Hai, orang yang pernah mengisi hidupku dengan penuh cinta dan kegembiraan.

Apa kabar? Aku ingin kau tahu, keadaanku tidak baik sekarang. Semenjak kau memutuskan hubungan ini dengan alasan yang sangatlah sepele.

Advertisement

Aku tahu kau sudah mulai bosan denganku. Aku tahu, menjalani hubungan ini sulit karena kita berada di daerah yang berbeda dan sangat sulit untuk bertemu. Dengan bodohnya pun aku hanya bisa menerima kemauanmu dan mulai menjalani hariku yang kosong tanpa dirimu.

Banyak sekali yang kulalui, ketidakadiranmu terkadang membuatku putus asa. Bahkan dukungan keluarga dan sahabat pun terasa masih kurang.

Aku sangat merindukan hangatnya tanganmu ketika kita berpegangantangan lalu sedikit mengayunkannya. Tatapan teduhmu itu sangat menyihirku. Aku terlalu bodoh untuk berpikir bahwa ini akan berlangsung selamanya.

Advertisement

6 tahun sudah kulalui, dan banyak yang mendekatiku.. dan apa kau tahu? aku menolak mereka semua. Aku melakukan itu karena aku ingin kembali denganmu. menjalani hari yang indah bersamamu.

Tuhan itu Maha Adil. Kau pun datang kembali dalam hidupku. Ku lihat kau banyak sekali perubahan. Suaramu yang dulunya terdengar imut, sekarang sangat menggemaskan. Kau pun semakin tinggi dan gaya rambutmu pun cepak. ah, benar – benar membuatku terpana. dan dengan bodohnya pun aku kembali mencintaimu.

Aku seperti terbius pada setiap kata – kata manismu. membuatku semakin berharap padamu lagi.

Kau selalu menelepon ku setiap malam.Kau selalu bercerita tentang kehidupanmu. dan aku pun juga selalu mencurahkan apa yang ada didalam hati dan pikiranku. Aku selalu tertawa pada candaanmu yang terkadang terkesan garing. Dan aku merasa hari ku kembali cerah dan berwarna.

Aku berpikir, tidak ada salahnya berteman kembali dengan mantan. walaupun dia yang pernah menyakitimu. Tidak apa – apa..

Tanpa ku sadari, hari yang cerah dan berwarna itu perlahan – lahan semakin pudar. Kau pun jarang menghubungiku lagi. Aku bertanya apa sebabnya, kau pun diam dan membiarkanku. Kau mulai tidak peduli denganku lagi. Apa salahku?

Aku pun akhirnya menyadari, selama ini aku bagaikan orang bodoh untukmu. aku sabar menghadapimu dan mengamsumsi bahwa semua ini salahku.

aku memang bodoh untuk jatuh cinta padamu

Sampai sekarang, aku masih terus menunggumu, 6 tahun tidaklah mudah untuk menunggu seseorang. aku harap kau tahu dan sadar itu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya