"Ideku tentang seksi itu adalah… sedikit berarti lebih. Semakin sedikit kamu mengungkapkan, orang-orang bisa semakin penasaran," – Emma Watson

Hai, apakah kamu mempunyai teman, sahabat, atau pasangan yang introvert? Atau bahkan dirimu sendiri termasuk introvert juga?

Advertisement

Hening di luar, riuh di dalam, kira-kira itulah yang menggambarkan seorang introvert dengan mudah. Tak banyak bicara, namun dalam dirinya tersimpan berbagai rasa. Tapi menjadi introvert tidak mudah juga. Seringkali orang memandangmu sombong dan antisosial. Sering juga kamu dianggap pendiam.

Selama ini aku hanya berteman kesepian yang dibaluti dalam kesendirian. Meski kadang tangis dan luka sering menghiasi hatiku. Namun aku mempunyai cara bahagiaku sendiri. Aku bahagia bisa mendengarkan kicauan jangkrik kala malam mulai menyingsing tidurku. Aku bahagia melihat anak kecil berlarian, di antara bunga-bunga yang bermekaran. Aku bahagia merasakan hangatnya kopi dikala dinginnya udara. Aku bahagia merasakan lembutnya embun, menyambut pangeran pagi.

Terlebih, aku sangat bahagia bisa bertemu sunrise, meski pagi selalu menghilangkannya secara perlahan, karena sunrise tahu akan batas waktu terbitnya, maka dia akan tetap memberikan keindahan dalam sinarnya, demi aku si penikmat sunrise dan perindu kebahagiaan. Sebab, bersama sunrise aku belajar bahwa bahagia adalah keindahan karena-Nya sehingga membuatku sadar bahwa tak ada bahagia yang paling indah selain mensyukuri anugerahNya.

Advertisement

Tidak hanya dengan sunrise, aku sangat bahagia saat bisa bertemu senja, meski malam selalu menelannya secara perlahan. Sebab, senja tahu akan waktunya yang terbatas, maka dia akan tetap memberikan keindahan dalam senyumnya, demi aku si penikmat senja dan perindu ketenangan. Sebab, bersama senja aku belajar bahwa cinta adalah keindahan karenaNya, ketenangan karenaNya, kenyamanan karenaNya dan kebersamaan-Nya yg membuatku sadar bahwa tak ada cinta yang paling indah selain mencintai-Nya.


Banyak orang yang beranggapan bahwa orang introvert itu sombong dan ansos


Pernyatan ini SALAH. Perlu diketahui bahwa orang introvert tidak merasa harus berbicara jika memang tidak perlu. Terkadang, mereka lebih suka memerhatikan orang-orang di sekitarnya atau tenggelam dalam pikirannya sendiri. Mungkin, orang lain mengartikan sikap tersebut sebagai orang yang membosankan, padahal menurut orang introvert, aksi observasi dan memperhatikan orang-orang ini termasuk menyenangkan.

Orang introvert cenderung memilih untuk berinteraksi tatap muka dengan satu orang saja di satu waktu. Bukannya sombong atau dingin, introvert pada umumnya menyukai orang lain, tapi lebih menghargai waktu kebersamaan dan mementingkan kualitas daripada kuantitas hubungan.


Katanya, orang introvert susah menjadi PEMIMPIN


Siapa bilang demikian? Tidak juga, kok. Sebuah studi tahun 2012 yang dilakukan oleh Corinne Bendersky dan Neha Shah dan diterbitkan dalam jurnal Academy of Management mengatakan, bahwa orang-orang introvert bekerja dengan sangat baik dalam proyek grup. Kemampuan sosial dan introversi sebenarnya tidak saling berkaitan. Karakteristik introversi seseorang sebenarnya bisa memberikan kontribusi terhadap kesuksesan, karena orang-orang introvert biasanya lebih teliti dan teratur dalam melakukan penelitian, membaca, merencanakan sesuatu, dan tugas-tugas lainnya yang membutuhkan konsentrasi dan ketenangan.

Dear orang-orang introvert, apakah hal ini juga yang kamu rasakan? Jangan menyerah! Tunjukan kepada banyak orang bahwa apa yang mereka pikirkan tentang orang-orang introvert tidak semuanya benar. Untukmu siapapun itu jangan biarkan aku dan mereka (si introvert) sendiri.


"Kamu bisa berpikir kalau aku ini kecil, tapi aku memiliki sebuah semesta di dalam kepalaku," – Yono Ono


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya