Dengan Saling Menghargai dan Mengerti, Maka Kesetiaan Itu Bukanlah Hal yang Sulit

Seringkali, kita hanya tak tahu cara menjaga hati seseorang. Bukannya tak mampu, tetapi karena tak mampu menhargai diri sendiri terlebih dulu.

Tak ada satu pun manusia yang ingin dikhianati. Semua dari kita pasti mendambakan ketulusan dan kesetiaan. Mungkin, kita terlalu banyak menuntut dari seseorang agar membuat kita merasa utuh, nyaman, dan dihargai. Tak ada yang salah dengan statement di atas, tetapi ada satu hal yang perlu dijunjung tinggi, sayangi dan hargailah dirimu terlebih dulu. Jika dirimu sendiri tak mampu menerima segala kurang dan lemah yang ada di dalam dirimu, maka siapa lagi? Jika kamu mengabaikan jiwa, hati, dan pikiranmu hingga tersiksa, maka tak ada satu pun yang dapat bertanggung jawab selain dirimu.

Advertisement

Semua selalu berawal dari diri kita sendiri. Jika selalu terpaku akan validasi dari seseorang, maka kamu sulit untuk menghargai diri sendiri seapa-adanya. Jika lalai, maka mereka dengan seenaknya masuk ke dalam kehidupanmu. Menjadi setia bukanlah berlaku saat kamu mempunya pasangan, tetapi semua dimulai dari dirimu. Bagaimana kamu menjaga diri di masa penantianmu? Setia melakukan hal-hal yang baik dan benar untuk meningkatkan kualitas diri dan tetap setia berpegang pada prinsip yang sudah kamu tentukan. Tak perlu turunkan standarmu, tetaplah berpegang teguh padanya.

Jika sudah mampu menerima diri, kamu bangga akan proses yang ada, pencapaianmu, your healing journey, maka yakinlah kamu pasti akan lebih mampu menghargai seseorang yang akan menjadi pendampingmu kelak. Tak hanya itu, kamu pun tahu bagaimana menghargai keberadaan orang-orang terdekatmu dengan baik. Kamu takkan pernah menyia-nyiakan mereka dan kamu pasti akan berusaha untuk menjaga semua yang sudah Tuhan berikan. 

Ya, memang benar adanya, kesetiaan itu diciptakan dari gambar diri yang sudah pulih akan segala masa lalu, yang tidak mementingkan ego hanya untuk kepuasaan sendiri, ia tahu bahwa tanggung jawabnya adalah dengan menjaga perasaan orang lain. Sejatinya, kita tak pernah tahu seberapa keras usaha seseorang dalam perjalanan memulihkan dirinya hingga bangkit kembali. Maka dari itu, investasi berharga memang selalu dari diri kita sendiri. 

Advertisement

Ingatlah bahwa setiap hati manusia itu mudah rapuh dan tak ada cara yang instan untuk menyembuhkannya. Jika memang tak mampu menjaga, maka tak perlu bermain hati atau hanya sekadar berkunjung dan kemudian pergi. Jika memang tak sanggup setia, maka tak perlu gegabah untuk menjalin sebuah hubungan. Kesetiaan pun memerlukan komitmen dan janji di hadapan Sang Pencipta, sadar bahwa diri-Nya pun menjunjung tinggi kesetiaan. Menjaga pandangan memang sangat penting, karena kita tak pernah tahu bahwa pandangan dapat menutup pintu ketulusan hati.

Kesetiaan bukanlah untuk mereka yang tergila-gila bermain hati. Jika memang masih ingin bebas, tak mampu menjaga pandangan, hati masih ragu, dan tak paham tentang komitmen, maka biarkan dirimu berjalan bebas dan tak perlu singgah ke banyak hati. Tak perlu merendahkan harga dirimu sendiri dengan persinggahanmu yang sementara.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Friska Riani, sangat senang dipanggil dengan nama pena Riri. Si introvert yang punya hobi melukis, menulis, membaca, deep talk, dan travelling. Saat ini menjadi wiraswasta dan memiliki Youtube Channel bernama MARKIROL, wadah untuk berbagi kisah dan pengalaman hidup. Sudah pernah tergabung dalam dunia kepenulisan di 30Days Writing Challenge Jilid 26 dan salah satu tulisannya masuk dalam sebuah buku yang berjudul "Catatan Kenangan Para Pejuang". Selamat menikmati...

CLOSE