Sama seperti cewek yang dibebani stigma “harus bisa masak”, cowok juga menanggung banyak stigma. Salah satunya adalah nggak boleh nangis. Mungkin sejak kecil, cowok-cowok terbiasa dengan dogma “harus kuat dan nggak boleh terlalu emosional. Mungkin juga karena banyak yang bilang “cowok itu pakai logika, cewek pakai hati”. Sehingga cowok yang menangis dianggap lemah, kayak cewek, dan bahkan banci.

Tapi menurut saya, menangis itu bukan privilege gender tertentu. Hari yang buruk, amarah yang membuncah, dan sesak yang membekap dada, dan air mata yang nggak tertahankan itu bukan cuma milik perempuan. Bagi saya, sebagai seorang perempuan (entah perempuan lainnya), cowok yang menangis itu tetaplah pria sejati dan nggak otomatis kurang laki.

1. Menangis adalah sebuah bentuk kepedulian. Berasal dari empati dalam hati yang seharusnya ia adalah sosok yang lebih peka di sini

menangis salah satu wujud empati via unsplash.com

Advertisement

Ada banyak alasan seseorang menangis, tak melulu soal diri sendiri. Menonton film sedih, atau menyaksikan hal-hal yang menyentuh hati juga bisa menciptakan air mata. Dia yang sering tersentuh begini berarti memiliki kepedulian yang tinggi. Hingga kesedihan dan sengsara yang dialami orang lain mampu menyentuh hatinya. Sewajarnya, dia adalah cowok yang cukup peka. Bukankah ini kualitas yang menarik dari seorang pria?

2. Menangis bukan hanya wujud dari rasa sedih. Pria yang melakukannya biasanya lebih ekspresif dan jujur atas perasaannya sendiri

lebih ekspresif via www.pexels.com

Jujur tentang perasaan sendiri memang terkesan sepele. Namun, jelas ini bukan hal sederhana yang semua orang bisa melakukannya. Justru sebagian besar orang menutupi perasaannya sendiri. Dia yang tidak gengsi menangis adalah sosok yang ekspresif, dan nggak ragu-ragu mengakui perasaannya. Bersama pria seperti ini akan lebih mudah, sebab kamu nggak perlu banyak menerka-nerka.

3. Dia yang tak takut menangis adalah sosok yang memahami dalam dirinya ada beragam emosi. Bukan menekan salah satu hanya untuk menunjukkan kesempurnaan diri

nggak pura-pura kuat via www.freepik.com

Manusia dikaruniai dengan beragam emosi. Bisa sedih, senang, marah, kecewa, haru, bahkan berjuta emosi yang tak dikenal lainnya. Emosi ini juga harus dihargai keberadaannya. Membiarkan diri sesekali menangis, artinya mengakui bahwa dirinya adalah manusia biasa. Dia nggak bersikeras untuk menjadi kuat dan sempurna sepanjang waktu. Pria yang bisa mencintai diri sendiri begini, semestinya bisa mencintai orang lain dengan benar pula.

4. Bagi pria menangis butuh keberanian. Melakukannya di hadapanmu memastikanmu sebagai sosok yang spesial baginya

cowok menangis nggak apa-apa via unsplash.com

Advertisement

Apakah kamu langsung ilfeel saat melihat cowok menangis di hadapanmu? Kalau saya sih tidak. Karena saya tahu butuh keberanian besar untuk cowok itu membuka emosi dan tangisannya. Bagaimanapun stigma “cowok kuat itu nggak cengeng” itu sudah terlalu kuat mengakar. Jadi, ketika dia menangis di hadapan saya, justru saya merasa tersanjung. Sebab, pastinya saya dianggap spesial dan dipercaya untuk menampung emosinya.

5. Dia adalah sosok yang mengerti kesetaraan dan tak terjebak dalam kotak-kotak patriarki dan masculinity

dia terbebas dari toxic masculinity via unsplash.com

Dogma tentang gender memang memaksa kita untuk percaya bahwa cowok harus begini dan cewek harus begitu. Keluar dari sini, akan terlihat aneh dan “nggak sama” dengan yang lainnya. Namun, dia yang sesekali menangis mengerti bahwa tak seharusnya emosi manusia dilabeli dengan gender tertentu. Dia mengerti bahwa perempuan dan laki-laki itu sama, dan memiliki hak yang setara untuk mengutarakan emosinya.

6. Terlalu sempit bila menganggap seseorang itu lemah hanya karena air matanya

kuat atau lemah nggak ditentukan oleh air mata via unsplash.com

Lagipula, bukankah terlalu sempit bila melabeli seseorang kuat dan lemah hanya karena air matanya? Seorang yang banyak menangis, mungkin juga seseorang yang tetap tegar berdiri kala badai masalah menerpa silih berganti. Seseorang yang sering berair mata mungkin juga seseorang yang gigih memperjuangkan apa yang dikejarnya. Terlalu cepat menganggap cowok nangis itu banci, karena menjadi kuat atau lemah harus dilihat dari berbagai aspek kehidupan.

Sebab menangis adalah hak segala manusia nggak terbatas gendernya, nggak ada salahnya cowok sesekali menangis. Itu menjadikannya sangat manusiawi. Lagipula, dari segi medis, menangis itu punya banyak manfaat positif kok. Jadi, dear pria-pria di luar sana, menangislah jika memang ingin menangis. Kalian tetaplah pria sejati yang layak dicintai.

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya