Jakarta sebagai ibu kota Indonesia memang menempati posisi teratas dalam jumlah populasi karena banyak orang dari berbagai daerah di Indonesia pergi ke Jakarta untuk mengadu nasib alias mencari pekerjaan di Jakarta. Banyak yang bilang mencari uang di Jakarta ini sangat sulit, tak sedikit pula yang bilang ingin mengadu nasib di Jakarta demi mendapat uang yang banyak untuk di kampung. Hal tersebut pasti diamini oleh jutaan manusia yang pernah mengadu nasib di Jakarta. Persaingan yang ketat, sulitnya mencari pekerjaan, gaji yang tidak sesuai, bahkan sampai masalah macet yang katanya bisa bikin kita lulus S2, bahkan S3 di jalan saking lamanya.

Tapi ga melulu loh kerja di Jakarta itu kesannya negatif. Coba deh kita liat satu-satu:

1. Kita ditempa jadi orang yang tahan banting

Kerja keras via http://lawumk.com

Jakarta keras, bro.

Ibu Kota lebih kejam dari ibu tiri.

Advertisement

Dua hal tersebut adalah hal yang paling sering didengar oleh kita. Ya, Jakarta memang keras, makanya kebanyakan orang yang kerja di Jakarta biasanya lebih tangguh dalam bekerja. Mulai dari “sikut-sikutan” antar kolega kerja, waktu kerja yang biasanya molor sampe nginep di kantor segala, sampe bos-bos ekspat yang emang terkenal keras dan disiplin. Kerasnya orang Jakarta ini sebenernya cara mereka untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jadi ya disabarin aja yah.

2. Multi peran

multitasking mom via http://holdinholden.com

Sebenernya hal ini ga cuma ada di Jakarta aja sih, tapi rasanya semua orang yang berkerja memang selalu dituntut untuk multitasking agar kerjaan mereka cepet beres. Tapi kalo di Jakarta harus ekstra multitasking deh. Misalnya jadi ibu sekaligus karyawan, sekaligus ibu rumah tangga. Suka kasian dan ga tega sama para ibu yang anaknya masih kecil tapi selalu sibuk sama kerjaannya dan anaknya dititip ke nenek atau tantenya, bahkan babysitter (buat yang duitnya cukup), dan jarang ketemu ibunya sendiri, apalagi ayah mereka. Para ibu ini harus bisa menjalankan peran mereka dengan baik yah walaupun pasti akan ada salah satu yang dikorbankan. Efek buruknya bisa menimpa si anak, untuk beberapa kasus bahkan si anak ga peduli dan asing sama orang tuanya sendiri karena tumbuh kembang mereka ga diperhatikan orang tuanya yang padahal mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan si anak juga. Ga cuma para ibu, para ayah juga menanggung masalah yang sama sulitnya kok, mungkin bahkan lebih sulit karena mereka adalah tulang punggung keluarga.

Tapi ada hal baiknya juga kok. Para orang tua tersebut bisa menyekolahkan anaknya di sekolah yang bagus, si anak dapat gizi yang cukup, bahkan dengan fasilitas yang didapat dari orang tua bisa membuat anak berkembang dengan baik dan menjadi anak yang pintar. Lihat aja sekarang, anak tk bisa lebih lancar bahasa Inggris dibandingkan kita yang udah belajar bertahun-tahun kan. Jadi malu juga kita sama mereka.

3. Multi kemampuan

multitasking via http://xenlife.com.au

Advertisement

Ga cuma multi peran, para umat manusia yang bekerja di Jakarta pasti sangat setuju bahwa kita harus multi kemampuan. Dengan satu keahlian atau kemampuan saja, kita bakal sulit banget dapet kerja. Jadi yang namanya kursus ini dan itu, bisa bahasa ini dan itu, punya keahlian ini dan itu udah jadi makanan wajib para manusia yang ingin bekerja dan bertahan hidup sampai sukses di Jakarta, sehingga mereka bisa punya poin plus buat diri mereka sendiri. Apalagi pas interview kerja, kalo kemampuan kita standar doang rasanya perusahaan yang manggil interview juga males buat mempertimbangkan kita buat masuk perusahaannya.

4. Sabar

Ga usah ditanya deh ini mah udah jadi makanan sehari-hari masyarakat Jakarta deh. Sabar diomelin bos, sabar macet-macetan, sabar antri, sabar nungguin lampu merah ganti jadi lampu ijo dari gebetan, sabar nyari jodoh, sabar disalip sama ibu-ibu pake motor matic yang suka mendadak ganti arah sana sini, sabar disalip sama temen sendiri, sabar nungguin tanggal gajian, sabar ngadepin tingkah dan kelakuan orang dari berbagai adat dan budaya, dan sejuta sabar-sabar lainnya. Sabar aja, kalo ga sabar ya bisa perang dunia ke-3 kayaknya. Di Jakarta, kita jadi selalu latihan sabar setiap saat. Dengan sabar, kita jadi ga gampang emosi kalau menghadapi sesuatu.

5. Cara mengembangkan diri paling ampuh

Biasanya manusia kalo terpaksa pasti bisa melakukan sesuatu di luar batas kemampuan sebelumnya. Makanya itu, kerja di Jakarta merupakan salah satu cara mengembangkan diri. Kita dituntut untuk bisa ini dan itu dalam waktu singkat. Karena itulah biasanya mereka yang bekerja di Jakarta terbiasa untuk mengembangkan kemampuannya tanpa disadari dan jadi lebih setrong.

6. Lebih gampang move on

Buat yang baru patah hati, mending kalian kerja di Jakarta aja deh. Tau kan Jakarta sibuknya kayak apa? 24/7 ga akan ada habisnya kalo emang kalian ga mager. Kerja ini itu, ngurusin ini itu, bahkan kerjain kerjaan kalian yang numpuk sampe lembur dari bos, pasti kalian ga akan sempet deh mikirin patah hati dan galau-galauan kecuali lukanya memang terlalu dalam. Waktu kalian akan abis buat kerja dan kesibukan kalian dan perlahan melupakan hal yang seharusnya memang bukan menjadi beban kalian lagi.

7. Lebih berhati-hati

Maksudnya berati-hati di sini bukannya mau berpikiran buruk tentang orang lain, tapi lebih ke meningkatkan self awareness kita terhadap lingkungan. Kalian ga mau kan sampai terjadi hal buruk ke diri kalian maupun orang terdekat kalian? Memang ga semua orang itu jahat, tapi ingatlah juga bahwa ga semua orang itu baik. Selalu ada orang yang punya pikiran buruk dan ingin melakukan sesuatu yang ga baik sama kalian. Jadi, harap berhati-hati dan jangan terlalu gampang percaya sama orang walaupun orang tersebut terlihat baik dan manis. Coba kenali dulu sekitar kalian ya.

8. Kenal berbagai jenis orang

Sebenernya sih ga hanya di Jakarta, di tempat atau kota lain pun bisa. Tapi seperti yang sudah diomongin di awal, Jakarta punya banyak sekali ragam manusia di dalamnya. Mulai dari yang tua, muda, berbagai jenis dan warna kulit, beragam bahasa, beragam suku dan kewarganegaraan, berbagai adat, watak, dan kebiasaan udah jadi makanan sehari-hari yang harus kita temui. Kita belajar untuk menjadi lebih toleran dan saling menghormati satu sama lain, serta punya pemikiran yang terbuka terhadap perbedaan yang ada di sekitar kita.

Nah, kayaknya hal-hal di atas sudah cukup terwakili deh. Jangan takut mencoba sesuatu yang baru di manapun itu. Ga harus di Jakarta kok, setiap tempat atau daerah pasti ada kelebihannya kalau memang kita mau jeli membuka mata melihat apa yang ada di sekitar kita.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya