Tsunami yang meluluh lantahkan Banten dan sekitarnya pada bulan Desember lalu ternyata memberikan dampak ke daerah disekitarnya. Salah satu wilayah terkena dampaknya adalah Lampung Selatan. Seperti yang diceritakan oleh warga sekitar, beruntung karena banyaknya pulau yang ada di sekitar Lampung Selatan membuat gelombang yang datang tidak terlihat besar namun tetap saja warga tetap diungsikan dan para pria harus berjaga-jaga.

Dampak dari fenomena alam ini salah satunya adalah berkurangnya minat wisatawan untuk datang yang berimbas kepada pendapatan warga dari sektor pariwisata di Lampung Selatan. Contoh seperti wisata di Teluk Kiluan. Akibat dari bencana yang terjadi, lokasi wisata ini sepi dikunjungi wisatawan pada awal tahun ini dari Januari hingga Maret lalu. Memasuki bulan April ini wisatawan baru mulai kembali berdatangan. Sehingga kini warga sudah mulai kembali menerima wisatawan yang datang dan menikmati keindahan Teluk Kiluan.

Advertisement

Walaupun sempat terkena bencana alam, Teluk Kiluan tidak kehilangan pesonanya. Teluk Kiluan dikenal dengan lokasi konservasi dan habitat asli lumba-lumba tetap menjadi primadona wisata di sana. Wisatawan yang ke sini dapat menyewa kapal jukung warga untuk melihat lumba-lumba berkumpul dan berlompat bebas di laut lepas. 

Wisata lumba-lumba di kiluan memang sudah dikenal oleh para wisatawan. Selain lumba-lumba ada juga kini Gigi Hiu. Lokasinya yang hanya berjarak sekitar 30 menit perjalanan darat dari Teluk Kiluan membuat Gigi Hiu menjadi destinasi para wisatawan yang datang ke Teluk Kiluan atau yang sengaja datang untuk menuju gigi hiu, namun sepertinya akan membutuhkan waktu yang lebih lama bila akses jalan semakin rusak.

Gigi hiu merupakan objek wisata yang menyajikan tebing bebatuan tinggi yang tersusun rapi layaknya seperti gigi yang berjajar. Tebing bebatuan tinggi ini asli adanya dan bukan hasil karya manusia. Letaknya yang berada di dekat pantai membuat objek wisata ini mudah di akses oleh wisatawan walau perlu sedikit usaha untuk melihatnya.

Advertisement

Menuju objek wisata Gigi Hiu, para wisatawan harus menggunakan ojek, karena di bulan April 2019 ini akses yang dilewati terbilang ekstrim karena jalur yang telah dibangun hancur karena hujan dan tanah longsor yang kerap terjadi. Membutuhkan usaha lebih untuk sampai ke lokasi ini. Jadi setidaknya, jika ingin menuju ke lokasi ini harus membutuhkan waktu lebih dan tidak bisa terburu-buru dan juga pastikan cuaca bersahabat.

Menurut warga sekitar, jalur menuju Gigi Hiu sempat memiliki jalan beton yang mulus namun beberapa bulan terakhir diungkapkan jika jalanan tersebut tergerus oleh longsor dan hujan yang membuatnya rusak dan sedikit sulit dilalui. Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi objek tersebut disarankan untuk menyewa sebuah ojek motor dari warga lokal yang sudah mengenal jalur tersebut.

Biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp 200.000 (dua ratus ribu rupiah) untuk satu motor untuk satu orang. Harga yang pantas melihat jalur berat yang harus dilalui. Tidak perlu takut ditinggal karena ojek tersebut akan menemani dan mengantarkan wisatawan kembali ke Teluk Kiluan. Beberapa jalur masih dapat ditemui jalur beton yang masih bisa dilalui yang membuktikan penyataan warga sekitar. Ada juga jalur krikil yang masih mudah dilalui dan jalan rusak yang didominasi oleh tanah dan batu-batu besar yang lumayan membuat berpegangan dengan motor lebih kencang. Selama diperjalanan kalian akan disuguhkan oleh pemandangan alam dari ketinggian bukit dengan pemandangan teluk kiluan hingga hamparan pantai yang berada di sisi jalan. 

Sesampainya di Gigi Hiu, kalian akan melintasi pinggir pantai terlebih dahulu untuk bisa tiba tepat didepan jajaran tebing bebatuan tersebut. Berada dipantai dengan arus gelombang yang cukup besar membuat Pantai Gigi Hiu ini lumayan berbahaya untuk berenang. Selain gelombang ombak yang besar, wisatawan pun harus berhati-hati untuk bisa sampai ke jajaran tebing bebatuan Gigi Hiu karena kalian harus berjalan diantara batu-batu karang yang licin. Beberapa orang dapat menaiki tebing bebatuan tersebut. Walau terlihat sangat berbahaya karena tidak adanya alat bantu untuk menaiki tebing tersebut tapi harus diakui pemandangan hasil jepretan dari atas ini memang lebih instagramable.

Mencapai sebuah lokasi yang indah memang kadang membutuhakan perjuangan lebih. Gigi Hiu adalah contoh nyata objek wisata yang sangat bagus namun butuh ekstra tenaga untuk mencapai dan mendokumentasikannya. Lampung Selatan menyimpan banyak keindahan wisata yang patut diperhitungkan sebagai salah satu destinasi terbaik. 

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya