Saat Kesulitan Mengabaikan Omongan Orang, Ingat 10 Kutipan Ini. Bodo Amat Itu Diperbolehkan

Bodo Amat

Omongan orang mungkin bahaya yang paling sulit untuk ditangkal, sekaligus memiliki dampak yang sangat besar. Akui saja, kadang-kadang kamu ragu melakukan sesuatu karena takut komentar orang lain. Atau di waktu yang lain, kamu bersusah payah menjelaskan kepada orang lain atas apa yang kamu lakukan, hanya karena kamu tidak mau mereka salah menilai.

Advertisement

Padahal kalau dipikir-pikir lagi, terkadang omongan orang lain hanya asal saja. Mereka juga tidak benar-benar peduli padamu. Jadi, malah buang-buang waktu kan? Tapi mengabaikan omongan orang memang tidak segampang itu. Meski kamu tahu itu dampaknya buruk untukmu, kadang sulit juga untuk tidak mendengarkan, karena omongan itu memang terdengar. Nah, saat kamu kesulitan, coba ingat kutipan-kutipan ini. Supaya hatimu lebih kuat lagi.

1. Terlalu memikirkan omongan orang lain adalah cara paling mudah untuk memenjarakan diri dan membunuh potensimu sendiri

Quote bodo amat | Dok. Hipwee

2. Mungkin kamu takut ditinggalkan bila tak menyesuaikan diri dengan apa yang mereka inginkan. Tapi percayalah, sendiri itu tak selalu sepi

Tidak apa-apa bila tidak sesuai dengan keinginan orang lain | Dok. Hipwee

Advertisement

3. Tak perlu menghindari konflik karena sesempurna apa pun kamu, orang akan selalu mencari kelemahanmu

Jangan takut kritik, ya | Dok. Hipwee

4. Ambil saja sisi positifnya. Dia yang sering menyerangmu dengan kata-kata tajam sesungguhnya mengakui apa yang bisa kamu lakukan

Mari coba ambil sisi baiknya | Dok. Hipwee

5. Selalu mengikuti omongan orang tidak akan selalu membuatmu keren dan hebat kok. Pasalnya, yang membuatmu paling menarik adalah kepercayaanmu pada diri sendiri dan kamu bisa jadi apa pun yang kamu inginkan

Yuk, jadi diri sendiri! | Dok. Hipwee

Advertisement

6. Tidak ada satu pun orang yang tahu sampai kapan hidup di dunia. Bagaimana kalau waktumu habis sebelum kamu menunjukkan siapa dirimu yang sebenarnya?

Hidup itu terbatas. Jadi, jalani sesuai jati diri | Dok. Hipwee

7. Terlalu mempedulikan omongan orang hanya akan membuatmu ragu-ragu melangkah. Padahal kalau hidupmu stuck, bukan mereka yang dirugikan

Melangkahlah dengan penuh keyakinan | Dok. Hipwee

8. Perbedaan itu biasa karena setiap orang berhak menjadi dirinya sendiri. Semua orang semestinya sudah mengerti tentang ini

Perbedaan itu biasa dan lumrah | Dok. Hipwee

9. Kalau kekhawatiranmu tak bisa dikendalikan, ingatlah bahwa sebenarnya apa yang kamu pikirkan itu tidak selalu benar

Pikiranmu bisa jadi ‘menipu’ | Dok. Hipwee

10. Mengurusi hal-hal yang bukan urusanmu itu hanya menambah beban hidupmu~

Omongan orang lain bukan urusanmu | Dok. Hipwee

Ketika rasa khawatir itu memuncak hingga membuatmu tak nyaman seharian, ingatlah bahwa kamu tak akan bisa mengontrol apa yang orang pikirkan. Saat kamu begitu takut “mengecewakan” ekspektasi orang, ingatlah bahwa sekeren apa pun kamu, orang akan selalu mencari-cari kelemahanmu. Jadi, untuk apa terus-terusan dipikirkan kalau itu tidak bisa membuatmu berkembang?

Orang lain hanya bisa menuntut kamu ini dan itu. Padahal kamu yang menjalani hidupmu sendiri. Sementara mereka pun jarang berkontribusi pada hidupmu. Mereka bukan orang yang melahirkanmu atau membesarkanmu sampai sekarang. Bahkan mereka bukan orang yang memenuhi semua kebutuhanmu. Lantas, buat apa kamu memikirkan omongan mereka terlalu dalam?

Tuntutan sosial | Dok. Hipwee Premium

Jadi, kamu nggak perlu menjelaskan pada mereka soala caramu menjalani hidup. Selama caramu hidup tidak mengambil hak orang dan tidak merugikan diri sendiri, maka jalanilah dengan bangga dan percaya diri. Abaikan omongan orang-orang yang belum tentu mengenalmu dengan baik, tapi sudah menuntutmu banyak hal sampai-sampai mereka lupa kalau kamu cuma manusia. Jangan merasa sendiri, ya. Hipwee Premium paham betul dengan keresahanmua soal tuntutan sosial yang menyerangmu bertubi-tubi. Hipwee akan menemanimu melangkah lebih kuat lagi dalam menghadapi omongan orang yang kadang menyakitkan.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pecinta harapan palsu, yang berharap bisa ketemu kamu.

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE