Apa impianmu?
Bukankah susah, mempertahankan sebuah impian?
Harus jatuh beruang kali dan memendam sedih bertubi-tubi.
Meski terjal jalan yang harus dilalui, aku memilih untuk menjadi berani.
Apa mimpimu? Kalau aku menjadi dokter.

Aku percaya kalau Semesta selalu mampu membawa kita pada banyak mimpi. Tak hanya sekadar cita-cita yang lahir dari imajinasi saja, tapi juga hal-hal yang munurut kita pantas dicoba. Kita mungkin pernah menulis harapan pada selembar kertas yang telah usang. Entah hari ini masih kamu simpan atau memang sengaja dibuang. Yang jelas, Semesta akan mengikuti keinginanmu, sejauh apa pun itu.

Advertisement

Tak cuma cita-cita saja yang harus kamu pelihara, tapi juga alasan di baliknya. Bukannya aku tidak percaya, tapi cita-cita bukanlah angan-angan kosong belaka. Banyak alasan yang harus membuatnya semakin terpelihara, biar harimu dipenuhi dengan usaha dan tak sia-sia. Beberapa hal ini harus kamu ingat, sebelum harapanmu patah karena takdir yang akhirnya membantah.

1. Kenali dirimu, pahami apa yang benar-benar kau sukai. Karena hidup dan masa depan bukan cuma soal ikut-ikutan ~

Kenali dirimu via unsplash.com

Pastikan kamu benar-benar mengenal siapa dirimu yang sesungguhnya. Belasan tahun kamu hidup di dunia, apa saja hal-hal yang kamu sukai dan kamu benci? Kamu sendiri yang bisa menjawabnya. Bukan guru atau orang tuamu, apalagi pacarmu. Kenali potensimu sejak dini, biar tak gegabah memetakan mimpi.

2. Baca buku sebanyak-banyaknya. Kalau kamu belum mengenal dirimu sesungguhnya, mungkin buku bisa memberi pertanda

Bacalah beberapa buku, siapa tahu bisa mengenali dirimu. via unsplash.com

You are what you read, begitu kata beberapa orang.

Advertisement

Kalau kamu masih belum mampu mendefinisikan dirimu yang sesungguhnya, cobalah baca banyak buku. Kamu akan tahu dirimu setelah menentukan buku genre apa yang sangat suka kamu baca. Kalau kamu tertarik membaca buku-buku sosial dan ternyata tidak nyaman membaca buku-buku kesehatan, jangan paksakan hatimu menunjuk kedokteran sebagai fakultas impian. 🙂

3. Tunjukkan pada Semesta, seberapa besar kapasitasmu sesungguhnya!

Ayo, yakinkan Semesta! via unsplash.com

Semesta juga harus tahu kapasitasmu. Tak cuma berdoa saja, tapi lihat juga kenyataannya. Bermimpi mungkin boleh setinggi langit, tapi jauh di lubuk hatimu, hanya kamu yang tahu. Kalau memang kamu belum bisa menghitung logaritma, ya belajarlah sampai kamu bisa. Setelah bekalmu cukup, katakan pada dirimu sendiri bahwa kamu siap untuk menentukan cita-cita. Tapi, kalau kamu tidak bisa menaklukkan soal logaritma yang menjadi dasar matematika dan tetap bersikeras jadi dokter tanpa menguasai bidang studi lainnya, bersiaplah menerima segala risiko yang ada. Semesta tak akan salah menuntun jalanmu. Maksimalkan dulu usahamu.

4. Ketahuilah bahwa kamu bukan pertunjukan satu babak yang dinikmati banyak orang

Abaikan suara negatif! via unsplash.com

Tak perlu menghiraukan omongan orang. Percayalah masa depanmu hanya kamu saja yang bisa menentukan. Bukan cuma tentang rasa iba dari para tetangga atau berisiknya gosip yang beredar di grup-grup WA, tapi semua mimpi yang kamu punya memang sengaja kamu bangun untuk menggapainya. Percayalah Tuhan tak akan tidur. Jangan berkecil hati cuma kerena masalah ini. 🙂

5. Jangan pernah meremehkan dirimu sendiri. Biarkan usahamu menjadi bukti dari hasil yang selalu kamu inginkan

Percayalah pada dirimu sendiri! via unsplash.com

Kalau kamu sudah menentukan mimpimu dengan sungguh-sungguh, jagalah itu tetap utuh. Larang hal-hal yang tidak penting untuk datang. Jangn biarkan mereka membuatmu goyah hanya karena tidak senang. Semua ini tentang masa depan yang kamu inginkan. Sekalinya gagal, kamu harus bersyukur karena setidaknya mimpi-impi itu selalu membuatmu bahagia.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya