Siapa sih yang tidak ingin dirinya sukses? Semua orang pasti mengharapkan dirinya sukses, meski ukuran sukses masing-masing orang berbeda. Dan menjadi sukses sebenarnya adalah soal pola pikir.

Untuk membangun pola pikir sukses, dirimu harus selalu disuntik dengan energi-energi yang positif dan membangun. Itulah mengapa buku-buku tentang pengembangan diri, inspirasi, dan kisah sukses adalah buku yang biasanya laris manis di pasaran. Melalui membaca buku-buku bertema itu, pikiranmu akan selalu terisi dengan energi-energi positif.

Namun tahukah kamu, sebenarnya ada benang merah yang menjadi intisari pada buku-buku pengembangan diri tersebut? Apa saja sih poin-poin utamanya? Simak yuk.

1. Gambaran besar: menemukan “Mengapa” yang akan menggerakkan dirimu.

Mengapa kita dilahirkan di dunia ini? Pertanyaan ini merupakan awal yang sangat penting untuk membangunkan kita, membuat kita berpikir apa sebenarnya misi kita dalam hidup ini.

Mengapa aku hidup? via moonlightriver.com

Advertisement

Dari “mengapa”, akan timbul “apa” (apa yang bisa kamu lakukan untuk mewujudkan misimu) dan “bagaimana” (cara apa yang kamu gunakan untuk mewujudkan misimu).

Daniel Pink mengungkapkan sebuah penelitian lewat bukunya yang bertajuk Drive di mana psikolog bertanya kepada mahasiswa tentang tujuan hidup mereka. Beberapa dari mereka menyebutkan target materiil seperti kekayaan, sementara yang lain mempunyai tujuan yang intrinsik, seperti pengembangan diri dan membantu orang lain. Bertahun-tahun kemudian, mahasiswa yang mengejar kekayaan jauh dari rasa puas, sementara mereka yang memiliki misi yang lebih intrinsik merasa dirinya lebih bahagia.

Jadi, mulailah mencari misi hidupmu – ketika kamu menemukannya, kamu akan lebih mudah mengatur dirimu, menemukan tujuan-tujuan yang bermakna, serta menjadi lebih bahagia.

Sudahkah kamu menemukan misi hidupmu?

2. Penguasaan: agar sukses, latihlah apa yang menjadi keterampilanmu dan belajarlah dari orang lain.

Setelah kamu mengetahui misi hidupmu, hal selanjutnya adalah mengerjakannya.

Terus asah kemampuanmu. via personalexcellence.co

Untuk mencapai misimu, kamu harus mempelajari banyak hal dan mencurahkan waktu. Orang-orang yang dianggap jenius sebenarnya telah mencurahkan banyak waktunya untuk mengasah kemampuannya. Untuk menguasai suatu keahlian, setidaknya dibutuhkan 10.000 jam latihan.

Saat menjajaki bidang yang baru, tujuan utama kamu jangan cepat sukses atau uang, melainkan bagaimana agar kamu dapat belajar secepat mungkin. Untuk memaksimalkan waktu yang kamu gunakan untuk mengasah keterampilan, kamu perlu seseorang di bidangmu yang bisa kamu jadikan sebagai mentormu.

Dengan belajar sendiri, kita akan mengalami kesalahan yang sebenarnya bisa dicegah, padahal seorang mentor dapat menunjukkan pada kita bagaimana menggunakan sumber daya dengan efektif.

3. Berinovasi: Merangkul kegagalan dan terus berusaha.

Orang-orang sukses tak kuatir dengan kegagalan, mereka akan terus mencoba sampai berhasil. Orang-orang hebat seperti Mozart dan Thomas Edison pernah kok membuat karya-karya di bawah standar. Inovasi itu sebenarnya buah dari rangkaian kegagalan.

Inovasi via thinkergy.com

Lalu, gimana agar kita bisa tetap termotivasi saat menghadapi tantangan?

Jawabannya adalah pola pikir yang berkembang (growth mindset). Jika pola pikir saklek (fixed mindset) menganggap kecerdasan dan bakat di atas segalanya,  pola pikir berkembang berfokus pada pembelajaran dan pengembangan.

Fixed Mindset vs Growth Mindset via www.brainpickings.org

Dengan mengadopsi pola pikir berkembang, kamu akan terbebas dari asumsi tentang kemampuan yang menjadi faktor penentu kesuksesan dan menjadi selangkah lebih dekat dengan kesuksesan itu sendiri.

4. Fokus: menjadi efektif, bukan efisien, serta teratur.

Kita mudah kehilangan fokus terhadap target utama kita, terutama saat kita harus meladeni banyak hal. Dan akan berbahaya jika akhirnya waktu kita habis untuk meladeni orang lain, tanpa sempat mengerjakan tujuan utama kita.

Untuk menghindari hal tersebut, kamu perlu menjadi efektif – berfokus pada hal yang membuatmu lebih dekat pada tujuan pribadimu, alih-alih menjadi efisien dengan berusaha menyelesaikan tugas-tugas “mendesak” yang muncul.

Satu hal agar fokus dan efektif antara lain dengan melakukan MIT atau most important task first. Ketika pekerjaanmu hari itu akan berakhir, tentukan hal paling penting yang perlu kamu kerjakan besok, dan selesaikanlah pekerjaan tersebut terlebih dulu di awal hari. Meskipun nantinya tidak banyak yang bisa kamu kerjakan, setidaknya kamu telah mengerjakan sesuatu yang penting.

5. Positivitas: Hiduplah di masa sekarang, dan buang pikiran negatif.

Rasa cemas itu sangat manusiawi. Tapi rasa cemas akan masa lalu serta pikiran-pikiran negatif akan masa mendatang akan menghambatmu untuk sukses.

Berpikir positif via www.lifehacker.com.au

Untuk rasa cemas dan proyeksi-proyeksi negatif, bicaralah dengan dirimu sendiri di depan cermin. Katakan hal-hal baik yang kamu lihat ada pada dirimu sendiri ke bayanganmu di cermin, bayangkan orang-orang memuji kelebihanmu. Lalu tuliskanlah kelebihan-kelebihanmu pada secarik kertas dan tempelkan di tempat yang biasa kamu lihat.

Ini merupakan proses afirmasi terhadap diri sendiri dan jika kamu sudah cukup pede dengan dirimu, komentar-komentar negatif dari luar takkan ada artinya lagi.

6. Kerja sama: berpikir win-win dan ciptakan kesan pertama yang baik.

Sukses seringkali bergantung pada orang lain, jadi memperlakukan orang lain dengan respek akan berakibat baik bagi semua orang yang bersinggungan.

Kerja sama via www.hiremojo.com

Misalnya, suatu hari kamu bermain futsal dengan sportif. Bermain sportif mungkin bisa membuat kemungkinan menangmu menurun, tapi kamu akan dihormati oleh kawan dan lawan. Dan hal ini akan bermanfaat bagi jangka panjang.

Lalu, langkah pertama dari kerja sama yang sukses adalah kesan pertama yang baik. Jadi, tersenyumlah dan bersikaplah ramah pada orang yang baru kamu kenal.

7. Kebutuhan manusia: menerima irasionalitas yang melekat dan berusaha melawannya.

Manusia bukan robot atau komputer. Manusia itu makhluk yang irasional, tak masuk akal dan tak dapat ditebak.

Baik vs buruk via www.socialmedia.ie

Misalnya begini: ketika akal sehatmu mengatakan untuk tidak merokok, makan makanan sehat, dan berhenti menonton film bokep, sisi irasionalmu akan memilih hal-hal yang menjadi kepuasan jangka pendek: merokok, junk food, dan nonton bokep. Jika kamu membiarkan sisi irasional itu menguasaimu, kamu akan jauh dari kesuksesan.

Cara efektif untuk melawan sisi irasionalmu adalah dengan memberi disinsentif pada dirimu sendiri jika kamu melakukan perilaku yang irasional. Misalnya, kamu bisa berjanji pada dirimu sendiri akan akan mentraktir teman-temanmu untuk setiap batang rokok yang kamu hisap.

Dengan cara ini, kamu memotivasi sisi rasionalmu untuk berada di jalur yang benar.

Nah, itu dia poin-poin penting tentang  sukses yang bisa kita simpulkan dari buku- buku pengembangan diri. Mau sukses kan? Yuk terapkan di keseharian kita!