Semangat memang bukan sesuatu yang stabil seperti harga logam mulai. Ada kalanya semangat menggebu-gebu hingga kerja tak kenal waktu. Namun, di saat yang lain motivasi bangun di pagi hari ada di titik minus satu. Rasanya jengah, lelah, dan malas untuk berkutat dengan rutinitas yang sama setiap harinya. Bisa nggak sih, kaya tanpa harus kerja?

Dulu, membaca berbagai kalimat motivasi membuat jiwamu menggelegak. Rasa malas dan lelah itu seketika menghilang, karena mendadak kamu dikuatkan dari dalam. Namun, sekarang kalimat motivasi terasa hambar. Tetap indah dan penuh semangat, hanya saja tak bisa membuat semangatmu kembali tergugah. Bila ini terjadi padamu, mungkin kamu bisa mengganti motivasi dengan realita miris yang terjadi sehari-hari. Coba deh, kalau ingat hal-hal ini, masa kamu masih akan malas-malasan lagi?

1. Meski kamu nggak kerja, tagihan kartu kredit bakal tetap datang tiap bulannya

tagihan sudah datang~~ via www.pexels.com

Advertisement

Bayangkan bila suatu hari kamu dikejar-kejar oleh debt collector karena kamu belum membayar tagihan bulanan. Atau bila bukan soal kartu kredit, bayangkan suatu hari ibu kostmu menggedor-gedor pintu kamar dan menagih bayaran kostan yang menunggak tiga bulan. Horor nggak? Tagihan-tagihan yang nggak ada kompromi ini adalah alasan kenapa kamu harus bangun pagi dan kerja dengan semangat. Jangan sampai telat, karena nanti bisa potong gaji dan akhirnya bujet yang sudah kamu atur jadi berantakan. Hadeeuuhh~

2. Orangtua udah membayari hidupmu sekian lama. Masa soal nikah masih mau beratin mereka juga?

masa mau repotin orangtua terus? via pixabay.com

Dari sejak dalam kandungan hingga akhirnya kamu punya gaji bulanan, orangtua sudah mengeluarkan banyak biaya untukmu. Masa sih, kamu masih ingin membebani mereka dengan biaya nikahan? Ya bukannya nggak boleh, tapi apa kamu nggak ingin menyiapkan pesta resepsi sesuai keinginanmu? Sesuai bujet yang kamu punya? Semisal mengandalkan orangtua, tentunya kamu harus pengertian juga soal biaya ‘kan? Beda dengan tabungan sendiri. Kamu akan lebih fleksibel serta lebih bisa menerima dan menyesuaikan diri dengan dana yang kamu punya.

3. Ingat, harga properti selalu naik dan di masa depan pasti semakin mahal. Masa selamanya mau ngekos dan bayarin rumah orang?

harga properti mahal via pixabay.com

Pengin deh coba nyicil properti. Masa umur segini dan udah kerja cukup lama, nggak ada bekasnya itu gaji bulanan. Tapi gimana ya? Belum punya duit juga sih.

Advertisement

Familier dengan dialog di atas? Yap, kita sering menunda-nunda untuk berinvestasi properti dengan alasan belum ada dana. Tapi kamu nggak lupa kan kalau harga properti itu pasti semakin mahal setiap tahunnya? Jadi menunda sekarang belum tentu kamu akan dapat yang lebih murah di tahun-tahun mendatang. Masa iya, kamu ingin ngekos atau sewa rumah selamanya? Kan sayang. Solusinya apa? Bangun, kerja, hemat, dan nabung~

4. Meski harganya paling 15 ribuan, kebutuhan “ngopimu” itu tiap bulan cukup mahal. Masih mau malas-malasan?

biaya ngopi juga mahal via www.pexels.com

Enaknya zaman sekarang, banyak kedai-kedai kopi yang harganya terjangkau. Cukup beli satu gelas seharga 15-25 ribuan sudah bisa numpang wifi gratis untuk eksis. Tapi meski hanya 20 ribuan kalau setiap hari ‘kan lumayan juga. Jumlahnya saja sudah 600.000. Sementara hari terasa kurang lengkap kalau belum ngopi. Duh, masa masih mau malas-malasan? Nggak bisa ngopi-ngopi cantik sambil numpang wifi gratis (sekaligus berfoto dan update instastory) lo nanti ;p

5. Katanya pengin bahagiain orangtua. Nggak pengin gitu, sesekali ajakin mereka jalan-jalan?

Nggak pengin ajak mereka jalan-jalan? via www.pexels.com

Masih ingat nggak dulu tekadmu ketika belum lulus kuliah? Ingin segera mandiri secara finansial, supaya nggak merepotkan orangtua lagi, sekaligus bisa nyenengin orangtua dengan hal-hal sederhana. Namun, setelah sekian lama, ternyata keinginan itu belum terwujud juga. Jangankan membelikan mobil atau membiayai umrah, ngajak jalan-jalan pas lebaran saja kadang bisa kadang nggak. Tetapi, yakin nih nggak ada keinginan untuk mewujudkan hal ini?

6. Hari tuamu butuh biaya. Ingat, bahwa usia produktifmu terbatas dan belum tentu kamu bisa kerja sampai tua

Hari tuamu butuh biaya via pixabay.com

Harus diakui bahwa manusia hidup dibatasi usia. Kelak saat tulang-tulangmu sudah sering rematik dan pandangan mulai kabur, mau tidak mau produktivitasmu berkurang. Namun, hidup kan tetap berjalan. Kamu tetap butuh biaya untuk hidup di hari tua, saat kamu nggak lagi sanggup bekerja. Belum lagi masalah-masalah kesehatan di usia tua. Satu-satunya cara ya mempersiapkan segalanya selagi masih muda. Supaya nanti di usia senja, kamu bisa duduk nyaman di kursi goyang, menikmati hasil kerja kerasmu saat ini. Ya ‘kan?

7. Harga skincare mahal lo. Ingat, semakin bertambah usia semakin kulit perlu perawatan

skincare mahal via unsplash.com

Skincare adalah sebuah kebutuhan, setuju? Makeup nggak akan jadi solusi untuk selamanya, karenanya kita butuh skincare. Selain fungsi kecantikan, skincare juga punya fungsi kesehatan pula. Siapa yang ingin tetap punya kulit sehat dan mulus meski sudah setengah baya? Nah, harga skincare ini jelas nggak main-main. Meski yang bagus nggak selalu mahal, tetap saja bujet untuk skincare ini lumayan. Nah, bagaimana bisa mendapatkan dana untuk skincare-an kalau kamu nggak kerja keras?

Merasa capek, kurang bersemangat, dan malas melakukan apa-apa itu manusiawi kok. Mungkin kamu sedang dalam titik jenuh dan butuh liburan. Kamu butuh motivasi, dan hanya kamu yang bisa memotivasi dirimu sendiri. Bila kata-kata motivator dan kutipan-kutipan motivasi tak lagi mempan, ingat saja realita bahwa hidup itu memang keras dan mahal. Jadi, kamu harus kerja keras untuk bisa senang-senang. Semoga kamu tergugah, dan, semangat ya!

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya