#HipweePuisi Ragu dan Sebuah Pena

menulis sebagai perenungan diri

Ragu

Advertisement

Sudah lama kita tak pernah jumpa

Sudah lama sejak aku menuliskanya

Dan sudah lama aku tidak menuliskanya kembali

Advertisement

Di buku kesayanganku

Dan mulai terlupakan

Advertisement

Hampir saja lupa perasaan apa yang kumiliki

Tapi mengapa aku memikirkan orang lain

Dari pada memikirkan diriku sendiri

Bagaimana mereka melewati semuanya?

Bagaimana dan bagaimana orang lain?

Lagi dan lagi

Seakan semua yang ku lakukan tidak tepat

Seakan membutuhkan pengakuan orang lain

Atas apa yang telah ku lalui

Apakah sudah tepat dan benar dilakukan

Berbohong jika saat ini 

Aku tidak memikirkanya

Aku tidak memperhatikanya

Aku tidak peduli kepadanya

 

Pena

Tanpa disadari

Aku terlalu menekan pena hitam ini

Bukankah aku bisa

Lebih menikmati genggaman pena cantik ini

Walaupun tidak sebagus tulisan orang lain

Aku senang saat ini

Masih bisa menuliskanya, lagi kembali

Saat ini

Aku tidak tahu apakah terlambat

Tapi waktu itu kupikir terlambat

Namun semua berbeda

Semua perlu waktu melalui ini

Semua orang juga sedang berjuang dan belajar

Melewati kehidupan mereka

Akupun begitu

Maka dari itu

Aku ingin mengigatkan 

Pada diriku

Jangan menghidar

Jangan bersembunyi

Tertawalah

Tersenyumlah

Menagislah

Terlukalah

Apapapu itu

Itu harus kita lewati dengan berani

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Hai perkenalkan aku biasa di panggil Salma dan saya seorang mahasiswi Aku ingin sedikit membagikan tulisanku di hipwee, aku ingin mencoba sesuatu yang baru, dan aku ingin berbagi untuk beberapa orang, kita makhluk sosial dan mungkin apa yang aku tulis akan membantu sebagian orang.

CLOSE