Kali ini aku mulai berhenti, berhenti untuk mencintai mu telah ku coba untuk bertahan aku semakin terluka, sebenarnya ku tak ingin berpisah namun hati tak bisa menerima terlalu dalam kau lukai hati ku tak sanggup lagi bertahan cinta aku Menyerah..

Aku ingin menceritakan awal aku berjumpa dengan mu. Kita dulu satu kantor kamu anak baru di kantor tempat kita kerja dan dulu kita sama-sama sudah ada yang memiliki, pertama kali aku melihat mu entah kenapa aku terpaku kamu bukan laki-laki ganteng yang pernah aku jumpai tapi entahlah pesona mu bisa buat aku terus melihat mu.

Advertisement

Aku berniat mencari tahu tentang mu aku baru tahu kalau kamu anak Direktur di tempat kita bekerja, entah keberanian dari mana aku bisa minta nomor hape mu langsung tapi mungkin itu namanya cinta. Semenjak aku dapat nomor hape mu kita selalu komunikasi aku ingat kita bertelepon sampai subuh, banyak hal yang kita bicarakan dari yang tidak penting, dan untuk pertama kalinya aku selingkuh padahal setahun lagi aku bakalan nikah dan kamu 3 bulan lagi juga nikah.

Kamu ingat kapan kamu menyatakan cinta mu? kita resmi pacaran tanggal 14-6-2014, aku masih ingat cara kamu bilang cinta, aku juga masih ingat tempatnya dimana tapi saat kamu bilang kita pacaran perasaan ku biasa saja tidak bahagia.

Selama kita pacaran bukan bahagia yang ku dapat dari mu aku selalu tertekan batin yah aku tidak bahagia, kamu tahu bahagianya orang pacarankan? di tahun pertama kita pacaran beberapa bulan setelah pacaran kamu sudah 2 kali minta putus alasannya klasik tapi aku tidak terima aku cari tahu alasan mu minta putus kenapa, ternyata kamu masih ngejar mantan mu kamu masih sayang sama dia, tapi akhirnya kamu nyerah kamu minta balikan dengan ku dan dengan bodohnya aku, aku menerima mu kembali. Di tahun kedua kita pacaran kamu galau, aku bingung kenapa lalu aku cari tahu ternyata kamu galau karena mantan mu mau nikah, aku terdiam, aku tanya dalam hatiku selama ini kamu anggap aku apa? kamu galau karena mantan mu akan nikah, aku cuma bisa nangis berarti selama ini kamu masih sayang lalu aku hanya sebagai tempat persinggahan mu yang kalau kamu sedih kamu datang padaku sakit bener-benar sakit.

Advertisement

Dan di tahun ke dua kita pacaran opung ku meninggal orang yang benar-benar kuharapkan datang hanya kamu tempat aku bersandar sebentar saja tapi sampai opung ku di kubur pun kamu tidak hadir di titik terendah hidup ku kamu tidak ada di samping ku aku kecewa, dan beberapa hari kemudian aku mulai bekerja tapi kamu bukan menanyakan keadaan ku tapi malah acuhh. Aku sakit tapi ku tahankan, di tahun itu juga orang tua dari sahabat dekat mu meninggal kamu sampai setengah hari dari kantor lalu aku menanyakan tentang orang tua teman mu yang meninggal itu tapi kamu acuhkan pertanyaan ku, aku berusaha menelepon kamu tapi tidak menjawab lalu aku chat juga kamu tidak balas.Dan untuk pertama kalinya aku datang kerumah mu. Aku jumpa dengan mama mu, beliau baik, lembut dan keibuan, aku menanyakan kamu pada mama mu tapi kamu belum pulang, sejam aku nunggu di rumah tapi kamu tidak juga pulang.

Di tahun yang sama juga orangtua mu pergi ke jakarta karena ada urusan mama mu meminta ku untuk tinggal di rumah mu untuk beberapa hari, aku bosan di rumah itu karena cuma ada aku entah apa yang buat aku berani untuk melihat isi komputer mu, kamu tahu aku shock karena semua isinya masih tentang mantan mu dan poto tentang mantan mu aku benar-benar kecewa berat, aku tanya kenapa kamu masih simpan poto mantan mu kamu malah marah, lalu aku pergi dari rumah mu aku pulang, tapi saat itu kamu tidak berusaha membujuk aku, mencari aku ke rumah atau sekedar nanya keadaan ku atau minta maaf kamu tidak melakukannya, aku benar-benar kecewa lagi dan aku bertanya lagi pada diriku sendiri jadi selama ini kamu anggap aku apa?

Sampai di tahun ke tiga kita pacaran aku berada di bawah titik terendah hidup ku lagi setelah opung ku meninggal, aku nganggur tapi kamu bukan kasih semangat kamu malah cuek dan bilang ya sudah, sejujurnya bukan sikap itu yang kuharapkan dari mu aku berharap kamu datang nenangin perasaan ku. Aku kembali kecewa padamu benar-benar kecewa. Kali ini cukup terlalu banyak kesempatan yang aku berikan padamu tapi kamu tidak pernah hargai itu, kamu juga tidak pernah menghargai aku sebagai pasangan mu.

Ketika diluar sana banyak orang yang menganggap aku bodoh, aku ingin kamu tetep anggap aku sebagai perempuan spesial tapi nyatanya kamu tidak bisa buat seperti itu. Aku ingin bahagia sayang, bahagianya orang pacaran. Kamu tahu sudah berapa banyak air mata yang aku keluarkan untuk mu? Air mata ku sudah kering berharap kamu berubah sampai hatiku juga sudah mati rasa, Kamu terlalu menyia-nyiakan orang yang sayang padamu. Jika posisinya di putar aku rasa kamu tidak akan sanggup.

Hari ini aku mau bilang kalau aku menyerah aku tidak bisa bertahan lagi dengan keadaan seperti ini, ku harap kamu bisa menemukan seseorang yang bener-benar sayang pada mu yang bisa kasih seluruh waktunya pada mu, Maaf ku tidak bisa berlama-lama dengan mu karena aku perlu bahagia juga atau jika aku mempertahankan mu mungkin aku yang akan terus teruka lagi dan lagi.

Sayang jika ada seseorang yang benar-benar sayang padamu hargai dia, jaga dia, dan cintai dia.

Dan sampai sekarang kalau kamu bertanya kenapa aku bisa sayang pada mu aku tidak punya jawabannya karena cinta ku pada mu tidak beralasan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya