Siapakah orang yang paling ingin kamu tanyakan kabarnya setiap pagi? Mungkin pacar. Mungkin juga sahabat terdekat. Atau barangkali orangtua dan saudara. Namun, seberapa sering kamu menanyakan “Apa kabar?” pada diri sendiri? Seberapa sering kamu bertanya “Hai, kamu lagi pengen apa?” kepada diri sendiri? Mungkin sejarang hujan di bulan Juni ya.

Kita seringkali mencurahkan perhatian kepada orang lain. Ingin menjadi orang paling peka terhadap perubahan orang-orang spesial di sekitar. Namun, kepada diri sendiri justru abai dan tak merasa perlu menyimak kabarnya setiap hari. Padahal tubuh dan dirimu juga bisa merengek minta perhatian lo. Tapi seringkali kamu abaikan, bukan? Nah, beberapa hal ini bisa jadi tanda bahwa kamu sudah terlalu lama mengabaikan dirimu sendiri.

1. Kamu mulai agak lupa apa definisi akhir pekan. Soalnya Sabtu dan Minggu rasanya tetap banyak kegiatan

weekend yang selalu sibuk via www.pexels.com

Advertisement

Seharusnya, akhir pekan menjadi waktu di mana kamu mengistirahatkan diri. Untuk melakukan hal-hal yang kamu sukai barangkali. Tapi kamu sudah lupa tuh definisi akhir pekan. Kamu punya banyak kegiatan, mulai dari lembur pekerjaan, menemani pacar jalan-jalan, menemani teman, dan ini itu pokoknya banyak sekali. Sayangnya, tidak semua hal itu kamu sukai. Melainkan kamu ikuti hanya karena kamu tak sanggup menolak. Padahal kalau ditanya, kangen juga deh akhir pekan cuma rebahan seharian.

2. Saat menatap dirimu di depan cermin, rasanya kamu seperti melihat orang yang berbeda. Hai, kapan terakhir kali kamu memperhatikan diri sendiri?

Asing dengan diri sendiri via www.pexels.com

Berdiri di depan cermin dan mematut penampilan adalah kegiatan seharian. Namun, seringkali fokusmu adalah tentang apa yang kamu kenakan mulai dari makeup hingga busana. Hingga suatu hari, kamu merasa asing dengan dirimu sendiri. Sosok yang terpantul di cermin tersebut terlihat tak seperti biasanya. Sejak kapan kamu punya kantung mata sebegini lebarnya? Dari mana kerut-kerut di sudut mata itu datangnya? Lho, kok aku merasa lebih kurus dari biasanya ya?

3. Mendadak kamu jadi orang yang super sensitif dan super moody. Hal-hal paling sederhana pun bisa membuatmu menangis sesenggukan

jadi lebih sensitif via unsplash.com

Lupa memperhatikan diri sendiri tanpa sadar membuatmu kelelahan. Hal ini bisa terlihat dari bagaimana moodmu setiap harinya. Tingkat “mudah baper” dan sisi emosional yang sulit dikendalikan bisa jadi tanda kamu kelelahan mental. Mungkin selama ini kamu terlalu sering memendam rasa. Menyimpan dalam hati hal-hal yang membuatmu terluka, sampai semuanya menumpuk dan menekan bersamaan, sehingga mentalmu menyerah. Ayo dong, jangan begitu lagi. Kamu juga berhak marah saat terluka lo. Perasaanmu itu, jangan terlalu sering dipendam ya~

4. Sadar nggak sih, kamu selalu punya gangguan kesehatan? Bahkan kalau dipikir-pikir tubuhmu tak pernah benar-benar fit

tak pernah benar-benar fit via unsplash.com

Advertisement

Naiknya asam lambung sudah kamu anggap biasa. Sakit kepala dan migrain kamu anggap karena kelelahan semata. Lama-lama tingkat toleransi rasa sakitmu semakin tinggi. Setiap gangguan kesehatan yang terjadi hanya kamu sepelekan. Malahan kamu sudah merasa biasa saja karena tubuhmu memang tidak pernah benar-benar fit sepenuhnya. Bukan berarti manja dan mendorongmu untuk mudah mengeluh, namun setiap rasa sakit dan perubahan dalam diri ini harus disadari. Ingat, banyak penyakit berbahaya yang datangnya dalam senyap.

5. Merasa capek setelah lembur seminggu itu wajar. Tapi bila kamu tetap capek padahal aktivitas biasa saja, itu perlu dipertanyakan

lelah tanpa sebab via unsplash.com

Setelah lembur seminggu full, tubuh terasa luluh lantak dan letih. Itu wajar, dan bisa hilang setelah kamu beristirahat dengan cukup layak. Tapi lelahmu berbeda. Rasanya, aktivitasmu biasa-biasa saja dan tidak ada yang berlebihan. Pun, kamu sudah berusaha untuk pijat refleksi atau sekadar memanjakan diri di salon. Tapi lelahmu tak pergi juga. Jika ini terjadi, sebenarnya yang lelah bukan fisikmu, melainkan hatimu. Coba deh, ingat-ingat apa yang membuatmu kelelahan mental hingga tertekan begini?

6. Kamu ingat dulu punya banyak hobi yang bikin hati senang. Wah, kapan ya kamu terakhir kali melakukannya?

kangen hobi via unsplash.com

Melakukan hobi bisa membuat hati senang. Bahkan mood yang berantakan pun bisa membaik saat kita melakukan hal-hal yang disukai. Namun, kini kamu baru sadar bahwa sudah lama sekali sejak kamu melakukan hobi atau hal-hal yang disukai. Mungkin karena kamu tak punya banyak waktu luang, atau sengaja kamu kesampingkan demi aktivitas lainnya. Mengikuti hobi pacar atau mengikuti pergaulan agar kekinian, barangkali?

7. Terkadang kamu merasa benci dengan situasi yang kamu hadapi, tapi kamu merasa tak bisa melakukan apa-apa untuk keluar dari sana

stuck dan tak berdaya via unsplash.com

Ada kalanya segala terasa begitu mengimpit. Suntukmu kian menjadi-jadi, dan kamu membencinya setengah mati. Entah itu soal hubungan yang tak lagi membuatmu bahagia, atau pekerjaan yang selalu merasa menyiksa. Ingin rasanya kamu membebaskan diri dari sana. Namun, kemudian kamu merasa tidak berdaya untuk melakukan apa-apa. Kamu pun mulai membuat banyak excuses di kepala, yang kemudian membuatmu berpikir “Ah, nggak apa-apa ini. Ntar juga baik lagi”. Padahal itu artinya dirimu sedang ingin dimengerti.

Relasi kita dengan diri sendiri tidak kalah penting dengan relasi kita dengan orang lain. Membuat pasangan bahagia itu penting, tetapi, membuat diri sendiri bahagia itu jauh lebih penting. Sebab, bukan hanya pasangan, sahabat, dan keluarga yang butuh dimengerti dan diperhatikan. Diri sendiri juga. Jadi, yuk berhenti beralasan enggan menjadi egois hanya karena lebih mencintai diri sendiri. Karena #SelfLoveIsNotSelfish lho~

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya