Seringkali keluarga, teman dekat atau kenalan yang bertanya ke saya : apa sih sebenernya yang kamu lakukan di kerjaan kamu?


Dari situ saya sering menjelaskan dengan sederhana bahwa job desc saya adalah membantu proses pembuatan sebuah produk baik itu produk fisik atau produk komunikasi melalui penelitian agar produk ini memiliki potensi tinggi untuk laku di pasaran. Tapi rasanya kok capek juga ya tiap ditanya harus ngejelasin hal yang sama berulang-ulang, jadi akhirnya saya memutuskan untuk menulis di artikel ini, jadi kalau ada yang tanya saya tinggal kasih link artikel ini aja dan biar mereka baca sendiri, hehe..

Advertisement

Tapi tentu saja alasan utama saya membuat artikel ini bukan cuma itu. Kejadian ini membuat saya berpikir bahwa profesi marketing researcher masih belum umum dan jika belum umum maka pasti lah karena masih belum banyak yang terjun di bidang ini untuk menjadi advokat dari profesinya.

Data ini makin tervalidasi di saat saya berkesempatan mengajar sebagai dosen tamu di 2 universitas yang berbeda, sangat jarang yang aware akan job desc profesi marketing research ini. Maka dengan menulis artikel ini, saya ingin menggoda lebih banyak fresh graduate untuk masuk ke industri yang sepertinya ‘kurang populer’ di Indonesia.

Jadi, bagi adik-adik yang baru lulus dan masih bingung ingin masuk ke industri apa, daripada cuma melamar di perusahaan atau industri yang itu-itu aja (di mana kamu harus bersaing dengan pastinya lebih banyak orang) kalian harus mencoba melamar ke industri marketing research atau Bahasa Indonesianya riset pemasaran dan dalam hal ini saya sangat menyarankan untuk memulai karier di marketing research agency.

Advertisement

Seperti layaknya sebuah strategi untuk memasarkan produk, saya akan mulai ‘berjualan profesi’ saya ini dengan menunjukkan hal-hal yang menarik dan asik yang bakal kamu dapatkan dengan menjadi seorang peneliti pasar:

1. Gaji yang bersaing

Setahu saya starting salary di posisi ini bisa dibilang bersaing, tapi tentu saja ini sangat tergantung dari perusahaannya. Sebagai perkiraan starting salary untuk fresh graduate di market research agency lokal sekitar 4-5 juta rupiah, sedangkan starting salary di multinational market research agency sekitar 5-7 juta rupiah.

2. Memiliki keahlian yang belum umum di Indonesia

Karena industri ini tidak sepopuler industri marketing, public relations, finance, IT, teknik atau sales maka pemain di industri ini tentulah tidak sebanyak industri populer lainnya. Sehingga apabila kamu mencoba masuk dan belajar di sini, kamu akan memiliki keahlian yang beda dan endingnya apabila kamu sudah menghabiskan waktu cukup lama di industri ini dan dianggap berpengalaman maka bargaining power kamu akan gaji, jabatan dan benefit akan naik dengan sangat cepat. Karena apa? Karena talenta ini masih jarang di Indonesia…

3. Karier yang cepat naik

Apabila kamu excellent di industri ini, maka jangan heran kalau kamu bisa naik jabatan dengan cepat. Banyak teman-teman saya yang sudah menjadi Manager di usia 24-25 tahun, karena sebagai researcher setiap hari kamu dihadapi dengan masalah yang harus dipecahkan secara strategis dan dituntut bisa membantu memberi masukan rasional bagi para pemegang keputusan dari sebuah perusahaan yang menjadi klien kamu.

Maka kita harus selalu dituntut untuk punya communication, teamwork, personality, leadership, creativity, dan problem solving skill yang diasah setiap hari. Skill sets inilah yang membentuk kamu menjadi qualified manager walaupun usiamu masih sangat muda karena dituntut selalu menjadi professional setiap harinya

4. Traveling gratis

Apabila klien-klien yang kamu tangani cakupannya nasional, maka untuk bisa membaca perilaku konsumen di seluruh Indonesia pastinya kamu akan diminta untuk mengambil data tidak cuma di Jakarta. Kota-kota yang akan sering kamu kunjungi apabila masuk ke Industri ini di antaranya Surabaya, Medan, Palembang, Bandung, Balikpapan, Makassar, Semarang, Manado, dan Denpasar. Dan apabila kamu handle klien yang punya produk di berbagai negara maka kamu juga akan dituntut terbang ke negara-negara lain juga.

5. Menjadi pribadi yang bisa berempati dan toleran

Selama saya berkarier di industri ini saya sudah bertemu dengan ratusan orang yang berbeda-beda, mulai dari konsumen, rekan kerja di lapangan hingga klien. Bertemu dan bekerja sama dengan orang yang berbeda-beda ini, apalagi sebagai peneliti kamu pun harus mendengar kisah-kisah pribadi mereka, membuat kamu menjadi pribadi yang terbuka dan wawasan kamu akan terus bertambah.

Bekerja di industri marketing research bagi saya adalah bagaikan menjadi seekor ikan yang berenang di lautan yang luas, di mana kamu akan bertemu banyak jenis ikan mulai dari ikan hiu, salmon, lumba-lumba, gurita, bulu babi, dan lain sebagainya. Maka jangan heran apabila sudah menghabiskan waktu cukup lama di sini, kamu akan belajar memahami karakter orang dan akan lebih mudah berempati terhadap orang lain.

Mungkin ini sebabnya hampir tidak ada researcher (setidaknya saya tidak pernah menemui) yang punya pemikiran atau sikap intoleran terhadap agama/suku lain karena mereka terbiasa belajar dan memahami yang berbeda darinya. Sehingga membuat saya jadi berpikir mungkin Indonesia akan bisa menjadi bangsa yang lebih toleran kalau banyak anak mudanya yang berkarier sebagai marketing researcher :p

6. Kesempatan bekerja sama dengan brand-brand terkenal

Semua merk-merk top nasional maupun internasional pasti menjadi terkenal dan laris di pasar karena 1 alasan, mereka research driven. Mereka selalu mengambil keputusan-keputusan berdasarkan data. Dan siapa yang akan mereka cari saat mereka membutuhkan masukan untuk pengembangan produk baru atau konten iklan mereka? Pasti mereka akan mencari research agency partner.

Nah berada di dalam industri ini sangat tidak menutup kemungkinan kamu akan bekerja untuk membantu proses pengembangan produk-produk yang kamu sering gunakan atau lihat selama ini.

7. Kesempatan belajar dari orang-orang hebat

Sebagai marketing researcher kamu akan selalu dilibatkan dalam proses brainstorm bersama para petinggi-petinggi perusahaan seperti Head of Marketing, Head of Brand, Head of Sales, Head of Product and Innovation bahkan sampai level CEO. Karena mereka sangat menghargai produk penelitian, kamu sebagai marketing researcher adalah spoke person dari konsumen yang menjadi target mereka sehingga mereka perlu mendengarnya langsung dari kamu.

Terus-terusan terlibat dalam project bersama para decision maker ini membuat kamu belajar sangat banyak dan menjadi terbiasa ‘think big and strategic’

8. Gaya kerja fleksibel

Mungkin ini yang paling saya sukai dari 8 hal ini, bahwa bekerja di agency mana pun salah satunya di marketing research agency kamu bisa bekerja secara fleksibel yang penting kerjaan beres alias meet the deadline. Bodo amat kamu mau masuk jam berapa pulang jam berapa, kerja dari coffee shop, rumah atau kantor, atau mau pakai baju apa aja (asal bukan saat bertemu dengan klien) bebas.

Sebagai tambahan benefit, cuti di research agency biasanya banyak – di agency saya di mana saya pernah bekerja menerapkan cuti 20 hari per tahun.

Nah, apakah kamu tertarik untuk bekerja di bidang ini?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya