#BeraniWujudkanMimpi dengan Berdoa, Berusaha, Berkata Baik, Berbagi, Bersilaturahmi dan Bersyukur

Perkenalkan namaku langit, arti dari nama tengahku. Aku perempuan seminggu lalu baru memulai usai 26 tahun. Entah aku mengatakan perjalanan 26 tahunku panjang atau pendek. Semua terasa sangat lama kadang juga terasa begitu cepat seperti seolah akan ketinggalan kereta. Aku adalah seorang anak ingusan, hitam, dekil yang sukanya main ke sawah mengekor ibunya yang berangkat kerja sebagai buruh tani. Seperti anak tak punya masa depan dan harapan tapi sayangnya itu salah, dan itu dulu. Sekarang aku tumbuh menjadi si bungsu yang pemberani dan tangguh. Itupun tak lepas dari campur tangan Ibuku yang membuat aku #BeraniWujudkanMimpi.

Advertisement

Tahun 2018 lalu aku dinyatakan lulus menjadi ilmuwan Psiklogi, atau lebih sering disebut sarjana psikologi. Di usia 26 tahunku aku mempunyai bisnis di bidang tanaman hias, sepetak green house di atas tanah yang aku sewa, menjadi kontributor di beberapa buku Antalogi Puisi, serta rumah belajar dimana anak-anak di sekitar rumahku dapat membaca dan meminjam buku secara gratis, serta setiap sore ada bimmbingan belajar untuk anak yang duduk di bangku taman kanak-kanak hingga kelas 6 SD. Aku selalu menerapkan 6B dalam meraih mimpiku, dan #BeraniWujudkanMimpi. Yuk simak perjalanan 6B saya:

1.Berdoa

Apa yang membuatmu tidak yakin bila segala hal yang terjadi padmu adalah persetujuan dari Tuhan? Pernahkah kau gagal dari segala hal yang sudah kau rencanakan dengan matang? Atau kau mendapatkan sesuatu yang tak pernah ada dalam catatan keinginanmu tapi kau mendapatkan dengan lebih. Semua itu atas persetujuan Tuhan. Manusia perencana yang baik tapi selalu Tuhan yang  menyetujuinya.

Advertisement

“Badanku sehat, karena aku rajin olah raga” lalu bila sekejap saja tuhan memberikanmu cobaan akan sakit apakah sehatmu memang benar-benar karenamu atau karena persetujuan Tuhan…?. “aku punya uang banyak karena aku selalu bekerja keras” lantas jika Tuhan tidak membuka jalan peluang serta relasi orang-ornag yang baik, masihkah suksesmu murni karenamu atau juga karena persetujuan Tuhan? Awal mula aku berdoa dengan sungguh-sungguh saat aku masih SD aku ingin ada saluran listrik dan PDAM di rumahku, bisa dibayangkan anak usia SD dimana membutuhkan banyak air untuk mandi ketika berangkat sekolah, butuh setrika untuk melicinkan seragam, butuh hiburan sekedar menonton serial kesukaanku Doraemon, serta penerangan saat belajar malam hari.

Hatiku serasa hancur kerap kali diejek teman-temanku saat upacara terlihat jelas seragam siapa yang kusut dan kucel. Atau tiap berangkat sekolah ada warna hitam di hidungku bekas asap lampu semprong minyak tanah yang sumbunya dibakar sebagai penerangan saat tidur. Aku kerap kali menumpang mandi di tetanggaku, bila kamar mandinya sedang penuh namun jam sekolah sudah mepet dengan waktu masuk kelas, aku terpaksa tidak mandi, hanya cuci muka dan gosok gigi.

Advertisement

Jelas ini bukan inginku, tapi aku selalu berdoa kepada Tuhan supaya segala sesuatunya dipermudah, hingga saat duduk di bangku SMP ada rezeki untuk pasang saluran air serta di bangku SMA terpasang juga saluran listrik. Tuhan mengabulkan doaku, bahkan memberikan lebih saat aku benar-benar bersujud dan meminta hanya kepadaNya sampai detik ini.

2. Berusaha

Telah disebutkan di agama manapun, selain berdoa kepada Tuhan kita harus pula berusaha. Untuk menjemput rezeki yang sudah disiapkan Tuhan. Sebagai seorang anak yang jauh dari kata mewah, aku tidak pernah mengenyam pendidikan taman kanak-kanak. Namun aku selalu berusaha keras dan memahami pembelajaran yang disampaikan bu guru.

Apakah itu membuahkan hasil, jelas!! Nilaiku selalu mendapat progres hingga aku SMK dan tak jarang masuk tiga besar peringkat terbaik  di kelas. Tak berhenti sampai di sini, entah bagaimana guruku memberi penilaian akan diriku, sejak duduk di bangku 5 SD saya di percaya mewakili berbagai perlombaan kususnya di bidang sastra (pidato, cerpen, sinopsis, dan puisi) aku sangat berterima kasih. Karena dengan kepercayaan tersebut saya berusaha untuk menjalankan amanah dengan baik, dan terus belajar sehingga scara tidak sadar potensiku semakin tergali.

Aku banyak mengikuti organisasi di sekolah, semata-mata untuk memperbanyak ilmu serta menambah teman. Setelah lulus SMK aku diterima bekerja sebagai tenaga administrasi di salah satu lembaga pendidikan anak usia dini, setelah pulang aku mengajar bimbel sampai setengah sepuluh malam, hasil dari kerjaku ku gunakan untuk mengangsur motor dan laptop yang selama ini tak pernah aku  miliki. Tahun 2014 aku memilih berhenti untuk menjadi guru bimbel, dan masuk di salah satu universitas swasta kelas karyawan, pagi aku bekerja dan malam aku menempuh perkuliahan.

Setelah lulus kuliah 2018 aku memilih melepas pekerjaanku dan mendirikan Rumah Belajar serta memulai bisnis yang selama ini aku impkan. Tidak sedikit juga teman-temanku menanyakan apakah aku tidak capek menjalani rutinitas yang begitu padat? Capek, pasti! Aku hanyalah manusia biasa yang dapat merasakan lelah, namun aku nikmati rasa lelah ini, dan ku jadikan sebagai proses pendewasaan diri. Aku #BeraniWujudkanMimpi dengan terus berusaha, bukan berprioritas pada hasil, namun pada proses. Aku yakin apa yang aku usahakan selalu akan membuahkan hasil terbaik sesuai takaran Tuhan.

3. Berkata baik

Pernahkah ditanya apa kabarmu atau kamu ingin mejadi seperti apa? Tanpa kita sadari apa yang kita ucapkan akan mempengaruhi bagaimana pola pikir kita bagaimana kita bertindak. Pernahkah kita menemui seorang remaja dengan kemampuan yang sama namun mempunyai mimpi yang berbeda. Satu remaja ingin menjadi direktur, dan satu lagi menjawab “lihat nanti saja hidup gini-gini aja”. Menurut kamu mana yang akan berusaha lebih keras, pastilah yang berkata baik dan yang bermimpi besar bukan? 

Itulah yang saya perbuat, semenjak remaja ketika ada teman saya bertanya bagaimana kabarmu? Maka saya menjawab: “alhamdulillah baik, luar biasa” dan apa yang terjadi setelahnya. Sungguh luar biasa mimpi saya ingin duduk di perguruan tinggi jurusan psikologi terkabulkan, dan lulus!. Mengingat dulu setelah ujian nasional kelas 9 SMP saya hampir tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan SMK karena kondisi ekonomi yang sangat minim.

Namun, sungguh luar biasa dukungan dari bapak ibu guru dan kakak saya, sehingga saya dapat melanjutkan ke jenjang SMK. Bahkan Tuhan memberi saya lebih, hingga ke bangku universitas. Saya selalu berusaha membingkai pikiran saya dengan hal yang positif dan berkata baik. Bila ditanya tentang kabar atau masa depan, entah bagaimana keadaan saat ini, sedih pastilah ada sesekali tapi berkata baik membuat kita terus melakukan hal yang baik pula sehingga lingkungan kita dapat ikut serta menjadi positif.

4. Berbagi dan bersedekah

Berbagi kebahagiaan, karena dengan sedikit apa yang kita beri dapat mebuat orang lain terbantu. Semampu kita, entah dalam bentuk finansial, barang, tenaga atau sekdar senyuman. Mungkin dari sebagian orang yang kita bantu mempunyai mimpi yang besar pula namun belum #BeraniWujudkanMimpi. Ada baiknya kita mengulurkan tangan kita untuk mengajak lebih banyak orang untuk #BeraniWujudkanMimpi.

Dengan berbagi/bersedekah juga dapat membuat hati kita lapang, menghilangkan duka serta menjadikan hati kita menjadi lembut. Aku selalu mengingat kata ibuku “berbagilah bila benar-benar ada orang yang membutuhkan, percayalah semua orang sudah punya rezeki takaran masing-masing mungkin sebagian yang ada pada kita dititipkan rezeki orang lain. Apa yang kita berikan akan diganti oleh Allah berlipat ganda”.

Perkataan ibuku terbukti. Atau juga hal yang sederhana, semisal senyuman. Menjawab pertanyaan kurir yang seadang mencari alamat, atau tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepada bapak OJOL setelah beliau memberikan jasa ojeknya kepada kita.

5. Bersilaturahmi (menjalin pertemanan)

Tetaplah berbuat baik kepada siapapun karena kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi kepada kita di masa yang akan datang. Dengan slalu menjaga silaturahmi akan membuka pintu rezeki yang lebih banyak. Karena tangan kita hanya dua, kita tidak mungkin dapat menyelesaikan segalanya sendirian. Bahkan jika kita berdangang, pasti ada teman-teman yag membantu mempromosikan dagangan kita. Semakin banyak teman kita, akan semakin banyak pintu rezeki yang akan terbuka. Saya berusaha menjaga silaturahmi dengan saudara, teman serta guru-guru, bapak ibu dosen, karena tanpa mereka mustahil sekali saya dapat sampai di titik ini. Dukungan mereka yang membuat saya selalu #BeraniWujudkanMimpi

6. Bersyukur

Setelah membaca point pertama, bahwa apa yang terjadi pada kita adalah persetujuan Tuhan. Tuhan setuju kita hidup sampai detik ini, Tuhan setuju kita dapat minum dan makan hari ini, Tuhan setuju kita masih punya tempat tinggal sampai saat ini. Saya berusaha agar tidak membandingkan diri saya dengan orang lain agar saya senantiasa dalam rasa syukur dan selalu #beaniwujudkanmimpi.

Akan selalu ada hal yang dapat kita syukuri, karena setiap manusia pasti selalu mempnyai cobaan dan masalahnya masing-masing. Permasalahan dalam hidup tidaklah akan beakhir, namun Tuhan selalu membuat pundak kita menjadi kuat dan selalu mampu melewati setiap cobaan. Apa yang kita lihat tentang orang lain tak selamanya benar, barangkali mereka sedang menyembunyikan luka dan masalahnya dan memilih untuk tetap tegar dan menghadapinya.

Untuk itu jangan bandingkan diri kita dengan orang lain, setiap orang berangkat di start yang berbeda, pastilah sampai finish yang berbeda. Tetap beryukur, karena dengan bersyukur dapat membuat hati kita lapang sehingga mudah untuk bahagia. Dengan hati yang bahagia membuat kita mudah pula berbagi kebahagiaan dan memberi energi positif kepada sekitar kita.

Bagaimana teman-teman, tetaplah semangat dan #BeraniWujudkanMimpi. Terima kasih sudah membaca coretan saya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE