#HipweeDaebak-Cerita Awal Kesukaanku dengan K-Pop dan Juga K-Drama.

Mereka seperti obat benzodiazepin

Hai guys! Aku adalah seorang mahasiswi semester 7 dari salah satu universitas yang ada di Kalimantan Timur. Aku akan menceritakan secara singkat  bagaimana aku bisa terjerumus ke dunia per K-popan. Sejak aku masih duduk di bangku SD, aku sering ikut dengan kakak kelasku untuk nonton drama Korea. Saat itu memang sedang booming drakor di salah satu siaran TV. Setiap pulang sekolah aku selalu nonton drakor, sampai aku tidak mengganti pakaianku dan sering telat makan. Jadi ibuku sering memarahiku, beliau berkata "anak kecil tidak boleh nonton film orang dewasa!"

Advertisement

Sebenarnya aku paham alasan beliau berkata seperti itu, karena yang beliau tau drakor itu pasti ada adegan yang tidak seharusnya dilihat anak-anak (ciuman). Tapi aku tetap kekeh untuk nonton drakor sampai aku sering diam-diam pergi kerumah kakak kelasku untuk nonton drakor bersama. Tidak sulit bagi ibuku untuk mencariku ketika aku terlambat pulang kerumah, beliau segera mendatangiku kerumah kakak kelasku dan seperti biasa memarahiku pastinya. Hal itu berlanjut sampai aku akan melaksanakan Ujian Nasional, ibuku benar-benar menyuruhku untuk mengurangi bermain dan fokus untuk ujian. Yah, pada dasarnya aku memang anak yang bandel, kadang aku mencuri-curi waktu untuk nonton drakor di sela-sela waktu belajarku. Saat hari kelulusan tiba peringkatku menurun, aku sangat sedih mengetahui hal itu, dan tentunya orangtuaku kecewa padaku.



Aku masuk ke SMP yang berada dekat dengan rumahku, karena kegagalan yang ku alami sebelumnya, aku benar-benar menjauhkan diri dan mengunci diriku dari dunia per k-pop an. Teman-temanku sering berbincang mengenai idol grup yang lagi hangat diperbincangkan saat itu Super Junior. Sebenarnya aku ingin sekali ikut nimbrung pembicaraan mereka, tapi kalau sekali kamu tercebur akan susah bagimu untuk naik ke permukaan lagi.



***

Sekarang aku sudah kelas 12, aku bersekolah di SMA yang tidak terlalu jauh juga dari rumahku. Kehidupan SMA ku berlalu seperti kehidupan anak SMA pada umumnya. Bedanya godaan di SMA lebih banyak daripada di SMP. Rasanya aku selalu bersembunyi didalam cangkangku. Teman-temanku selalu membahas tentang drakor yang sedang booming. Sampai-sampai mereka kadang membawa laptop dan flashdisk untuk saling bertukar drakor. Kebetulan saat itu salah seorang temanku lupa membawa flashdisk dan dia berkata kepadaku untuk meminjam flashdisk hanya demi minta drakor pada salah satu temanku yang lain.

Advertisement

Karena aku itu orang yang susah menolak jadi aku pinjamkan saja flashdisk ku ke dia. Setelah 2 hari dia meminjam FDku, dia mengembalikannya kepadaku. Kebetulan guruku memberikan tugas yang mengharuskan untuk di print jadi aku memindahkan tugasku ke dalam FDku dan ternyata drakornya masih ada di dalamnya. Ah sial pikirku, aku kan jadi semakin tertarik untuk nonton. Aku benar-benar bingung harus gimana. Saat itu memang lagi hangat-hangat nya drakor Song-Song Couple Descendent of the Sun. 



Di selingan keseharianku aku iseng nonton 1 eps, ah semoga saja tidak keterusan,pikirku. Ternyata aku malah keterusan sampai hari-hari berikutnya. Aku merasa ibuku mulai menyadari tingkah anehku, jarang keluar kamar, telat makan dan bahkan telat sholat. Saat Ibuku masuk ke kamarku, beliau mendapatiku sedang menonton drakor DOTS dan beliau berkata "Nonton drama lagi, sudah dibilangin ga boleh nonton korea masih aja nonton". Dari situ aku berpikir  ”Aku kira karena sudah SMA sudah boleh nonton drakor, ternyata masih sama saja"

Advertisement



UN SMA telah berakhir dan pengumuman SNMPTN telah diumumkan. Aku berhasil masuk ke jurusan yang aku inginkan. Aku melihat ibuku menangis terharu. Karena jurusan yang aku ambil ini termasuk salah satu jurusan yang susah jadi saat kuliah pun aku hanya sibuk menjalani kehidupan ku sebagai mahasiswi kupu-kupu (kuliah pulang). Tidak ada waktu buat nonton bioskop, tidak ada waktu buat jalan-jalan apalagi nonton drakor. Setiap hari hanya kuliah, praktikum, tugas dan laporan. Kehidupan mahasiswi kupu-kupuku berlanjut hingga saat ini, puncaknya selama pandemi ini.

Sebelum ada berita lockdown, aku hanya menikmati masa pandemi di kos bersama teman-temanku, mereka juga mengajakku untuk nonton drakor Crash Landing on You bersama. Beberapa hari setelahnya aku kembali ke kampung halamanku, dirumah aku hanya berkutik dengan dunia perskripsianku, sampai salah satu acara Online Shop terbesar indonesia di televisi mencuri perhatianku. "Hebat banget marketplace ini, BA nya artis global". Yap benar BTS, saat interview BTS di acara WIB tokopedia, aku semakin tertarik dengan mereka.

Sebelumnya teman kuliahku juga sering membicarakan tentang BTS dan salah satu lagu BTS yang pernah ku dengarkan itu Boy with luv. Tetapi karena aku memang menyukai musik, jadi aku hanya mengagumi mereka sebagai penikmat musik. Tetapi hal itu berubah sejak acara itu, aku semakin tertarik dengan kepribadian mereka, keseharian mereka dan hal-hal yang sebelumnya tidak ingin ku ketahui, aku ingin mengetahui semuanya. Dari situ aku mulai bertanya-tanya dengan beberapa orang temanku yang termasuk ARMY, mereka merekomendasikanku untuk menonton beberapa variety show mereka dan itu membuatku bahagia setiap hari seperti healing untukku.

Bahkan aku melupakan dunia perskripsianku, bukan berarti tidak peduli hanya saja tingkat stres ku sedikit berkurang berkat keberadaan mereka. Awalnya aku ragu untuk kembali tercebur dalam dunia per kpopan, mengingat beberapa kejadian yang ada di masa lalu. Ibuku juga terkadang sering mendapatiku nonton drakor beberapa bulan terakhir ini, tapi sepertinya sekarang hatinya mulai luluh, bahkan terkadang kami nonton drakor bersama. Semakin sering melihat BTS, semakin aku kagum dengan mereka, rasanya tidak ada habis-habisnya untuk selalu memuji kegigihan dan kerja keras mereka.

Sekarang mereka semakin bersinar, dimana semakin terang sinarnya maka semakin gelap pula bayangannya hal itu seperti menggambarkan tentang hubungan BTS dengan ARMY. Terkadang jika aku merasa hal-hal berat menimpaku atau hal yang aku inginkan tidak berjalan dengan baik, aku biasa mendengarkan lagu "make it right" dari BTS, entah kenapa setiap mendengarkan lagu itu walaupun awalnya menangis tersedu-sedu sampai tak lagi bisa berkata-kata, setelahnya aku merasakan hal baik akan datang kepadaku. Setiap kali aku merasa insecure pun aku selalu mendengarkan lagu-lagu dari BTS yang seperti makanan sehari-hariku sekarang.

Lagu-lagu mereka yang membuatku semakin berusaha untuk selalu mencintai diriku sendiri karena pada dasarnya insecure itu terjadi karena kita yang terlalu banyak membandingkan diri kita dengan diri orang lain. Penggemar BTS pasti paham apa yang aku maksud, kehidupanku setelah mengenal BTS itu layaknya lagu baru mereka seperti DYNAMITE yang menerobos masuk ke dalam hidupku tanpa izin.



Aku bukan seorang penulis yang baik tapi aku harap pembaca mengerti apa yang aku sampaikan dalam tulisanku ini

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE