Musim hujan adalah salah satu musim yang pasti mampir di Indonesia setiap akhir tahunnya. Indonesia yang masuk dalam kawasan tropis membuat kita hanya punya dua pilihan musim yaitu kemarau dan hujan.

Tidak harus dihampiri musim salju pun, masyarakat Indonesia juga tidak masalah. Malah kreativitas di berbagai situasi bisa timbul dari musim yang satu ini.

Uniknya potret masyarakat Indonesia pun juga beragam. Kamu sendiri mungkin biasa mengalami ini di kala hujan, dan juga orang-orang disekitarmu. Bukan tidak mungkin sejumlah keunikan masyarakat Indonesia dalam menikmati suasana hujan mungkin adalah cara yang tidak dilakukan di negara lain. Umumnya sederhana, tapi mampu membuat bahagia. Karena pepatah asli orang Indonesia berkata, bahagia itu sederhana, tidak harus selalu mahal. Yang penting, jangan lupa bahagia.

Ingin tau seperti apa uniknya bermacam cara orang Indonesia kala menikmati musim hujan? Berikut beberapa keunikannya.

1. Langsung seduh minuman hangat

minuman hangat

minuman hangat via https://www.google.com.ua

Hawa dingin yang kadang mampu menusuk tulang kala musim hujan tiba, salah satu cara paling ampuh untuk menghangatkannya adalah sesederhana menyeduh bermacam minuman hangat yang menyatu dengan lidah orang Indonesia. Umumnya sih teh dan kopi adalah jenis minuman hangat yang paling banyak dinikmati kala gerimis atau hujan deras turun. Namun masing-masing daerah juga mempunyai jenis minuman hangatnya masing-masing. Seperti daerah Jawa Barat yang identik dengan bandrek atau sekotengnya, Jawa Tengah dengan bir kocoknya sedangkan daerah Jawa Timur yang mempunyai wedang ronde dan STMJnya. Sesuai selera masing-masing saja.

2. Waktu yang pas untuk berlama-lama di kasur

wantu santai

wantu santai via https://www.google.com.ua

Entah kenapa hawa di musim hujan juga membuat seseorang merasa ngantuk yang sama efektifnya dengan kondisi perut yang kenyang. Orang-orang di Indonesia sering menyebutnya dengan "Hawa Bantal" karena memang dirasa susah sekali beranjak dari tempat tidur saat hawa dingin merasuk khas musim hujan merasuk ke sela-sela ventilasi kamar. Bahkan tidak jarang bagi mereka yang hobi berhibernasi, bisa menghabiskan waktu istirahat berjam – jam di dalam kamar sampai hujan reda. Tapi bagi kalian yang tinggal di kos dan tidak pernah sekalipun melihat teman sebelah keluar kamar selama dua atau 3 hari, ada baiknya jika kamu peduli dan mengetuk pintu kamarnya. Ya, takutnya kalau terjadi apa – apa di tengah derasnya hujan yang mampu meredam suaranya kan. Uhuk, meredam suara musik MP3 maksudnya.

3. Mendengarkan lagu-lagu melow atau ada hubungannya dengan hujan

Advertisement

Musik bertempo cepat dan keras sepertinya bukan menjadi pilihan bagi kebanyakan orang Indonesia di kala hujan. Suara rintik gerimis atau hujan deras hanya cocok untuk musik-musik bertempo pelan. Tidak jarang orang-orang Indonesia akan mendengarkan lagu-lagu yang berjudul hujan, atau mempunyai lirik yang berhubungan dengan hujan agar mereka lebih menghayati teduhnya suasana hujan. Semisal lagu-lagu akustik bergenre folk jazz, jazz, blues, slow rock, pop atau tropical house music yang merupakan sub genre dari aliran musik Electronic Dance Music atau yang lebih dikenal dengan EDM.

4. Chattingan

Di era milennial ini, orang – orang tidak lagi menggunakan jasa burung merpati untuk mengirimkan surat ataupun memasukkan sepucuk surat di dalam botol yang dihanyutkan ke laut dengan harapan seseorang akan menemukan dan membacanya. Cukup dengan ponsel pintar yang mempunyai fitur berbalas pesan singkat via pulsa atau koneksi internet sudah sangat melancarkan sejumlah pesan-pesan yang ingin disampaikan. Dan biasanya ketika hujan mengguyur, kebanyakan orang Indonesia akan menghabiskan waktu lama untuk saling berbalas pesan singkat melalui aplikasi social media dengan bumbu-bumbu pesan romantis. Itulah alasan mengapa musim hujan di Indonesia tidak kalah romantisnya dengan musim salju di negara-negara Eropa. Terlebih bagi mereka yang mempunyai pasangan atau mereka yang baru mulai melakukan PDKT alias pendekatan.

5. Menikmati suasana hujan di luar

Sekedar berdiam diri sambil menikmati pemandangan mendung dan rintik hujan di luar ruangan juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk merefsh pikiran yang penat. Biasanya suasana hati juga menjadi lebih kalem, apalagi sambil menghirup udara dingin musim hujan. Ngaku aja, kamu juga sering melakukannya setiap musim hujan padahal kamu sendiri sudah tau kalau pemandangan hujan selalu sama setiap tahunnya bukan?

6. Mencari pelangi saat hujan reda

Advertisement

Derasnya hujan pasti akan reda juga. Seperti sebuah pepatah yang mengatakan bahwa "badai pasti berlalu". Nah fenomena unik yang juga sering dicari seusai hujan reda bagi banyak orang di Indonesia adalah sebuah momen ketika pelangi dengan berbagai warnanya yang menarik perhatian melintang di langit. Selain instagramable, banyak orang juga merasa lebih tenang ketika melihat warna pelangi.

7. Lalu lalang orang dijalan dengan payung atau jas hujan

menikmati hujan

menikmati hujan via https://www.google.com.ua

Bagi pengendara kendaraan roda dua, musim hujan adalah musim yang kadang cukup merepotkan. Apalagi jika mereka sedang berada dalam perjalanan dan tiba-tiba hujan mengguyur dengan derasnya. Dan yang pasti dilakukan orang Indonesia adalah langsung buru-buru mengenakan jas hujan di pinggir jalan atau payung, bagi pejalan kaki yang tidak ingin diri mereka basah kuyup di jalan.

Terkadang tidak ratanya curah hujan dalam suatu kota di Indonesia juga cukup menggelikan bagi sebagian orang, ketika seorang pengendara motor masih mengenakan jas hujan di suatu wilayah yang tidak atau belum terguyur hujan seperti saat dirinya terguyur hujan di wilayah lain. Biasanya sih kebanyakan orang beralasan malas untuk berhenti dan melepas jas hujan mereka karena sedang terburu waktu.

8. Sukarelawan Ojek Gerobak

saling membantu

saling membantu via https://www.google.com.ua

Intensitas hujan yang tinggi dan buruknya saluran resapan di jalan raya, seringkali membuat jalanan kota-kota besar tergenang banjir yang cukup tinggi. Bahkan sampai bisa sampai setinggi paha orang dewasa. Tidak jarang, kendaraan roda dua pun banyak yang mogok karena pengendaranya terlalu memaksakan diri menerjang genangan banjir.

Padahal karburator pada sepeda motor sangat sensitif jika kemasukan air sedikit saja. Nah, biasanya ada nih orang-orang yang secara sukarela membantu para pengendara menyebrangi genangan banjir entah dengan menaikkan sepeda motornya ke gerobak sambil mendorongnya melewati banjir, atau yang cuma sebatas mendorong mobil yang mogok di tengah genangan banjir. Soal bayaran ada yang mematok tarif, seikhlasnya saja, atau bahkan mereka ikhlas membantu para pengendara roda dua dan empat untuk keluar dari genangan.

Untuk golongan usia, bisa dari anak-anak diatas 7 tahun sampai mereka yang berusia dewasa, dan mereka cuma membuka jasanya di musim hujan saja lho. Ternyata Indonesia juga tidak kalah dengan para atlet olahraga ekstrim luar negeri yang bisa menyeberangi laut sekian meter jauhnya ditengah deburan ombak dengan hanya menggunakan motor trail yang diberi alat khusus menyerupai papan ski air dibawah kedua rodanya. Dan bagi para relawan ojek gerobak, setidaknya ini menyadarkan bahwa Indonesia mempunyai banyak stok Pasukan Katak potensial yang tahan untuk berlama – lama di air. Selain itu tangguh untuk menghadapi segala rintangan tak terlihat tapi bisa terasa di dalam genangan banjir seperti pecahan kaca, paku, balok kayu, hingga logam berkarat yang sewaktu – waktu bisa melukai kaki mereka. Luar biasa.

9. Ojek Payung

Ada lagi nih yang cuma ada pas musim hujan aja, dan kadang mereka juga sangat membantu para pejalan kaki atau mereka yang baru turun dari mobil tapi lupa membawa payung. Umumnya mereka ada di sekitar tempat-tempat perbelanjaan, stasiun, terminal atau tempat-tempat yang membutuhkan waktu bagi seseorang untuk menyebrang atau setelah mereka turun dari kendaraan, untuk sampai ke suatu lokasi.

10. Hujan-hujanan

Walaupun sudah berkali-kali kena omelan dan ceramah orang tuanya, ada aja akal anak-anak Indonesia yang bisa membuat kedua orang tua mereka kecolongan. Masalahnya bukan terlalu posesif pada anak, tapi kebanyakan orang tua enggan mengeluarkan biaya untuk membeli obat flu dan yang jelas cucian baju kotor bertambah. Biasanya sih, bilangnya main ke rumah temen sebelah sebentar, tapi ternyata semua itu sudah terencana dengan rapi hanya untuk hujan-hujanan di sekitar komplek atau lingkungan kampung. Atau pura-pura di rumah sembari menunggu orang tua mereka tertidur pulas, barulah mereka bisa mencuri waktu untuk bertemu teman-teman sesama minat dan hobi demi merasakan derasnya guyuran air hujan.

Bisa juga diakibatkan ketidak kompakan kedua orang tuanya, ketika salah satu dengan sekuat daya melarang anaknya keluar rumah untuk hujan-hujanan, ketika si anak meminta ijin salah satu orang tuanya lalu mengatakan "iya boleh". Setelahnya, terkadang akan ada susulan gemuruh petir dari dalam rumah soal adu argumen mengapa dibolehkan dan tidak dibolehkannya si anak hujan-hujanan. Sementara si anak riang gembira diluar sana bersama kawanannya.

Tak jarang, bahkan usia remaja dan dewasa kadang masih ingin bernostalgia bagaimana rasanya hujan-hujanan sampai besoknya pilek. Bahkan ada juga yang sampai membawa shampoo untuk merasakan sensasi keramas dengan ekstrak air hujan, yang dipercaya cara ini konon katanya bisa mengurangi efek pusing setelah berjam-jam diguyur air hujan. Katanya.

11. Main perahu kertas

perahu kertas

perahu kertas via https://www.google.com.ua

Genangan air yang ada di sekitar lingkungan rumah, biasanya memacu imajinasi anak-anak yang seolah rumah adalah rumah apung yang berada di sekitar area sungai. Nah, dari imajinasi surealis ini ternyata kreatifitas pun berlanjut untuk membuat salah satu karya origami, seperti sebuah perahu kertas. Ya memang kebanyakan mereka akan minta dibuatkan dulu oleh mereka yang lebih dewasa, tapi sekalinya mereka bisa jangan heran kalau stok kertas dalam buku tulis atau kertas A4 tiba-tiba berkurang drastis.

Dan memang lajunya tidak sekencang perahu yang menggunakan layar ketika terkena angin laut, malahan perahu kertas karya anak-anak lebih sering karam lebih dulu sebelum berakhir ke lubang selokan atau bagian depan rumah tetangga. Tapi setidaknya bahagia bagi mereka adalah sesederhana mereka bisa menghanyutkan perahu kertas di atas genangan banjir komplek perumahan atau perkampungan.

12. Bermain sepak bola

Umumnya olahraga sepak bola lebih enak dimainkan saat cuaca sedang cerah-cerahnya. Selain pergerakan si kulit bundar lancar tanpa tertahan genangan air hujan di beberapa bagian rumput lapangan, kemungkinan untuk terserang penyakit flu pun lebih minim. Anehnya anak-anak dan usia remaja di Indonesia lebih senang melakukannya saat hujan sedang deras-derasnya. Alasannya, adalah lebih seru dan menantang. Padahal noda dari air kotor yang berada di lapangan tidak jarang susah dihilangkan, terlebih bagi mereka yang masih memakai seragam sekolah. Dan itu adalah salah satu pemantik emosi dari Ibu mereka, yang mungkin ini juga menjadi alasan mengapa angka penderita hipertensi wanita di Indonesia meningkat pada musim hujan.

Sepatu tidak ada fungsinya dalam sepak bola tarkam di tengah guyuran hujan. Dan batas selesainya permainan hanyalah sampai Adzan maghrib berkumandang atau ketika beberapa pemain dipulangkan paksa oleh orang tua mereka yang menjemput langsung mereka ke lapangan. Bahkan setelah sampai rumah, tidak jarang beberapa pemain harus kembali ke lapangan untuk mengambil sandal mereka yang tertinggal sebagai pengganti nistar gawang. Gara – gara saking panik dan takutnya kena omelan yang lebih parah dari sambaran petir di tengah hujan badai. Sebagian dari kamu pasti masih ingat kan gimana ngerinya omelan emak-emak yang telah melahirkanmu semasa kecil itu ?

13. Renang di Tengah Genangan Banjir

Mungkin karena lebih berhemat untuk pengeluaran sewa kolam renang umum, inilah yang membuat anak-anak Indonesia juga semakin mempunyai jiwa yang menyatu dengan alam dengan berenang di tengah genangan banjir yang tingginya bisa sampai batas pinggang atau dada orang dewasa. Biasanya paling banyak terjadi di kota-kota besar dengan saluran drainase yang tidak terkoodinir dengan baik. Walaupun terlihat menyenangkan dan lucu bagi mereka, sebenarnya air genangan banjir itu sangat kotor dan bisa menyebabkan beberapa gangguan penyakit kulit hingga diare.

14. Selfie di tengah lokasi banjir

Banjir yang sampai meluap, pastinya menyulitkan bagi kebanyakan orang yang berada di sekitar area lokasi. Selain bisa sampai masuk ke rumah, akses transsportasi pun jadi sangat terganggu. Tapi tidak bagi sebagian orang dewasa dan anak-anak Indonesia. Malahan ini adalah momen-momen candid yang bisa mereka unggah ke media sosial. Ya kebanyakan memang hanya bertujuan untuk iseng saja. Tapi kadang mereka juga curi-curi kesempatan dengan pura-pura lewat di belakang reporter atau melambai-lambaikan tangan ke kamera sembari meringis kepada salah satu kameramen stasiun televisi lokasi untuk melaporkan kondisi langsung dari lokasi banjir.

15. Mancing

Memancing memang adalah salah satu olahraga yang tidak terlalu sulit sekaligus menyenangkan. Yang membedakan adalah kemampuan seseorang soal kemahiran mencari spot yang sekiranya banyak terdapat ikan yang bisa diangkat ke atas. Kerennya, sebagian anak-anak dan orang dewasa di Indonesia pun memanfaatkan banjir sebagai tempat yang mungkin bisa menghasilkan banyak ikan dari aktifitas mancing mania mereka. Dan mungkin juga, mereka terinspirasi pemancing-pemancing handal di luar negeri yang bisa mendapatkan ikan bahkan dari genangan air kecil di tengah rawa sekalipun dengan alat pancing yang sederhana. Ya walaupun masih banyak yang mendapat hasil nihil, tapi sebuah kesabaran setidaknya bisa dilatih lewat aktifitas memancing mereka.

16. Menanam pohon pisang di genangan air pada jalan yang berlubang

jalan berlubang

jalan berlubang via https://www.google.com.ua

Pisang adalah salah satu tumbuhan iklim tropis yang bisa tumbuh subur di tanah Indonesia. Bahkan beberapa daerah di Indonesia sendiri memiliki jenis pisang masing-masing dan juga cukup unik. Lain halnya dengan budidaya pohon pisang dalam dunia pertanian, momen-momen saat musim hujan ini terkadang dimanfaatkan sebagian orang di Indonesia untuk menyuarakan protes terhadap buruknya kinerja pemerintah daerah ataupun pemerintah di tingkat kota yang membiarkan aspal jalan berlubang begitu saja tanpa melakukan perbaikan.

Padahal lubang-lubang di aspal jalan yang digenangi air saat air hujan banyak memicu terjadinya kecelakaan tunggal maupun kecelakaan beruntun. Maka dari itu, ada baiknya jika anggaran dana di daerah bisa digunakan sebaik-baiknya dan tepat guna bagi kepentingan masyarakat. Kalau banyak aspal jalan yang dibiarkan berlubang atau bergelombang tanpa adanya perbaikan, kira-kira dikemanakan ya uang rakyat berupa pajak yang rajin disetor selama ini ?

17. Makan makanan berkuah

mie instan rebus

mie instan rebus via https://www.google.com.ua

Walaupun kadang perut terasa kenyang, udara dingin saat hujan deras mengguyur, pasti banyak dari kalian yang masih ingin menambah porsi makan lagi bukan ? Ngaku aja pasti kamu sering tidak kuasa jika dihadapkan dengan semangkuk mie ayam, menu chinesee food berkuah, mie atau bakmi kauh jawa, maupun semangkuk bakso yang masih anget – angetnya kan ? Apalagi jika sudah dihadapakan dengan sebuah makanan cepat saji asli produk Indonesia yang hampir dari sabang sampai merauke sudah terjangkau oleh berbagai kalangan. Bahkan, sudah sampai go internasional dan menjadi bisnis makanan sukses di Nigeria lho. Identiknya, mie instan adalah salah satu makanan instan paling fenomenal di akhir bulan terutama bagi mereka yang tinggal di perantauan. Siapa sih yang nggak nggak berselera dengan semangkuk mie rebus instan di kala hujan ?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya