Aku berharap itu kamu, jawaban dari semua doaku…

Aku tak tau harus memulai menceritakan tentangmu dari mana, karena semuanya terjadi begitu cepat dan aku masih ingin cerita ini tetap ada. Aku tak ingin kisah ini menemui akhir yang tak bahagia, setidaknya ini adalah doaku setiap aku bersimpuh pada-Nya.

Advertisement

Aku tak mengerti kenapa aku begitu tergila-gila, hingga aku lupa bahwa kau pun sebenarnya tak sempurna.
Dari sekian banyak cinta yang datang dan pergi dalam hidupku, mengapa hanya kamu yang selalu aku semogakan dalam doaku? Dari semua laki-laki yang hadir mengisi hatiku, mengapa hanya kamu yang selalu mampu membuatku tersiksa karena rindu?
Aku berharap itu kamu, jawaban dari semua harapku.

Tuhan, bolehkah aku berharap sebanyak ini? Aku takut semua ini akan menyakitiku lagi.

Telah lama aku di sini, menanti seseorang menemukanku dan bersedia memeluk semua kelemahanku.
Telah lama aku sendiri, menelan segala sedih karena harapan-harapan yang tak pasti.
Semuanya tak mudah, butuh waktu sangat lama untuk menyembukan semua sakit karena dikhianati.

Advertisement

Aku bahkan mulai merasa bahwa tak akan ada yang mampu mencintaiku dengan baik, sebaik aku mencintainya.
Tapi saat kau datang, ada hal berbeda yang aku rasakan.
Aku seperti menemukan seseorang yang mampu memahamiku,
aku seperti menemukan seseorang yang mampu membuatku ingin kembali percaya bahwa cinta itu memang ada.

Bahwa aku layak dicintai dengan sempurna.
Tuhan, bolehkah aku berharap sebanyak ini?
Aku takut semua ini akan menyakitiku lagi.

Aku tak ingin berpetualang lagi, sudah cukup dengan hadirmu di sini.

Kalau boleh aku jujur, aku sudah begitu lelah melewati fase menemukan cinta.
Perkenalan, basa basi, pendekatan, dan jika cocok akan memulai hubungan, ah aku bosan.
Tapi mau tidak mau setiap orang harus melewati semua fase itu, agar tak salah memilih kekasih hati.

Beberapa orang akan datang dan pergi dalam hidup, beberapa memberi arti dan banyak pula yang hanya pandai berjanji.
Dan setelah bertemu denganmu, aku ingin mengakhiri proses itu.

Aku merasa telah menemukan apa yang selama ini aku cari.
Aku berharap kau berbeda, dari dia yang dulu pernah aku cinta, yang berjanji selalu ada tapi tetap tak mampu setia.
Aku tak ingin berpetualang lagi, sudah cukup dengan hadirmu di sini.

Aku memang egois, apalagi perihal mencintaimu.

Bertemu denganmu seperti oase dalam gersangnya kisahku.
Aku seperti menemukan bahu yang selalu siap memelukku, aku seperti menemukan tangan yang akan selalu kugenggam.
Aku tak perlu pura-pura menutupi semua kekuranganku agar terlihat baik di depanmu, karena kau mampu menerima semua itu.
Aku tak perlu menyembunyikan semua lukaku di masa lalu, karena kau mampu menerima semua itu.

Jadi, sudah berapa banyak kalimat cinta ini aku tulis?
Sepertinya belum cukup untuk mengungkapkan semua rasaku yang menggebu.
Sepertinya aku benar-benar jatuh cinta, ah aku tak tau harus berbuat apa.

Aku ingin ada di sana, di setiap doa yang kau pinta.
Aku ingin ada di sana, di degup jantungmu selamanya.
Aku ingin ada di sana, di sampingmu saat kau membuka mata.
Aku ingin ada di sana, di setiap rindu yang kau punya.
Aku ingin ada di sana, bersamamu dan bahagia.

Aku memang egois, apalagi perihal mencintaimu.

Aku menyayangimu, tak apa jika kau tak menyayangiku juga.

Setidaknya aku telah berusaha mencintaimu apa adanya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya