Dikutip dari Kamus Besar Bahas Indonesia (KBBI). Penindasan atau perundungan atau perisakan (bahasa Inggris: bullying) adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan.

Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis, yaitu secara emosional, fisik, verbal, dan cyber. Budaya penindasan dapat berkembang di mana saja selagi terjadi interaksi antar manusia, dari mulai di sekolah, tempat kerja, rumah tangga, dan lingkungan.

Advertisement

Bullying. Hal ini sebenarnya sudah sering sekali terjadi di semua negara maju atau pun negara berkembang. Indonesia pun tak luput dari kasus bullying tersebut. Miris sekali ketika melihat anak-anak yang sedang menginjak masa remaja melakukan hal-hal yang sangat tidak dibenarkan seperti itu. Harusnya pada masa-masa tersebut mereka tengah menikmati indahnya berbagi suka dan duka dalam persahabatan. Tanpa harus memikirkan hal-hal yang sebetulnya tak perlu diperdebatkan atau bahkan sampai berujung pada kekerasan.

Tidak ada hal yang lebih indah kecuali saling mencintai, saling berbagi, saling memaafkan, dan saling mendoakan. Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan dan pasti punya kekurangan. Tak ada manusia yang sempurna.

Suatu saat ketika kamu mungkin saja bertemu dengan seseorang. Lalu, dia melakukan sesuatu hal yang tidak kamu sukai. Jangan terburu-buru mengatakan kekecewaanmu atau kamu langsung menyerangnya dengan hal-hal yang tidak baik yang pada akhirnya juga akan merugikan dirimu di kemudian hari. Tanyakan dulu pada orang-orang baik di dekatmu. Apakah sesuatu yang tidak kamu sukai itu, orang lain pun tidak suka. Atau hanya kamu sendiri yang merasakan ketidaksukaanmu itu.

Advertisement

Ketika kamu menyakiti seseorang. Entah itu secara fisik atau psikis. Luka yang kamu buat pada fisiknya bisa saja segera sembuh seperti sedia kala. Namun, hati dan jiwanya tidak akan pernah bisa kembali seperti saat sebelum kamu menyakitinya. Dan bahkan kamu akan menjadi sosok yang paling enggan dia sapa. Meski mungkin bibirnya telah memaafkan semua yang kamu lakukan padanya.

Hidup di dunia tidak selamanya berjalan mulus seperti yang kita duga. Ada kalanya kita berjalan di jalanan yang datar tanpa ada hambatan. Namun, ada kalanya juga hidup bagaikan jalanan turun naik yang terjal yang akan membuatmu merasakan roller coaster kehidupan untuk menjadi sosok kuat yang akan selalu tegar menghadapi lika-liku kehidupan.

Stop bullying! Berhenti untuk menganggap dirimu lebih baik dari pada orang lain. Kita semua sama di hadapan Allah. Yang membedakannya bukan harta, tahta, jabatan, atau pun kecantikan semata. Tapi akhlak dan amal yang kita kerjakan yang mampu membedakan kita dihadapan-Nya. Berdamailah dengan dirimu terlebih dahulu sebelum kamu berdamai dengan orang-orang disekitarmu. Hidupmu terlalu berharga jika hanya untuk kamu habiskan dengan hal yang tak berguna.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya