Waktu adalah uang. Peribahasa tersebut adalah salah satu peribahasa yang sering kita dengar dan juga diutarakan dalam masyarakat. Peribahasa tersebut memiliki arti bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Waktu terus berjalan tanpa ada remot yang bisa menghentikan. Tidak ada kata untuk mengulang waktu, kembali ke masa lalu, atau mereset waktu seperti stopwatch. Oleh sebab itu kita harus bisa sebijak mungkin menggunakan setiap jam, menit, bahkan detik yang kita miliki.

Jika kita melihat pengaturan waktu masyarakat masa kini, peribahasa tersebut tidaklah tercermin dalam kehidupan mereka. Waktu yang seharusnya digunakan sebaik mungkin justru dibuang secara sia-sia. Sikap menghargai waktu mulai menghilang seiring berjalannya zaman. Menghilangnya sikap menghargai waktu memunculkan sikap baru dalam masyarakat. Sikap tersebut adalah sikap korupsi waktu.

Advertisement

Korupsi waktu mungkin terdengar asing di telinga beberapa orang. Hal itu dikarenakan korupsi yang sering dibicarakan adalah korupsi yang berkaitan dengan mencuri uang negara demi memperkaya diri sendiri. Akan tetapi ada juga fenomena korupsi yang dilakukan hampir semua golongan masyarakat pada masa kini yaitu korupsi waktu.

Korupsi waktu adalah sikap dimana seseorang tidak melakukan pekerjaan atau kegiataan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Korupsi waktu mungkin lebih dikenal dengan nama budaya “jam karet”. Budaya ‘jam karet’ atau korupsi waktu ini telah menjadi fenomena umum di kalangan masyarakat umum dari mahasiswa hingga pekerja kantoran. Sikap ini sudah menjadi kebiasaan yang melekat erat di masyarakat.

Korupsi waktu adalah sikap negatif yang harusnya dihilangkan karena bersifat merugikan seseorag. Sikap ini tidak hanya merugikan diri sendiri melainkan orang lain juga.                                 

Advertisement

Maman Suherman, S.Sos, penulis buku, entertainer, dan mantan jurnalis Kompas, memaparkan fakta bahwa di Indonesia sebanyak 33% PNS dari jumlah PNS yang ada di Indonesia rata-rata mengorupsi waktu dengan hanya tujuh jam bekerja dari waktu yang ditentukan yaitu delapan jam bekerja. Tindakan ini misalnya dengan datang terlambat atau memanjang-manjangkan waktu istirahat dan makan siang. Bagi mahasiswa korupsi waktu sudah menjadi hal yang biasa dilakukan seperti datang terlambat. Datang terlambat di dalam kelas dapat menganggu mahasiswa lain. Konsentrasi menjadi terhambat dan merugikan orang lain. Fenomena demikian yang membuat masyarakat Indonesia tidak produktif dan kurang bertanggung jawab pada ketepatan waktu dibanding masyarakat dari negara lain misalnya Jepang, Amerika, atau Eropa.

Penyebab terjadinya korupsi waktu di dalam masyarakat sangatlah beragam. Menurut Linda (18), salah seorang mahasiswa universitas di Bekasi “Menurut saya penyebab korupsi waktu adalah bangun terlambat. Itu sering terjadi karena tidak terbiasa bangun pagi atau tidur terlalu malam. Bangun terlambat juga bisa terjadi karena alarm yang mati atau alarmnya dimatikan kembali oleh orang tersebut lalu tidur lagi. Penyebab lainnya mungkin karena orangnya terlalu santai makanya dia tidak merasa terlambat itu bukanlah suatu masalah.” Ketika hal serupa ditanyakan kepada Gian (19), seorang mahasiswa universitas di Bandung, dia menjawab “Kemungkinan besar korupsi waktu terjadi karena malas dan juga pemikiran masyarakat bahwa yang penting datang.

Maksudnya walaupun datang terlambat karena malas tapi tetap datang ke acara atau kelas.” Sedangkan menurut Gracia (18), seorang mahasiswa universitas di Manado, “Karena tidak ada hukuman buat mereka yang melakukan korupsi waktu. Misalnya di dalam suatu acara kalau datang terlambat tidak akan ada hukuman bagi yang datang terlambat.”

Terdapat berbagai alasan mengapa korupsi waktu melekat erat dalam masyarakat. Ketika ditanya alasan korupsi waktu melekat erat dalam masyarakat, Linda menjawab “Mungkin karena orang-orang merasa hal itu sudah biasa dan bukan masalah besar bagi mereka. Selain itu masyarakat jadi korupsi waktu karena orang lain juga. Misalnya A janjian dengan B, tapi A sudah tau kebiasaan B yang sering datang terlambat. Jadi jika janjian jam 10 maka A akan pergi dari rumahnya jam 10 karena tahu B akan datang terlambat.” Ketika ditanyakan hal yang sama kepada Gian, dia menjawab hal yang mirip dengan jawaban Nicole. “Orang suka korupsi waktu karena masih banyak orang yang memiliki sikap korupsi waktu. Jadi sikap ini susah untuk dihilangkan. Contohnya dalam suatu acara dikabarkan bahwa acara dimulai pukul 12 siang. Akan tetapi pada pukul 12 siang tamu yang datang baru 15 orang saja dari 100 tamu yang diundang. Dilihat dari itu tidak mungkin acara tersebut dimulai karena tamu yang hadir sangatlah sedikit. Selain itu ada juga kebiasaan masyarakat yang datang di sebuah acara saat sudah proses makan makanan yang telah disiapkan oleh pembuat acara.” jawab Gian. Sedangkan Gracia berpendapat, “Melekat erat di masyarakat karena banyak orang yang memiliki budaya tersebut. Jadi susah untuk dihilangkan malah akan menyebar ke orang lain karena banyak yang memiliki budaya itu.”

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan sikap korupsi waktu. Hal tersebut juga ditanyakan kepada Linda, Gian dan Gracia. “Harus tegas dan bilang bahwa hal tersebut merugikan diri kita juga dia. Jelaskan juga bahwa hal tersebut membuat kredibilitasnya menurut di mata orang lain. Apalagi hal itu sangat berpengaruh dalam dunia pekerjaan.” jawab Linda. Hal serupa juga dikatakan oleh Gian, “Harus bersikap tegas tentang waktu dan tidak memberikan toleransi terhadap keterlambatan yang dilakukan. Kecuali terdapat alasan yang masuk akal dan penting sehingga dia terlambat.” Tidak jauh berbeda dari pendapat Nicole dan Gian, Gracia berpendapat, “Cara mengatasinya dengan bersikap tegas kepada orang yang memiliki budaya itu. Kalau perlu diberikan hukuman kepada orang itu.”

Dari ketiga jawaban tersebut dapat kita simpulkan beberapa hal. Penyebab terjadinya korupsi waktu di dalam masyarakat adalah bangun terlambat, terlalu santai, malas, pemikiran bahwa yang penting datang ke acara atau kegiatan tersebut, dan akibat tidak adanya hukuman bagi orang yang melakukan korupsi waktu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya