Aku Memang Mencintaimu, tapi Maaf, Tidak untuk Menjadi Teman Hidupmu

Cinta tapi tidak untuk jadi teman hidup

Manusia memang tempat segala salah bersarang, tak terkecuali aku dan kamu. Juga tempat bersumber segala macam egoisme diri, termasuk egoisme diri untuk mencintai. Mencintai tak bisa seenaknya, apalagi semaunya. Aku takkan membuka hati begitu saja.

Advertisement

Aku membiarkan siapapun mengenalku, tak terkecuali. Kemudian kesempatan selalu kuberi untuk mereka yang mau berteman denganku lebih jauh lagi. Berteman bukan hanya masalah atap atau makanan, tapi juga rasa.

Untuk tangis yang mewarnai sendu, aku butuh pundakmu. Butuh celotehanmu agar otakku menjadi waras kembali, jauh dari kata buta atau kalut. Juga bukan tisu yang aku harap menghapus tangisku, tetapi tanganmu yang aku harapkan. Bukan yang selalu di sisi tapi yang selalu ada. Penyisih waktu yang hebat di tengah himpitan kesibukan. Kemudian melukis senyum meski dengan cara seadanya dan sederhana.

Kadang bahagia bukan mewah, tapi waktu. Waktu yang kemudian membeku menjadi kenangan sampai akhirnya tak bisa kita putar lagi sedikitpun. Hanya benda-benda mati saksi bisu atas segala yang telah terlewati.

Advertisement


Kurasa Tuhan begitu adil. Tak mungkin ada tangis tanpa ada tawa setelahnya.


Aku juga ingin berbagi tawa dengan kalian. Sesederhana memangkas habis waktu senggang di akhir pekan untuk mewarnai hari. Menelan waktu bersama yang tak mungkin aku ulangi beberapa dekade lagi.

Advertisement

Kamu, ada di antara kalian yang telah kusebut. Menjadi satu-satunya rumah kedua setelah hati, rumahku sendiri. Kamu, sahabat yang entah bagaimana harus aku deskripsikan dengan baik. Kamu dengan segala ketulusanmu, kemurnian cintamu yang begitu ingin aku jaga tanpa harus aku campur heterogen dengan sisa-sisa cinta yang lain.

Karena itu aku menolak kamu jadikan ratu. Yang aku inginkan bukanlah raja dan ratu melainkan sepasang saudara kandung. Saling mencintai, tapi tidak untuk teman hidup. Kamu punya ruang sendiri di rumahku, yaitu hati. Jangan khawatir

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Allah's. mathematics and child addict.

Editor

Not that millennial in digital era.

33 Comments

  1. Hamid Rosyidi berkata:

    Kamu terlalu baik buat aku :v

  2. Syarah Nurul berkata:

    “Kamu bisa dapet pacar yang lebih baik dari aku” :v

  3. Dessi Amelia berkata:

    Karena itu aku menolak kau jadikan ratu. Yang aku inginkan bukanlah raja dan ratu melainkan sepasang saudara kandung. Saling mencintai, tapi tidak untuk teman hidup. Kamu punya ruang sendiri di rumahku, yaitu hati. Jangan khawatir

    Wheheh maaf kamu hanya kujadikan Brotherzone :p

  4. Saling mencintai, tapi tidak untuk teman hidup. Kamu punya ruang sendiri di rumahku, yaitu hati. Jangan khawatir.

    U’re mine, and I’m yours 🙂

  5. Aku mau fokus belajar dulu,ahsudah!

  6. Rizki Zulmi berkata:

    Egoisme tingkat tinggi

  7. Ceritakan semua tentang kamu, yang belum semua aku ketahui. Mungkin hanya nabi saja yang berhasil menuntun umatnya ke jalan yang benar. Tak sepertinya aku yang lebih rendah dari apa yang di sebut nabi, tapi aku akan belajar menuntun hati mu, agar kau mencintaiku seperti halnya saudara kandung yang mencintai saudaranya hehehheh

CLOSE