Manusia memang nggak ada puasnya. Sudah memiliki yang diingini, ngotot ingin punya yang lainnya lagi. Sudah bisa meraih sesuatu, ingin tambah lagi prestasi baru. Sisi baiknya dari kepuasan yang tak ada batasnya ini adalah bisa dijadikan modal untuk membangkitkan semangat dan motivasi. Namun sisi buruknya, kalau tak disikapi dengan benar, kamu malah akan menjadi seseorang yang tamak dan besar kepala. Bahkan dalam hal-hal yang sederhana saja, kamu bisa merasa superior daripada yang lainnya.

Seperti hal-hal di bawah ini yang sering kali membuat seseorang (termasuk kamu) melayang di awang-awang. Padahal kalau dilihat lagi, hal-hal tersebut merupakan sesuatu yang biasa sekali terjadi. Hanya kamu saja yang terlewat besar kepala dan merasa paling-paling sendiri.

1. Tak perlu besar kepala kalau kamu bisa kuliah lalu jadi sarjana. Toh sebenar-benarnya hidup baru dirasakan setelah kamu melepas toga

Sarjana nggak hanya kamu soalnya 🙂 via www.unsplash.com

Advertisement

Gini-gini aku kan sarjana!

Kalau kamu terus menerus ingin membanggakan tambahan gelar di belakang namamu, boleh-boleh saja. Namun kamu ingat, kalau sarjana itu tak hanya kamu saja. Di luar sana ada puluhan ribu sarjana dan hampir sebagian besar masih jatuh bangun dalam hidupnya. Kamu yang masih hangat bau toga, harusnya sih tak perlu sampai segitunya. Toh sebenar-benarnya hidup baru akan kamu rasakan setelah melepas toga. Yakin kamu masih bisa besar kepala kalau gelar sarjanamu ini tak kunjung mempertemkukanmu dengan pekerjaan pertama?

2. Memiliki satu keahlian harusnya membuatmu haus ilmu lebih banyak lagi. Bukan malah membuatmu jadi seseorang yang tinggi hati

Harusnya buatmu lebih haus ilmu lagi via www.unsplash.com

Katakanlah kamu jago menulis. Apapun yang kamu tulis selalu laku dan bisa terus menjaring para pembaca baru. Buku-bukumu laku keras. Pun apapun yang kamu tulis di media sosial selalu banjir like dan komentar. Namun, bukannya mengasah keahlianmu di bidang lain, kamu justru tenggelam dengan satu hal ini saja.

Advertisement

Kamu tenggelam karena terus merasa tinggi hati karena udah bisa menjadi seorang penulis ternama. Padahal satu keahlian saja rasanya masih tak cukup untuk menopang hidup ini. Pun saat kamu sudah menguasai satu hal, harusnya makin buatmu penasaran dengan hal-hal lain. Bukannya malah tinggi hati seperti ini.

3. Punya pacar dan sudah tahunan menjalin hubungan, lantas membuatmu merasa paling bersinar di tengah mereka yang masih sendirian

Hi Sobat Jombloku~ via www.nessakphotography.com

Aduh rasanya mukaku lebih glowing ya kalau lagi di tengah-tengah kaum jomblo kayak gini?

Bagimu punya pacar adalah sebuah prestasi tersendiri. Apalagi kamu berhasil mempertahankan hubunganmu sampai tahunan lamanya. Kamu jadi merasa jadi panutan dan terlihat stunning di antara mereka semua. Padahal punya pacar dan hubungan tahunan itu merupakan hal yang biasa. Selain kamu, mungkin ada ribuan pasangan yang juga berhasil sampai ke sana. Rasanya tak perlulah sampai besar kepala hanya karena dua hal ini. Toh masa depan nggak ada yang tahu. Hubungan tahunan dan pacar yang kamu sombongkan ini belum tentu selamanya ada di tanganmu.

4. Memiliki teman sepermainan yang katamu paling solid sedunia. Toh akan ada masanya mereka pergi satu per satu darimu

Tunggu aja saat dimana mereka pergi satu persatu via www.unsplash.com

Tiap unggah foto jalan sama gengmu ini, kamu sampai membuat tagar sendiri. Pun keterangan di setiap fotonya kamu tulis sebagai #BFF dan #TakkanTerganti. Hal ini kamu lakukan karena merasa pertemananmu ini paling solid sedunia. Rasanya nggak ada yang bisa menandingi pertemanan kalian. Kalau kamu terus seperti ini, mungkin suatu saat nanti kamu akan kecewa sekali. Sebab akan ada saatnya teman-temanmu itu akan pergi.

5. Bekerja kantoran dan pakai pakaian formal sehari-hari. Kamu jadi merasa orang paling sibuk dan harus dihormati

Penampilan formal buatmu merasa
harus dispesialkan via www.unsplash.com

Eh sorry, sorry. Tadi abis meeting sama klien trus kejebak macet. Tuh, kemeja gue juga jadi lecek gini.

Di setiap acara, kamu seperti berhak untuk datang terlambat dengan alasan sibuk, macet, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaanmu. Kamu merasa teman-temanmu harusnya maklum. Sebab di antara mereka kamulah yang memiliki pekerjaan paling mapan: kerja kantoran, pakai seragam, dan sibuk meeting sana-sini. Padahal seharusnya semakin mapan pekerjaanmu, semakin kamu harus mengayomi teman-temanmu. Bukan makin besar kepala dan gila hormat seperti ini.

6. Rasanya kurang bijak jika kamu jumawa karena jumlah pengikut di sosial media. Bukankah itu tak berarti apa-apa kalau dirimu kesepian di dunia nyata?

Bentar lagi udah 1M pengikutnya~ via www.unsplash.com

Tiap melihat media sosial, kamu senyum-senyum sendiri. Apalagi dengan ratusan ribu pengikut yang menghiasi halaman profilmu. Kamu merasa ada kebanggaan tersendiri karena banyak orang yang selalu ingin tahu tentang hidupmu di sana. Pun dengan banyaknya tawaran endorse yang buatmu makin hits saja. Bikin kamu merasa jadi ‘artis’ dan memang layak diistimewakan. Padahal semua itu tak berarti apa-apa kalau di kehidupan nyata kamu justru merasa sendiri.

Mulai dari gelar sampai jumlah pengikut di media sosial, itu semua tak seharusnya membuatmu besar kepala. Justru harusnya membuatmu lebih mawas lagi karena setiap hal tersebut memiliki tanggungjawab dan risikonya sendiri. Pun bukanlah kita-kita ini hanya setitik hal yang diberi nyawa? Tak punya hak untuk besar kepala apalagi sampai tak memanusiakan sesama.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya