Apa sih yang dipikirkan banyak orang tentang pemerintahan di Indonesia? pasti banyak sekali orang-orang yang menghujat pemerintah kita, mungkin banyak yang pro juga, tapi lebih banyak yang benci kali ya? Tidak jarang karena kebencian mereka yang mendalam hingga banyak sekali orang-orang yang memfitnah kepala negara, gubernur, bahkan walikota. Jika sudah begini, siapa yang dapat dipersalahkan? atau mungkin dari kita menyalahkan pemerintah ? atau mungkin justru membelanya.

Sebagai seorang pemuda yang sibuk kuliah, sedang eksis-eksisnya di media sosial, dan galau menggalau tentang cinta dan sedang gencar-gencarnya memposting kata-kata mutiara, kayaknya males banget ngedengerin ocehan pemerintah ataupun ikut-ikutan ngomongin politik yang gak ada akhirnya.

Advertisement

Apa sih politik? Masih muda nanti aja kalo sudah tua baru ngomongin politik.

Kata-kata ini sangat menunjukan bahwa kita adalah anak muda yang tidak bergairah dan tidak peduli sama negara sendiri, kalo kata guru PKN saya waktu sma, perkataan ini bukti bahwa pemuda di indonesia sangat apatis. Mungkin banyak juga yang peduli dengan ikut berkomentar-berkomentar di kolom berita atau menghujat orang-orang pemerintahan yang gak bener kerjanya, tapi apakah dengan itu cukup bahwa pemuda di indonesia sangat peduli?

Sebenarnya tidak sama sekali. Bukti nyata ketika kalian peduli dengan pemerintah agar lebih baik, adalah ketika kalian berprestasi di sekolah, ikut mencerdaskan anak bangsa dengan turun kedesa-desa mengajari mereka banyak hal, tidak memakai narkoba, mengikuti peraturan yang ada di pemerintah, tidak bolos sekolah bahkan menyontek sekalipun. Jika kalian tidak bisa meninggalkan prilaku-prilaku tersebut. OMONG KOSONG namanya.

Advertisement

Seringkali pemuda di indonesia menghujat karena hanya melihat sekilas kebijakan negara yang menurut mereka tidak baik, tidak etis, bahkan ada yang bilang bahwa pemerintah tidak membela kaum rakyat kecil. Aduh, seringkali ingin tertawa membaca komentar dikolom-kolom pemberitaan yang isinya memancing pro kontra.

Ketika pemilu jujur saya tidak memilih Jokowi untuk menjadi kepala negara, tapi saya sangat meyakini siapapun yang menjadi pemimipin negara ini, Tuhan berkehendak atas beliau. Jadi untuk apa saya sedih karena orang yang saya pilih gagal menjadi kepala negara, dan menghujat pemerintah Jokowi sejadi-jadinya.

Ketika saya ingin tidur, sehabis mencuci kaki dan naik ke kasur, seperti biasanya sebagai seorang anak muda yang sering ngebayang-bayangin seseorang sebelum terlelap, entah mengapa pikiran saya tiba-tiba melayang tentang seorang presiden, wakil presiden, gubernur, walikota, bupati, camat dan semua orang yang duduk dalam pemerintahan. lucu siy, pertanyaan dalam benak saya waktu itu cuman satu:

" Mereka sedang ngapain ya, udah jam 1 pagi"

Ketika bangun tidur, setelah mandi seperti biasanya saya membuka sebuah website berita harian, ketika membuka beranda. Saya langsung terdiam begitu ada kesaksian seseorang tentang gubernur, bahwa gubernur tersebut bekerja hingga pagi untuk mengikis dana APBN. Bahkan ketika banyak dari kita berlibur, beliau tidak berlibur sama sekali. Terlihat sekali bukan mereka bekerja dengan hati. Beliau saja masih menjabat sebagai gubernur sudah lembur tiap waktu, bagaimana dengan presiden kita yang bekerja untuk rakyat setiap hari, mengatur ratusan juta orang, belum lagi jika masalah-masalah yang lain datang seperti bencana kecil yang melanda di bagian-bagian Indonesia, sudah harus bertindak cepat mengatasi sesuatu tapi disatu sisi presiden juga mendengar pembencinya bicara.

Bisa tidak sih sebagai pemuda melihat terlebih dahulu dan mendukung kebijakan pemerintah, mungkin saja presiden kita tidak tidur-tidur di Istana Negara karena mengatur kebijakan pemerintah agar masyarakat menjadi sejahtera. Tiba-tiba saya tersenyum memikirkan hal itu, mungkin Tuhan melarang saya untuk berpikir negatif dengan pemerintah.

Akhir-akhir ini juga sedang ada yang membuat semua orang indonesia gempar, seorang diplomat wanita yang berhasil membungkam kepala-kepala negara yang menuduh Indonesia yang tidak memikirkan nasib papua. Sejujurnya saya tidak begitu tertarik dengan pernyataan diplomat tersebut, karena bohong juga jika indonesia sangat mempedulikan Papua, tapi di satu sisi saya sangat yakin bahwa pemerintah sedang berusaha sebaik mungkin untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia di tanah Papua, kan kita orang awan? Memangnya kita tau apa tentang kebijakan pemerintah Indonesia untuk Papua.

Sebagai penulis, saya tidak ingin menggurui anak-anak muda yang ingin menyatakan pendapatnya, karena negara kita adalah negara yang bebas berpendapat tapi ada baiknya seorang pemuda dapat menahan bibirnya untuk bicara yang tidak perlu, atau menulis dikolom komentar yang pasti bakal memancing keributan. Ayo sama-sama belajar memperbaiki diri untuk menjadi anak muda yang berkelas dalam berpedapat serta bersikap.

Kita adalah bibit-bibit negara yang bakal memimpin negara ini untuk lima tahun, sepuluh tahun, bahkan untuk lima belas tahun lagi. Dari kita tunas-tunas bangsa, yang akan memperbaiki pergerakan dan kemajuan Indonesia. Bangga dong pastinya jika kita bisa mengubah sedikit saja dari yang terkecil untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Dengan memperbaiki diri kita, pastinya.

Ayo bela Negara kita, ayo kita jaga NKRI kawan-kawan. SEMANGAT.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya