Saat ini sering kita jumpai setiap wanita mendambakan tubuh ideal seperti para model majalah atau artis yang ada di layar televisi. Saat ini hampir setiap wanita menjalankan diet untuk dirinya sendiri demi mencapai berat badan yang diinginkan. Entah diet tersebut dengan pengawasan dokter, diet sehat, atau bahkan diet yang tidak diperhatikan dari segi kesehatannya. Tetapi bila ketakutan untuk bertambah berat badan terlalu besar sehingga menjadikan diri sendiri untuk tidak makan, maka hal tersebut perlu diwaspadai sebagai gangguan makan yang cukup serius yang bisa disebut dengan anorexia nervosa.

Menurut data yang dikutip situs womenfitness.com, 90% dari penderita anorexia adalah perempuan. Sekitar 30% penderita anoreksia mengalami gangguan ini seumur hidup, dan hampir semuanya pernah melewati fase yang membahayakan nyawa mereka. Setiap dua ratus perempuan dalam populasi umum, satu hingga lima orang mengidap anoreksia. 5%-18% dari penderita berkemungkinan besar meninggal akibat gangguan ini.

Advertisement

Salah satu fakta mengatakan bahwa penyakit tersebut merupakan penyebab kematian utama di antara orang-orang yang mencari bantuan psikiater. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa laki-laki juga bisa mengidap anorexia. Karena terdapat beberapa kontes yang mengharuskan para kontestan laki-laki untuk tampil menarik.

Gangguan ini umumnya muncul di usia 17 dan sangat jarang dijumpai pada perempuan di atas 40. Masalah ini bisa dipicu oleh peristiwa yang memicu depresi, seperti dikeluarkan dari kampus, masalah keluarga, patah hati, dan lain-lain. Bahkan bisa saja terjadi dalam jangka pendek.

Tapi biasanya merupakan penyakit kronis yang datang dan menghilang atau memburuk seiring waktu. Penyakit kelainan tersebut biasanya berkembang di masa dewasa ataupun dewasa akhir, gangguan ini umumnya mulai muncul pada masa remaja dan dewasa awal ketika tuntutan untuk menjadi kurus sangat kuat.

Advertisement

Seiring dengan meningkatnya tekanan sosial semakin meningkat pula tingkat gangguan makan. Penelitian terhadap mahasiswi menunjukkan bahwa mungkin 1 diantara 2 dari mereka makan berlebih dan memuntahkannya setidaknya satu kali. Jumlah penderita anorexia pada pria sekitar sepersepuluh jumlah wanitanya.

Remaja, terutama remaja putri termasuk kelompok yang rentan terhadap gangguan ini. Mungkin karena remaja berusaha untuk terlihat lebih menarik dan cenderung menjadi korban pergaulan yang menuntut seseorang langsing atau cenderung kurus. Salah satu teori menyebutkan bahwa penyebabnya adalah karena seseorang merasa sangat tertekan dengan kewajiban untuk tampil langsing seperti yang dimunculkan oleh televisi dan majalah

Teori ini menunjuk adanya gangguan pada sebagian fungsi otak yang berkaitan dengan perilaku makan yang terganggu dan gangguan makan juga bervariasi di antara kelompok etnik Amerika, dimana angka yang lebih tinggi terdapat pada remaja Eropa dibandingkan Remaja di Asia dan remaja dari etnik minoritas lainnya.

Anoreksia lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pada pria karena pada wanita cenderung lebih memperhatikan penampilan yang dikaitkan dengan isu kecantikan yang mengatakan semakin kurus makan semakin cantik, para perempuan lebih mudah diintimidasi termasuk gambaran tentang tubuh ideal.

Gangguan makan seperti ini biasanya menyerang orang-orang golongan sosial ekonomi menengah ke atas. Seringkali terjadi pada Negara yang maju, dan mungkin ditemukan dengan frekuensi tertinggi pada wanita muda yang profesinya memerlukan kekurusan, seperti model, pekerja seni peran dan penari balet.

Kondisi ini sangat mempengaruhi wanita remaja muda sekitar 75% orang dengan anoreksia adalah perempuan dan lebih umum di kelas sosial atas dan dinyatakan menjadi langka di negara-negara kurang berkembang. Penyakit anoreksia nervosa rata-rata bisa dikenali dari fisik penderitanya yang tampak sangat kurus sampai memperlihatkan tulang.

Fakta menarik lainnya adalah ketakutan yang mereka hadapi bahkan selalu menganggap tubuhnya masih kurang kurus atau gemuk meski kenyataannya berbanding terbalik dari apa yang mereka katakan. Usia 16-17 tahun merupakan usia yang dianggap rawan bagi gangguan ini untuk mulai muncul dan merupakan suatu masalah kesehatan jiwa yang mana pengidapnya terobsesi untuk memiliki tubuh kurus dan sangat takut jika mereka terlihat gemuk.

Pengidap anoreksia akan berusaha keras membatasi porsi makan seminimal mungkin, menggunakan obat-obatan seperti pencuci perut dan penekan nafsu makan, serta berolahraga secara berlebihan sampai mereka menemukan titik lelah guna membakar kalori yang dianggap berlebihan.

Beberapa dari mereka bahkan akan berusaha memuntahkan kembali makanan yang telah dikonsumsi, sebuah ciri khas gangguan makan yang dinamakan bulimia nervosa. Namun, bila pada bulimia penderitanya rata-rata mempunyai berat normal atau lebih, penderita anoreksia memiliki berat badan yang kurang.

Ada sebagian kecil penderita anoreksia yang tidak menyadari bahwa mereka menderita kondisi tersebut, namun sebagian besar tahu dan tidak mau berobat karena takut hingga akhirnya mereka menyembunyikan masalah ini dalam waktu yang sangat lama. Oleh sebab itu penting bagi kita sebagai orang luar untuk mengenali kondisi ini bilamana ada keluarga atau teman yang mengalaminya.

Anoreksia Nervosa memang penyakit yang menyebabkan penderitanya mengalami kelainan namun secara pasti apa dan dari mana kelainan ini dapat terjadi belum diketahui apa yang penyebabnya secara pasti namun di perkirakan faktor sosial mempunyai peran yang sangat penting bagi timbulnya penyakit ini.

Seperti gangguan psikologis lainnya, anoreksia melibatkan interaksi yang kompleks dari berbagai faktor. Namun demikian, faktor yang paling signifikan adalah tekanan sosial yang dirasakan oleh wanita muda yang menyebabkan mereka mendasarkan pencapaian pada penampilan fisik, terutama berat badan.

Tekanan untuk mencapai standar kurus yang tidak realisitis, dikombinasikan dengan pentingnya faktor penampilan sehubungan dengan peran wanita dalam masyarakat, dapat menyebabkan wanita muda menjadi tidak puas dengan tubuh mereka sendiri.

Model sosiokultural didukung dengan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa gangguan makan lebih jarang terjadi di banyak negara selain hanya di Barat. Bahkan pada budaya Barat, gangguan makan yang terkait dengan obsesi terhadap berat badan lebih umum terjadi di Amerika daripada Negara-negara barat lainnya, seperti Yunani dan Spanyol atau pada negara Timur yang teknologinya telah berkembang seperti Jepang.

Tujuan pengobatan anoreksia adalah untuk mengubah pandangan mereka tentang berat badan yang sehat dan memperbaiki pola makan mereka. Sebagian besar kasus anoreksia ditangani dengan rawat jalan atau diisolasi pada suatu rumah dengan penderita lainnya.

Selain untuk menyadarkan pengidap bahwa pola hidup yang mereka jalani tersebut adalah salah, penanganan ini bertujuan agar mereka dapat memperoleh berat badan ideal dan menjalani hidup dengan normal. Biasanya penanganan anoreksia meliputi terapi psikologi dan saran-saran yang berkaitan dengan makanan dan nutrisi agar penderita melupakan obsesinya.

Pengobatan anoreksia tentu saja tidak dapat dilakukan secara instan. Untuk sembuh dari kebiasaan tidak baik tersebut membutuhkan waktu beberapa tahun. Saat menjalani pengobatan bukan hal yang tidak mungkin bagi penderitanya untuk kambuh dan kembali pada pola makan tidak sehat sebelumnya. Anoreksia nervosa harus ditangani sedini mungkin agar peluang sembuhnya semakin besar.

Karena itulah kesabaran serta dukungan secara terus-menerus terhadap lingkungan sekitar berperan sangat penting bagi kesembuhan penderita anoreksia agar kembali terhadap kehidupan normal. Jangan pernah mengkritik atau membuat para penderita anoreksia merasa tertekan karena hal tersebut hanya akan memperburuk situasi. Sampaikanlah bahwa dukungan karena peduli dan disamping itu juga mengkhawatirkan kesehatan para penderita anoreksia.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya