#BeraniWujudkanMimpi-Bingung dengan Mimpi Sendiri? Bisa Jadi Kamu Ngalamin Quarter Life Crisis!

Banyak orang, terutama remaja awal 20 tahunan yang baru beranjak dewasa bingung akan mimpinya sendiri. Kebanyakan dari mereka bingung akan apa yang sebenarnya menjadi tujuan mereka di masa depan. Apa yang ingin mereka capai dan apa passion mereka sebenarnya. Ditambah ketidaksesuaian antara ekspektasi dan realita membuat banyak orang menjadi pesimis akan apa yang menjadi mimpinya dan mengubur mimpi mereka dalam-dalam. Termasuk saya. 

Advertisement

Mungkin inilah yang disebut dengan quarter life crisis.

Quarter life crisis dalam psikologi sendiri merupakan kondisi emosional ketika seseorang mulai mengalami kecemasan, ragu akan kemampuan diri terhadap kualitas dan bingung dalam menentukan tujuan hidupnya. Biasanya krisis ini dipicu oleh tekanan eksternal, yaitu dari lingkungan sekitar maupun internal, yaitu diri sendiri. Ataupun dikarenakan banyaknya pilihan maupun kemungkinan sehingga membuat bingung memilih tujuan hidup seperti apa yang diinginkan.

Saat kita mengalami QLC, kita jadi lebih insecure akan kemampuan diri kita sendiri, dan membuat kita pesimis akan menentukan tujuan hidup kita, atau bahkan pesimis dalam menggapai mimpi kita yang sebenarnya sudah ada. QLC membuat kepercayaan diri kita menurun saat membandingkan diri kita dengan orang lain. Well, sebenarnya membandingkan diri kita dengan orang lain bukan hal yang tepat untuk dilakuin sihh.

Advertisement

Cara Mengatasi quarter life crisis

Buat kalian yang lagi menghadapi QLC inii, mungkin bisa melakukan hal-hal dibawah ini untuk menghadapi fase ini in a positive way, yaitu dengan:

Advertisement

Mengurangi konsumsi sosial media. Dengan begitu kamu akan lebih sedikit merasa iri dengan pencapaian teman-temanmu dan maksimalkan waktumu untuk terus belajar dan melakukan hal-hal produktif lainnya. Stop menjadikan kesuksesan seseorang sebagai pembanding dengan pencapaianmu. kalau dijadiin motivasi sih gapapa, asal jangan banding-bandingin aja yah. ingat!

Setiap orang punya jatah sukses masing-masing! Lebih bersyukur dan bangga atas pencapaian sekecil apapun dari diri kamu sendiri. misal, kalo aku sih aku bangga bisa menikmati makanan aku to the max, walaupun banyak yang bilang aku gendut, as long as I’m happy with myself, why not?

Percaya pada diri kamu sendiri! apapun yang sudah terjadi, apapun itu penyesalan kamu, cukup jadikan itu sebagai pembelajaran. sekarang, atas semua pengalaman-pengalaman yang telah kamu lewati, percayalah bahwa kamu bisa melewati semua rintangan di masa yang akan datang. Dan semua hal yang sudah berlalu akan membantu meng-upgrade dirimu menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih hebat lagi.

Terus belajar dan memperbanyak pengetahuan serta meng-upgrade skill kita. Last but not the least, menjadi optimis dan selalu berpandangan positif. yang ini memang tidak mudah. tapi kalau pelan-pelan pasti bisa kok. cobain aja dulu. Untuk mengetahui apa sih yang jadi tujuan kita di masa depan, atau apa sih yang pengen kita lakukan di masa depan? Mungkin kalian bisa cobain tips di bawah ini. 

Pertama, fokus pada dirimu sendiri, kenali dirimu sendiri. Menyadari apa yang benar-benar kamu sukai. menemukan hal yang dengan melakukannya saja sudah membuat kamu bahagia. Lalu, kamu bisa mencatat kelebihan dan kekuatan kamu, mungkin kamu bisa pakai analisis SWOT. Kamu juga bisa tanya orang terdekatmu tentang apa yang menjadi kelebihanmu.

Setelah kamu yakin akan tujuan/mimpi kamu, kamu harus #BeraniWujudkanMimpi kamu. Berani keluar dari zona nyaman dan memperjuangkan mimpi kamu. Tidak ada yang mudah memang, tapi juga tidak ada yang tidak mungkin. Kita semua pasti bisa melewati rintangan-rintangannya. Perlihatkan pada diri kamu sendiri bahwa kamu itu hebat dan kamu pantas untuk mendapatkannya. Buatlah rencana-rencana atau step by step bagaimana kamu akan mencapai mimpi-mimpi itu. Dan yang terpenting jangan pernah menyerah. 

Selama mengalami QLC ini, banyak orang yang merasa ingin lari dari semuanya. nyatanya, semakin menjauh, akan membuat diri kita semakin tersesat. Walaupun fase QLC sangat menyusahkan, tetapi tetap memiliki kelebihan sendiri bagi tiap individu. Dan jika kita tidak berusaha untuk menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya, rasa penyesalan di kemudian hari mungkin akan lebih besar.

Ingat bahwa penyesalan datang di akhir bukan di awal. Kalau diawal namanya pendaftaran. Mending daftar kegiatan yang mendukung mimpi kamu aja. Contohnya kalau mimpi kamu menjadi penulis, mungkin bisa ikutan lomba menulis. Platform Hipwee sendiri sering loh ngadain lomba menulis.

Quarter life crisis sendiri merupakan kondisi normal yang biasa terjadi. Jangan jadikan QLC menjadi penghambat dalam proses menggapai mimpi-mimpi kita. Tidak ada yang mudah di dunia ini, tetapi jangan terlalu keras pada diri sendiri juga. Tak apa, pelan-pelan saja. kamu punya waktumu sendiri kok. Dan kamu pantas menjadi seperti apa yang kamu inginkan. Semangat untuk kita semua dan selalu #BeraniWujudkanMimpi.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE