Aku yang selalu bersembunyi di balik bayang semu. Aku yang selalu merindukanmu, menantimu dalam bunga tidurku. Aku yang hanya berharap, bahwa hati ini tak salah memilih, bahwa engkau juga sepertiku. Aku tangguh, aku kuat, sendirian jatuh cinta selama ini. Kamu yang selalu sama, mempesona selalu, selalu indah untuk ku miliki. Sendirian. Aku hanya berkawan bayang imajinasi tentangmu. Aku rakyat jelata dan kau pemain utamanya. Kenapa kisah cinta tak seperti langit sore yang anggun? atau seperti langit biru di musim semi? Mengapa kisah cintaku gelap? segelap malam pekat. Dingin.

Kau yang indah, berdampingan dengannya, sedang aku di sini, gagal melupakanmu. Aku yang memujamu dan dia yang memilikimu. Aku yang merindukanmu dan dia yang memelukkmu. Perkara hati memang selalu menyiksa diri. Mengapa harus bersusah-susah memilih yang tak mungkin? Kata pujangga cinta itu sederhana, tapi bagiku rumit tak terkira. Kata mereka cinta itu ikhlas, ikhlas macam apa bila melihat pujaan bersanding dengan yang lain? Aku yang bertahun-tahun hanya menatapmu dari jauh, mengenalmu lewat deretan puisi-puisimu, asal kau tahu tak hanya dirimu, aku juga jatuh cinta pada puisimu. Lucu memang, jatuh cinta padamu. Aku pengagum rahasiamu yang tangguh, menjaga cinta ini sendrian, hingga akhirnya kau bersanding dengan orang.

Advertisement

Tahukah kamu? menatapmu tanpa memilikimu setiap hari itu cukup menyenangkan, berdiri dan menatap punggungmu saat kau berjalan melewati rumahku adalah hal romantis yang paling aku sukai, melebihi dongeng tentang pangeran dan putri. Aku tahu kau lelaki baik yang pantas memilki pengagum tangguh sepertiku. Maafkan aku yang mungkin berharap kau tahu isi hatiku. Secara sadar aku tahu bahwa kau tak mungkin membalas rasaku.

Pujaan yang selalu di hati, melalui tulisan ini aku bertanya apakah mungkin kau mengaharap hadirku ini saat kau telah memilki ia di hatimu? Apakah kau akan memaafkanku yang terlambat menyatakan rasaku? Aku terlalu tangguh jatuh cinta sendirian, aku terlalu kuat berteman dengan bayangmu saja. Hingga aku terlambat menyadari bahwa aku tak bisa keluar dari rasa ini, tak bisa keluar dari dunia dengan bayang-banyangmu. Kesalahku, aku menyimpan namamu di hatiku. Mencintaimu tanpa memberitahumu. Mencintaimu dalam imajinasiku. Semoga dengan ini, perasaanku tak sekacau kemarin, sekacau ketika ku tahu kau bersamanya, bersama dirinya. Semoga . . .

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya