Majemuknya suku yang ada di Indonesia, mempunyai dampak lain terhadap beragamnya juga jenis kulinernya. Tapi walaupun demikian, sebagian banyak lidah orang Indonesia bisa menyesuaikan rasa makanan dari daerah lain dan malahan tak jarang beberapa daerah memiliki kesaamaan dalam bentuk penyajian hanya saja memiliki ciri khas cita rasanya masing-masing.

Seperti halnya rujak, kudapan yang berbahan sayur maupun buah-buahan ini adalah kudapan yang juga mempunyai banyak penggemar di Indonesia. Mulai dari penyajian rujak dengan bahan-bahan yang seadanya saja, sampai penyajian yang memadukan jenis buah dan sayuran yang lengkap.

Dikenal dengan nama yang sama, masing-masing daerah memiliki cita rasanya masing-masing. Semisal rujak buah, rujak asin, rujak cingur, rujak juhi, rujak es, rujak serut, rujak soto dan masih banyak lainnya yang menjadi warisan kuliner dari nenek moyang terdahulu.

Makanan ini sangat mudah dijumpai hampir di sekitar lingkungan tempat seseorang tinggal. Tapi soal jaminan rasa, biasanya penjual yang berasal dari daerah asal kuliner rujak tersebut sangat menjaga kualitas cita rasa rujak khas daerahnya. Sebaliknya, konsumen yang juga asli dari suatu daerah yang mempunyai jenis rujak khas asli daerahnya, biasanya mereka juga sangat mengerti soal penjual rujak yang memodifikasi cita rasa rujak sehingga tidak seenak rujak yang asli dari daerah mereka. Dengan kata lain, bagi penikmat kuliner lidah memang tidak bisa bohong.

Adapun soal kenikmatan menikmati kuliner rujak, faktor suasana dan hawa dan musim juga sangat berpengaruh pada nafsu makan kebanyakan orang. Rasa pedas dan asam dari sambal rujak yang mampu membuat keringat berjatuhan adalah kenikmatan tersendiri menurut sebagian banyak orang. Berikut waktu-waktu tertentu yang bisa menambah kenikmatan menikmati kuliner rujak menurut orang Indonesia.

1. Musim hujan

Salah satu musim yang biasanya mampir di Indonesia di akhir tahun ini, menurut kebanyakan orang Indonesia sangat menambah selera “ngerujak” mereka di tengah hawa dingin khas musim hujan. Rujak manis atau rujak serut yang terbuat dari campuran buah segar dengan rasa asam dan manis atau ini biasanya lebih diminati di kala hujan. Tentunya dengan tingkat kepedasan sambal atau kuah rujaknya yang cukup membuat orang berkeringat.

2. Saat sedang ada acara berkumpul atau reuni

meet up ibu – ibu via https://www.google.com.ua

Biasanya, faktor banyaknya peserta yang ikut melahap kudapan rujak, otomatis semakin meningkatkan semangat para penikmat rujak untuk lebih menambah porsi bahan rujaknya. Bahkan tidak jarang acara “ngerujak” ini diselenggarakan secara dadakan saat bosan dengan suasana yang sebatas mengobrol bersama saja. Kadang selain tanpa krupuk, berkurangnya selera makan sebagian banyak orang Indonesia juga disebabkan aktifitas makan bersama yang tidak dibarengi dengan obrolan-obrolan ringan hingga yang bisa bercabang-cabang topiknya.

3. Saat sedang musim beberapa jenis buah tertentu

rujak pencit via https://www.google.com.ua

Advertisement

Buah adalah salah satu makanan alami yang mengandung bermacam nutrisi dan vitamin yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Tentunya jika porsinya pas dan tidak berlebihan dan sesuai kebutuhan tubuh. Buah segar yang baru dikupas biasanya akan langsung dimakan begitu saja karena sebagian banyak orang lebih berselera memakan buah dengan bentuk dan rasa aslinya. Namun terlalu sering mengkonsumsi dengan cara yang sama, terkadang juga membuat sebagian banyak orang Indonesia merasa bosan dan ingin sebuah variasi.

Semisal penambahan saus dari perpaduan petis, gula merah, kacang, dan cabai yang menambaha rasa pedas seperti umumnya kuliner rujak. Dan ketika sedang ada musim beberapa jenis buah segar yang biasa digunakan bahan rujak disaat bersamaan, sayang rasanya jika hanya dikonsumsi begitu saja dan tidak “dirujak” ketika ada acara berkumpul bersama teman atau keluarga saja.

4. Musim panen di kebun milik teman atau saudara

panen kedondong via https://www.google.com.ua

Melimpahnya hasil panen atau sayuran biasanya akan membuat petani tidak akan menjual terlalu mahal hasil kebunnya yang berupa sayuran atau buah-buahan. Nah, biasanya ini juga dijadikan sebagai sebuah agenda khusus untuk meminimalkan pengeluaran banyak teman lainnya. Atau secara sukarela si pemilik hasil kebun malah membuat acara ngerujak bersama. Rejeki semacam ini tidak mungkin ditolak, khususnya bagi mereka para anak kos. Kapan lagi acara “ngerujak” hanya tinggal menyediakan tempat, kerupuk pasir, atau bahkan untuk sambal rujaknya saja?

5. Emosi

Advertisement

Entah kenapa sebagian banyak perempuan Indonesia melampiaskan emosi yang sudah mendidih dalam diri mereka dengan makanan dengan rasa pedas. Sendiri ataupun bersama-sama tidaklah menjadi masalah. Jangan heran ketika seorang perempuan sedang stres, 10 hingga 20 cabai bisa mereka jadikan sebagai tingkat kepedasan super untuk melampiaskan segala amarah di jiwa. Dan salah satunya dengan acara “ngerujak”.

6. Pasca menstruasi

Menstruasi adalah suatu fase penyesuaian organ dalam tubuh wanita yang dialami setiap perempuan setiap bulannya, bagi mereka yang sudah melewati masa pubertas. Nah selain rasa nyeri yang seringkali ditimbulkan ketika masa menstruasi, emosi dalam diri perempuan biasanya juga tidak stabil dan lebih mengarah ke emosi yang sangat sensitif. Untung Indonesia mempunyai warisan menu kuliner rujak yang bisa meredam, yang setidaknya kaum laki-laki tidak terlalu banyak menjadi korban pelampiasan amarah mereka. Walaupun umumnya kaum perempuan lebih puas jika melampiaskannya kepada kaum laki-laki yang tidak menahu soal bagaimana gunung berapi bisa meletus setiap bulannya.

7. Ibu hamil yng sedang dalam masa ngidam

Masa kehamilan bagi para wanita adalah masa yang juga bisa memunculkan selera makan yang sangat tidak terprediksi dari kewajaran menu makanan yang umunya dikonsumsi manusia biasa. Saat ibu hamil sedang ngidam, mereka bisa meminta suatu makanan aneh dengan kadar paksaan yang harus dipenuhi sang suami. Semisal sebuah rujak, yang bahan-bahan rujaknya kadang sangat tidak umum. Seperti kedondong yang harus dipetik langsung dari kebunnya, atau mangga pencit yang cuma tumbuh di tengah padang rumput Gabon.

8. Minggu siang yang panas

Teriknya matahari siang via https://www.google.com.ua

Dan waktu-waktu tertentu bagi orang Indonesia yang digunakan untuk menyantap rujak, adalah saat seorang pedagang rujak keliling menyeru-nyeru dari luar rumah untuk menjajakan dagangannya. Mau tidak mau dan selera atau tidak selera, biasanya kebanyakan orang akan tetap tertarik untuk membelinya. Bisa saat karena cuaca sedang panas-panasnya di hari minggu dan butuh rujak yang segar, atau karena kasihan melihat dagangan si penjual rujak masih menumpuk. Soal kenapa hari Minggu yang jadi pilihan, karena weekend adalah waktu yang santai walaupun memungkinkan hari-hari biasa juga meningkatkan selera "ngerujak" seseorang. Ya memang kadang-kadang memang seperti demikian, sebagian orang tidak membeli suatu makanan hanya karena kepingin saja.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya