Selama ini millennial selalu jadi sorotan generasi sebelumnya. Gerak-geriknya selalu jadi buah bibir. Mungkin ini nggak terlepas dari perilakunya yang kerap bikin orang dewasa geleng-geleng kepala. Sampai-sampai ada yang mengaitkan millennial dengan generasi micin, dan ini jelas berkonotasi negatif, menyiratkan kebodohan.

Kadang-kadang kita jadi suka gerah sendiri dengan stigma negatif yang terlanjur melekat pada millennial. Memang mungkin ada milenial yang semacam itu, cuma ‘kan nggak semuanya termasuk bagian dari itu. Nah untuk itu, demi memperbaiki reputasi diri serta millennial lain, kita mesti punya 6 sikap atau kepribadian baik semacam ini.

1. Menghormati orang yang lebih tua menjadi sikap langka. Padahal ini pun menunjukkan kepribadian yang mulia

Menghormati orang yang lebih tua via blog.via.com

Advertisement

Akhir-akhir ini millennial kembali disorot karena adanya kasus kesopanan. Kamu tentu tahu bukan fenomena murid yang menjahili gurunya yang ramai kemarin? Memang perilaku kurang ajar itu bukan kita yang melakukannya, tapi entah mengapa kita juga yang kena imbasnya. Beberapa orang tua bilang “dasar anak zaman sekarang”.

Nah sebagai millennial yang baik, hendaknya kita memperhatikan kesopanan dalam setiap langkah. Taruh hormat kepada siapapun. Utamanya orang yang lebih tua. Apalagi guru dan orang tua. Itu wajib hukumnya.

2. Kurangi nyinyir di postingan orang sedikit membantu memulihkan ketegangan yang terjadi di media sosial akhir-akhir ini

Kurangi berkomentar via www.unsplash.com

Gemar nyinyir jadi salah satu kebiasaan yang berkembang di era media sosial ini. Kebiasaan berkomentar negatif ini meresahkan banyak pihak sebab memicu kebencian dan perpecahan. Kalau ditilik kembali sebenarnya berkomentar memang hak setiap orang, cuma yang jadi masalahnya adalah seringkali komentar yang diberikan adalah komentar negatif dan ditujukan kepada orang nggak dikenal.

Advertisement

Nah sebagai millennial sekaligus agent of change, sudah seharusnya kita menjadi teladan dengan mencontohkan sikap bermedia sosial yang baik. Kalau mau berkomentar, ya berkomentarlah dengan cara yang baik.

3. Nggak main gawai sendiri saat nongkrong menunjukkan bahwa kita menghargai waktu dan pertemuan

Nggak autis sendiri via www.pexels.com

Millennial dengan gawai adalah dua hal yang sukar dipisahkan. Namun perlu disadari, bahwa secara nggak langsung gawai telah mengubah budaya pertemanan, khususnya saat nongkrong. Sekarang orang lebih memilih untuk asyik sendiri dengan gawainya saat kumpul.

Jauhkan gawainya saat kumpul. Ajak teman kita untuk melakukan hal yang sama. Bikin peraturan kecil yang bisa mengakomodasi hal tersebut. Inilah langkah kecil untuk menghargai waktu dan pertemuan.

4. Menjadi diri sendiri di manapun kamu berada, entah di dunia nyata maupun maya. Sebab sudah banyak orang yang palsu di era digital ini

Jangan palsu jadi orang via www.pexels.com

Media sosial berubah menjadi wadah di mana banyak orang melakukan pencitraan. Untuk sebagian alasan mungkin ini baik, tapi seringkali berujung buruk. Banyak yang berlebihan dalam melakukan pencitraan. Mulai dari berpura-pura kaya, sering pamer saat berbuat baik, dan lain-lain.

Sebagai generasi milenial, alangkah baiknya kita nggak terjebak melakukan hal yang sama. Jangan jadi palsu hanya demi like dan komentar orang lain. Jangan bohong cuma gara-gara ingin populer. Jadilah diri sendiri dan apa adanya. Percayalah, itu akan lebih dihargai.

5. Sebagai milenial sudah semestinya kita menerima segala perbedaan. Sudah terlalu banyak perselisihan yang mengganggu ketentraman

Bhinneka tunggal Ika via www.dennysiregar.com

Masalah toleransi juga jadi masalah milenial. Banyak perseteruan yang diakibatkan mereka yang nggak siap menerima perbedaan. Sebagai milenial kita mesti bijaksana dalam menyikapi perbedaan.

Jangan gampang menyalahkan mereka yang nggak sependapat denganmu. Orang diciptakan berbeda-beda, maka kita semestinya paham, bahwa wajar jika ada pendapat atau keyakinan yang berbeda.

6. Lebih peka terhadap masalah lingkungan, seperti melakukan hal-hal kecil yang bisa mengubah keadaan

Peduli terhadap alam via rolefoundation.org

Lingkungan juga menjadi masalah yang sedang hangat diperbincangkan. Meski ini masalah semua orang, namun sebagai milenial kita perlu ambil bagian. Berikan sumbangsih kepada lingkungan. Mulailah dengan hal terkecil semacam buang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, sampai mengurangi konsumsi rokok untuk mencegah pemanasan global.

Stigma buruk yang sudah terlanjur tersemat pada milenial sejatinya masih bisa kita perbaiki dengan senantiasa menyebarkan kebaikan. Mulai lakukan perubahan pada diri. Buat orang lain terinspirasi dengan sikap dan usaha yang kebaikan yang kita lakukan. Karena kebaikan bisa mewakili citra milenial yang lain.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya