cinta itu memang tak harus memiliki. Kita memang saling mencinta, tapi tak bisa bersama. Sungguh, tak mampu rasanya menahan perasaan itu. Dunia serasa tak adil. Tak mudah rasanya mengurai ikatan cinta yang telah kita bangun. Kenangan itu, rasa sayang itu, pengorbanan itu, serasa tak ada artinya. 

Aku pun sejak awal sudah menyadari, bahwa ada wanita lain selain diriku di hatimu, Aku sadar bahwa selama menjalin hubungan denganku kamu bermain di belakangku dengan wanita lain. Tapi aku berusaha untuk menjadi wanita bodoh selama ini, mungkin karena aku takut kehilanganmu? atau mungkin aku sudah kehilangan akal sehatku? Entahlah. 

Kamu pun menangis terisak di depanku, memelukku dan mengatakan betapa menyesalnya dirimu. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Walaupun aku sangat menyanyangimu, mau tak mau aku harus melepasmu karena kamu terlalu sering membagi hatimu pada wanita-wanita yang entah siapa saja yang pernah menjalin cinta denganmu tanpa aku tahu siapa.

<>5. Aku hanya bisa berdiam ketika melihatmu bersanding dengannya di depan altar gereja.
Seharusnya aku yang berdiri di sebelahmu, bukan dia . . .

Seharusnya aku yang berdiri di sebelahmu, bukan dia . . . via http://vogue.tumblr.com

Sungguh sulit rasanya melupakan kenangan kita. Tak mudah rasanya melupakan begitu saja kenangan-kenangan yang telah kita lalui 5 tahun ini. Sering kali aku menangismu, hingga akhirnya aku terpaksa mencari menggantimu agar aku bisa melupakanmu, dan terlebih karena kamu sudah menemukan menggantiku terlebih dulu.

Hingga di hari itu, di bulan ke tujuh tepat kita berpisah, aku membaca undangan pernikahanmu yang ada di atas meja kerjaku. Seperti ada petir menyambar di otakku. Belum ada 1 Tahun kita berpisah, secepat itukah kamu memutuskan untuk menikah?

Dan terlebih lagi, wanita itu adalah sahabatku sendiri yang  dari dulu selalu aku bercerita tentangmu padanya. Se pilu ini kah rasanya? Dikhianati oleh orang yang sangat dicintai dan sahabat terdekat sendiri?

Ahh, aku berharap ini hanya mimpi di siang bolong. Aku berharap aku bisa terbangun dari mimpi buruk ini. Ini tidak adil. Sungguh tidak adil. Kenapa dia??? Kenapa harus dia?? Kenapa harus sahabatku sendiri yang kamu pilih menjadi mendampingmu?

Melihatmu bersanding perempuan itu di altar gereja, mengucap janji sehidup semati, membuat hati ini terasa ngilu. Tapi tak apa, semua sudah terjadi.  Walaupun kini kamu sudah menjadi miliknya, dan aku sudah memiliki menggantimu, yang harus kamu tahu, selalu ada namamu yang terselip di setiap doaku... rasa ini, cinta ini, sayang ini tidak akan pernah hilang. Terimakasih sudah pernah ada, mengukir sepenggal kisah dalam hidupku,

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya