Senja kemarin

"Halo dengan siapa?" Keluar dari mulut sang wanita yang dengan sengaja saya telpon via suara. Saya hanya terdiam tak mampu mengucapkan apa-apa. Pikirku kumatikan saja teleponnya diakan yang membuat hati ini tak punya sandaran lagi untuk berlabu ….

Pikirku dia juga pasti tak menyadari bahwa yang menelponnya adalah aku si penikmat masa lalu …

hahahaha sudahlah dia kan cuma kenangan dari senja kemarin … cukuplah suaranya saja yg kudengar jangan ada lagi timbul perasaan untuk kembali ..

Hei kau yg menulis cerita ini, kalau kau tak ingin dia kembali mengapa kau masih membahas bahas tentang dia masih ingat ingat dia ..


Entahlah … Dia memang sudah hilang di suatu ingatan … Tapi kebahagian di masa lalu selalu saja menghantui hati dan pikiran ..


Terbitnya fajar.. tenggelamnya senja..cahaya rembulan … selalu yang nampak adalah kau yang di sana.. kau senja kau menenggelamkan

dan kau masa lalu .. kau mematahkan …

Aku pernah setinggi mentari bersinar memancarkan cahayanya hingga mata harus tertutup ketika memandanginya .. tapi dipenghujung senja, alhasil menghancurkan bendungan air mata yg sudah tertahan begitu lama ,,,

Di awalan mentari kau akan selalu menjadi cinta terbesarku .. tapi di penghujung senja .. kau menjadi rasa sakit yang amat dalam …

Jiwa-jiwa yg merindu dalam kenangan masa lalu .. di mana letak harga dirimu sebagai laki laki penakluk… kau di bodohi oleh kebahagian masa lalu .. ditindas dan di adikan budak oleh kenangan kenangan yang tak bisa kau hapus dari ingatan … berjalanlah.

Masih banyak bunga mawar biru yg indah menunggumu di depan sana ..

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya