Rasanya tidak akan habis membayangkan jika saya diberi kesempatan untuk jalan-jalan ke bagian barat daya Eropa, yaitu Kerajaan Inggris Bersatu atau yang dikenal dengan the United Kingdom. Negara dari persatuan kerajaan-kerajaan besar, yaitu Scotland, England, Wales, dan Northern Ireland. Dengan perkembangan industri dan teknologi yang pesat terintegrasi dengan sejarah dan keindahan alamnya. Inggris mempunyai keunikan-keunikannya membuat saya ada perasaan tersendiri untuk negara ini, mungkin bisa dikenal dengan anglophile atau anglophilia.

Saya membayangkan jika saya berada di Inggris, saya akan membuat slogan, ‘WWIG?’ yaitu where would I go? Suatu kesempatan yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup tentunya harus berkesan. Dengan kompetisi #AyoKeUK dari Hipwee Travel dan Wego Indonesia, saya tentunya akan mengunjungi landmark Inggris tersebut, yaitu London dengan mengunjungi Big Ben and Istana Buckingham. Namun saya tidak akan berlama disana, karena Inggris mempunyai potensi wisata yang besar seperti teman Inggris saya katakan. Saya telah bertanya dengan teman saya di Inggris dan saya harus menemuinya karena dialah yang membantu saya dalam penulisan ini, yaitu Mr. Mark Haggan.

Advertisement


Setelah berkunjung ke London, Mr. Mark Haggan mengatakan tentunya saya harus mengunjungi bagian kerajaan England yaitu Stonehenge, Bath, dan Bristol.


Stonehenge ialah keajaiban alam dalam bentuk batu besar dengan misteri bagaimana batu besar tersebut bisa terbentuk dan mengikuti rasio bintang di langit. Stonehenge merupakan perpaduan sejarah dengan kemajuan metafisika di jaman purba. Bath merupakan pengembangan kota Inggris yang fenomenal dari Roman Spa menuju Georgian city. Tentunya Inggris terkenal dengan negara yang mempunyai sejarah yang besar dan warga negaranya yang menyukai sejarah. Hal tersebut bisa kita lihat di Bristol di mana sejarah revolusi industri, pelabuhan, jembatan gantung Cliffton, dan rumahnya bagi SS Great Britain.

SS Great Britain inilah yang menjadi rahasia Inggris yaitu menguasai kapal, pelayaran, dan laut. Bagi seseorang yang yang anglophile seyogianya ia menyukai navigasi laut dan kebudayaan laut, karena inilah letak pengaruh sejarah Inggris di dunia. SS Great Britain yang dibangun oleh Isambard Kingdom Brunel, menjadi museum kapal besar di Inggris, dan bagaimana cerita-cerita pelayaran Inggris yang luar biasa. Dari pelayaran kapal yang belum canggih hingga dipenuhi dengan kemewahan dan teknologi terkini.

Advertisement

Setelah terkesima dengan perjalanan pertama di Inggris, perlu berkunjung ke kerajaan Skotlandia yang berpusat di Edinburgh. Daya tarik negara-negara di Eropa ialah kastil-kastil di kotanya. Di sinilah saya akan memanjakan mata dan batin untuk melihat dan mengunjungi kastil-kastil di Edinburgh. Ternyata di balik kemegahan Edinburgh, ternyata ada kota tersembunyi yang terkubur. Kota tersembunyi itu tidak dibuka hingga 1979 yang dikenal sebagai The Real Mary King’s Close.

The Real Mary King’s Close ini dikarenakan padatnya penduduk di Edinburgh pada abad ke-17, rumah-rumah dibangun hingga delapan tingkat di mana orang-orang dengan status ekonomi atas mendapat lantai paling atas dengan paling nyaman, sedangkan orang-orang dengan status ekonomi bawah atau miskin tinggal di lantai dengan tanah kotor, bau, gelap, dengan ternak dan selokan terbuka di luar pintu depan mereka.

Perkembangan di Edinburgh inilah menjadi cerita yang mengerikan. Berdasarkan sumber yang sama, otoritas kota khawatir akan kehilangan perdagangan di Kota Baru Edinburgh, jadi memutuskan untuk membangun Royal Exchange yang baru. Akan tetapi jalan-jalan dari rumah bertingkat itu sudah ada, bukan dirombak, melainkan mereka menjadikan rumah lantai bawah menjadi pondasi kota dan lantai atas menjadi jalan utama.

Begitu juga hingga dinamakan The Real Mary King’s Close seorang pedagang kain dan pemilik properti. yang mendirikan bisnis sendiri setelah suaminya meninggal. Close merupakan kata Skotlandia yang artinya gang, dan ialah pemilik sejumlah properti dari kota tersembunyi ini hingga dinamakan menjadi The Real Mary King’s Close. Tempat ini wajib dikunjungi, karena kita bisa melihat sisi lain sejarah Inggris yang menyeramkan.

Untuk menenangkan diri dari keindahan dan sisi gelap Inggris di Edinburgh, saya beralih ke York dan sekitarnya di bagian Utara Inggris. Perkembangan gereja-gereja dan katedral di kota, monumen kuno, dan pusat kota modern dengan budaya pop-nya. Selama di York, tidak boleh terlewat untuk mengunjungi Whitby. Saya mencari referensi bahwa Whitby adalah tempat makan fish and chips. Siapa yang ingin melewatkan makanan khas Inggris tersebut dan makan di pusatnya? Saya pencinta makanan, sehingga saya tidak ingin melewati Whitby sembari menikmati festival Goth dengan titik pendaratan drakula. Kembali lagi jalan-jalan saya di Inggris akan cukup menakutkan namun sangat berharga.

Berdasarkan referensi Mr. Mark Haggan, saya pastinya akan mengunjungi Belfast dan County Antrim, bagian dari Kerajaan Irlandia. Saya dapat melihat pemandangan lanskap kuno di Giant’s Causeway. Keindahan alam Giant’s Causeway dengan ribuan pilar batu basalt yang sangat unik bentuk heksagonalnya dengan perkiraan setinggi 100 meter.Terlihat seperti tembok kota yang dibentuk oleh raksasa dan saat di sana saya perlu mencari pintu rahasia di Giant’s Causeway. Belfast dan County Antrim sebagai penghubung antar Skotlandia melalui kastil seperti Dunluce, kedatangan Anglo-Normandia di Carrickfergus dengan kastil dan tembok kota.


Kembali lagi ke perkembangan kota modern seperti pabrik, dermaga, tempat kelahiran Titanic dan areal favorit terbaru bagi industri film seperti Game of Thrones.


Terakhir namun tak kalah menariknya ialah kerajaan Wales. Snowdonia, Anglesey, dan Cardiff. Pusatnya kastil-kastil indah, pantai, dan keju-keju khas Inggris. WWIG? Tentunya saya akan menikmati Eisteddfod, perayaan tentang kebudayaan, literatur, musik dan penampilan-penampilan di sana. Tentunya tidak boleh lupa untuk berkumpul dan bersosialiasi dengan penduduk lokal Inggris selama berjalan, terlebih jangan lupa meminta bantuan masyarakat atau teman baru dari Wales untuk membantu saya memahami tentang Wales karena bahasa yang mereka pakai berbeda dengan bahasa Inggris. Tentunya akan jadi pengalaman yang sangat berharga.

Kemudian mengunjungi Caernarfon Castle, tempat upacara pentahbisan Pangeran Wales atau yang dikenal sebagai The Investiture of the Prince of Wales. Saya perlu mempelajari sejarah dan politik tentang kerajaan Wales terutama dalam upacara pentahbisan ini. Tak lupa untuk menyicipi keju-keju dari Inggris selama di Wales, seperti Nutty Cheddar, Caerphilly cheese, Red Devil dari Snowdonia, blue Caws Cenarth, Dolwen, Camembert, dan lainnya yang rasanya akan menjadi rasa baru bagi lidah Indonesia saya.

Sekian deskripsi yang mampu mengeluarkan my hidden anglophilia, dan betapa menyenangkan bisa belajar sembari wisata dan menyicipi makanan khasnya secara langsung. Sehingga mengunjungi keempat kerajaan tersebut tidak terlewatkan dalam mencari jati diri dari anglophilia saya bersama Hipwee Travel dan Wego Indonesia.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya