Apakah kita masih sama-sama terlalu egois untuk masalah perasaan? Baiklah, mungkin ini waktu yang tepat untuk melupakan, melupakan hal yang memang harusnya untuk dilupakan. Ya itulah yang aku pikirkan saat ini, saat hubunganku dengan Sandi berakhir. Ya, aku dan Sandi telah 2 tahun menjalin hubungan.

Bagiku, 2 tahun adalah waktu yang lama. Hubungan kami tidak berjalan secara mulus. Selama 2 tahun menjalin hubugan, kami sudah beberapa kali break, dan hal inilah yang membuatku harus bersabar untuknya. Beberapa kali aku disakiti oleh karena sikapnya, tapi saat itu aku lebih memilih untuk tetap tinggal bersamanya walaupun aku sering tersakiti, kata orang-orang sih cinta itu butuh pengorbanan. Inilah pengorbananku untuknya. Aku rela tersakiti dan aku tetap memaafkannya untuk menjaga hubungan kita. Tapi itu sebelum mamaku menyadarkanku bahwa


Ketika kamu mencintai seseorang, yang kamu rasakan hanyalah rasa bahagia bukan sedih. Dan ketika usahamu tidak dihargai maka lepaskanlah, karena pengorbananmu akhirnya akan sia-sia.


Saat ini, aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini. Hubungan yang menurutku tidak sehat, hubungan yang hanya menuntut tapi tidak mau dituntut. Hubungan yang terlalu egois dan memaksakan kehendak sendiri. Ya, sekarang aku di sini berusaha menyembuhkan luka hatiku sendiri. Aku sudah dewasa, aku tidak boleh terus tenggelam dalam semua rasa sakit hati ini. Life must go on!