Hampir setiap pulau besar di Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, dan Papua terdapat satwa-satwa yang saat ini sangat dijaga populasinya agar anak cucu bangsa ini tetap bisa menikmati indahnya satwa langka Indonesia di masa mendatang. Harimau, Orang Utan, Anoa, Cendrawasih, Komodo adalah sebagian satwa endemik Indonesia yang membuat dunia kagum dengan keindahannya.

Bahkan, organisasi perlindungan satwa dan fauna dunia WWF atau World Wide Fund, juga mendukung usaha pelestarian dan perlindungan populasi satwa-satwa langka di Indonesia dengan mengirimkan peneliti hingga dokter hewan luar negeri yang tergabung dalam organisasi ini untuk melakukan pencatatan populasi, penyelamatan satwa dengan bantuan medis, hingga melakukan penelitian dengan tujuan penemuan spesies baru yang mungkin belum ditemukan di Indonesia dan diketahui dunia.

Advertisement

Orang Utan, adalah salah satu satwa langka dan juga ikonik bagi Indonesia, karena memang satwa ini adalah endemik asli dari pulau Kalimantan dan Sumatera dengan nama latin Pongo . Secara bentuk fisik, Orang Utan menyerupai spesies Gorilla, namun dalam ukuran yang lebih kecil dan mempunyai daging di bagian pipi yang lebih lebar. Orang Utan sendiri juga tergolong lebih jinak jika dibandingkan dengan Gorilla yang lebih mempunyai sifat agresif ketika bertemu dengan manusia. Secara anatomi bentuk tubuh, Orang Utan memiliki lengan yang lebih panjang sesuai fungsinya untuk menjangkau dahan pohon ketika melompat, dan ciri khas bulu coklat kemerahan yang dimiliki oleh Orang Utan.

Baru-baru ini, ditemukan sebuah spesies Orang Utan baru yang ada daerah Tapanuli, Sumatera. Kabarnya, spesies baru Orang Utan Indonesia ini ditemukan di dalam hutan, daratan tinggi Sumatera Utara. Menurut salah seorang tim peneliti satwa internasional dari Univesity of Zurich, Prof. Michael Kruetzen, Perbedaan yang signifikan dari spesies Orang Utan di Tapanuli ini mempunyai bentuk tengkorak kepala dan gigi yang berbeda dan suara melengking panjang yang digunakan untuk memanggil kawanannya. Lanjutnya, jenis Orang Utan ini adalah salah satu jenis kera yang paling berbahaya dari satu familinya yaitu Gorilla, Simpanse dan Bonobos.

Spesies Orang Utan Tapanuli ini, menurut tim peneliti internasional yang dituliskan dalam The Journal Current Biology telah terisolasi dari dunia luar sekitar 10.000 hingga 20.000 tahun yang lalu. Dan sebenarnya spesies ini sudah pernah ditemukan pada tahun 1997, hanya saja tidak ada catatan penemuan dan penelitian lebih lanjut. Saat ini populasi mereka mengalami ancaman berupa pengurangan wilayah habitat mereka, yang dikarenakan pembukaan hutan untuk kebutuhan pembangunan akses jalan, penambangan, atau perkebunan kelapa sawit. Terlebih kawasan yang menjadi habitat Orang Utan Tapanuli ini sudah dibangun bendungan dan pembangkit listrik tenaga air.

Advertisement

Para tim peneliti internasional juga mengatakan, bahwa kelangsungan populasi Orang Utan Tapanuli bisa terancam punah dalam waktu dekat. jika mereka banyak kehilangan wilayah habitatnya di hutan Sumatera Utara. Lauren Sutherlin, seorang aktifis dari Rainforest Action Network mengatakan bahwa untuk menjaga kelestarian hutan beserta populasi satwa langka di Indonesia perlu adanya kesadaran dan kontrol terhadap produksi makanan dunia dan produk kertas bagi para investor dan pemerintah nasional maupun lokal.

Sumber : https://cbc.ca/m/touch/technology/story/1.4384791

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya