Mendengar kata UK, semua pasti langsung tertuju dengan London. Semua orang terpesona dengan suasana metropolitan yang diberikan kota London. Ingin merasakan keindahan klasiknya UK, cobalah dengan mengunjungi salah satu kota yang letaknya 156 km bagian barat London dan 21km barat daya Bristol, yaitu BATH.

Bath merupakan kota di provinsi Somerset, South west England dan masuk ke dalam kategori world Heritage site. Mungkin sebagian orang di luar Eropa belum familiar mendengar kata Bath dan tidak mengetahui dimana letaknya, tetapi bagi mereka yang pernah membaca buku atau menonton film mengenai Jane Austen, pasti akan mengetahui hal tersebut. Ya, Jane Austen seorang penulis yang terkenal itu berasal dari Bath.

Advertisement

Kereta menuju Bath berangkat dari Marylebone train station dengan menempuh jarak selama 1.5 jam menuju Bath spa central. Kota ini terkenal dengan sumber air panas alaminya, Kota ini didirikan pertama kali oleh bangsa Romawi sebagai spa thermal dengan nama Aquae Sulis. Tempat pemandian thermal bath peninggalan bangsa Romawi tersebut masih bisa kita nikmati di kota ini.

Setelah jatuhnya bangsa Romawi, Bath menjadi pusat penting dari industri wol di abad pertengahan. Pada abad ke-18, di bawah George III, berkembang menjadi sebuah kota elegan dengan bangunan Palladian neoklasik, yang menyatu harmonis dengan pemandian Romawi berkat rancangan beberapa arsitek terkenal kala itu, John Wood , Ralph Allen dan Richard ' Beau ' Nash yang berambisi menjadikan Bath sebagai the most beautiful city in the Europe.

Kotanya tidak terlalu besar, menuju pusat kota kita hanya perlu berjalan kurang dari 15 menit. Banyak sekali tempat yang wajib dikunjungi selama berada di sana.

Advertisement

1. Bath Abbey

Ketika melihat Bath Abbey, dan melihat banyak sekali orang di sana berfoto-foto, saya yakin kalo sudah berada di pusat kota Bath. Bangunan bergaya Victorian gothic yang didirikan pada tahun 1499 ini pernah terbengkalai selama 70 tahun sehingga baru selesai pada tahun 1611. Siapapun boleh mengunjungi gereja ini hanya dengan membayar sedikit donasi dan bebas mengambil foto dari interior gereja tersebut. Bath Abbey ini letaknya di sebelah barat museum Roman Baths.

2. Roman Baths

Museum Roman Baths. Bangunan bergaya Victorian ini selalu ramai dikunjungi turis dari berbagai negara. Hanya perlu membayar £ 13.50 sebagai tiket masuk, kita akan diberikan audio guide yang akan menjelaskan segala sejarah tempat pemandian Romawi serta kehidupan bangsa Romawi itu sendiri di masanya. Di terracenya kita masih bisa melihat patung-patung romawi yang menghiasi bangunan, dari teras ini, melihat ke bawah di situlah terdapat kolam pemandian air panas tersebut.

Air panas disini bisa mencapai suhu 46°C panasnya. Di masa lalu fenomena alam ini berada di luar pemahaman manusia dan diyakini sebagai karya dari dewa-dewa kuno. Pada zaman Romawi, kuil besar dibangun di sebelah Spring didedikasikan untuk Dewi Sulis Minerva, dewa dengan kekuatan penyembuhan. Tak jarang kadang kita bisa menemukan orang-orang yang berpakaian Romawi berkeliling di sekitar area hot spring, seolah-olah kita dibawa ke suasana bangsa Romawi ribuan tahun lalu. Mereka juga tidak keberatan lho untuk diajak berfoto bareng seperti yang saya lakukan saat itu.

3. Royal Crescent

The Royal crescent, letaknya yang jauh lebih ke atas dari city centre tepatnya berada di bawah Avon Valley adalah deretan 30 rumah bertingkat bergaya Georgian yang areanya didesain berbentuk setengah lingkaran seperti bulan sabit. Dirancang oleh arsitek John Wood the younger dan dibangun antara 1767 dan 1774. Banyak orang terkenal telah baik hidup atau tinggal di sini sejak pertama kali dibangun lebih dari 230 tahun, dan salah satunya adalah sekarang Royal Crescent Hotel, yang lain adalah No 1 Royal Crescent, yang telah berubah menjadi museum karena banyak cerita sejarah dibaliknya.

4. The Circus

The Circus, deretan townhouse bergaya Georgian yang diambil dari bahasa latin, artinya adalah lingkaran. Bentuk lingkaran dari tiga kompleks bangunan yang didesain oleh John Wood the Elder ini terlihat jelas apabila dari atas. Menurut sejarahnya, inspirasi di balik desain bangunan ini adalah Colosseum di Roma. Sama seperti Seperti Colosseum, tiga facade bangunan memiliki urutan yang berbeda arsitektur di setiap lantai. Doric di permukaan tanah, bentuk Ionic pada piano nobile dan finishing dengan Corinthian pada lantai atas. Sayangnya John Wood tidak pernah bisa menikmati hasil karyanya karena ia meninggal tak lama setelah peletakan batu pertama.

5. The Fashion Museum

Sebelumnya dikenal sebagai museum of costume, di mana pengunjung dapat melihat ratusan koleksi pakaian dari yang historical hingga kontemporer, dari pakaian yang digunakan pada abad 16 hingga saat ini. Koleksi pakaian di sini disusun berdasarkan temanya, termasuk pakaian pria dan wanita, gaun untuk sehari-hari hingga gaun malam, serta fashion saat ini.

6. Jane Austen centre

Rumah seorang novelis asal Inggris yang lahir pada tahun 1775 di Steventon, terkenal dengan beberapa karyanya antara lain Pride and Prejudice, Emma, persuasion, sense and sensibility, dan Northanger Abbey. Museum ini dibuat untuk menghormati karya-karya novelis tersebut sekaligus bercerita tentang pengalaman Jane yang pernah hidup di kota ini antara tahun 1801 dan 1806. Di museum ini, terdapat satu area di mana para pengunjung dapat mencoba untuk dressing up dengan baju-baju bergaya Victorian. Jane meninggal pada tahun 1817 kerena penyakit ginjal, ia meninggal di kota Winchester dan kuburannya berada di Winchester cathedral.

7. Pulteney Bridge

Jembatan yang pengerjaannya memakan waktu sekitar 20 tahun ini, selesai dibangun pada tahun 1774 dan memiliki julukan one of the world's most beautiful bridges selain Ponte Vecchio di Florence Italy dan memiliki bangunan di atasnya, di mana dulunya sebagai pertokoan. Bergaya Palladian dan dibangun untuk William Pulteney oleh Robert Adam, sebagai upaya untuk menghubungkan Bath central dengan kota sekitarnya di tepi lain Sungai Avon.

#AyoKeUK #WTGB #OMGB

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya