Asa Rasa Semesta: Tentang Mimpi dan Perjalanan Melahirkan Karya

Di buku ini, kamu bisa membaca banyak sekal cerita-cerita sederhana yang sering terjadi di kehidupan seorang mahasiswa.

 

Advertisement

Kita bercerita tentang sebuah mimpi bersama seperti biasa.

Tentang kegundahanmu untuk tetap mempertahakan

atau melepas karena takut berjuang sendirian.

Advertisement

Sebenarnya, kau tak benar-benar sendirian.

Kau tahu itu, kan?

Advertisement

 

Beberapa hari yang lalu, seseorang datang padaku dan menyodorkan sebuah buku. Kulihat ia menaruhnya di meja dan berlalu begitu saja. Lelaki yang cukup menarik. Paragraf di atas adalah kutipan yang kuambil setelah kubuka.~

Tak ada hati yang tak pernah rapuh. Semua keretakan yang selalu hidup setiap harinya, pada akhirnya akan utuh juga. Banyak hal yang sering kamu khawatirkan, bukan? Mulai dari uang bayar kostan, listrik bulanan, kangen kampung halaman, hingga masalah organisasi kemahasiswaan yang kerap menyita waktu tanpa menerima keberatan.

Di buku ini, kamu bisa membaca banyak sekal cerita-cerita sederhana yang sering terjadi di kehidupan seorang mahasiswa. Semua mimpi yang tertanam dari kampung halaman hingga perantauan, semua ditabung rapi dan tertuang dalam halaman demi halaman.

Sesuai seperti judulnya, buku ini memang berisi banyak mimpi dari seorang perempuan yang pergi jauh meninggalkan kampungnya dan menempuh pendidikan di Yogyakarta. Kelahiran buku ini menjadi puncak penutup

 

Sayangnya, 

Awalnya, buku ini sangat membingungkan. Meski di sampul belakang menunjukkan kalau buku ini tergolong novel, tapi penyajiannya tidak seperti novel pada umumnya. Cerita-cerita pendek tak berjudul yang dipisahkan dengan puisi rasanya lebih asik kalau dibaca setiap hari; satu hari satu puisi dan satu cerita pendek. Karena waktu dan suasana kepenulisannya sangat terasa. Perpindahan suasana di pagi, siang, dan malam hari sangat kentara. Jadi terasa sedikit membosankan. Tapi setelah beberapa hari, akhirnya aku terbiasa juga.

Kiasannya,

Satu hal yang sangat aku sayangkan selain banyak jeda dan tanda baca yang kurang sesuai adalah kiasan yang terkesan terlalu memaksakan. Penulis menyebut “layar kotak kecil persegi panjang” di banyak halaman. Istilah ini terlalu klise, menurutku. Bagi beberapa pembaca, ada yang mengira itu ponsel, laptop, atau ada juga yang mengira itu tatakan masak (?).

Selebihnya, bagus semua! Aku suka sekali dengan buku ini. Perjuangan dari sebuah mimpi, keinginan untuk melahirkan sebuah buku, setelah mengalami banyak hal akhirnya tertunaikan juga. Selamat, Riza Rozaliani!

 

 

Judul: Asa Rasa Semesta

Penulis: Riza Rozaliani

Penerbit: Stiletto Indie Book

Tahun terbit: 2019

Jumlah halaman: 126 halaman

ISBN: 978-602-336-842-6

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pengagum luka.

CLOSE