Dia yang selalu mengisi harimu dengan celoteh dan bahasa tubuhnya yang terkadang kau menutup mata. Mewarnai hari-harimu dengan tutur kata-katanya yang kadang membuatmu menutup telinga, bosanmu sudah melanda. Dia yang bekerja banting tulang, tak pandang walau terik menyapa, hujan pun tak dihiraukan untuk sesuap makan dan untukmu saja yang paling utama. 

Dia akan mengusahakan sesuatu yang kamu minta, walau beban berat ada dihati dan pikirannya, yang engkau terkadang tidak peduli dan tidak mengerti, bagaimana gali lubang dan tutup lubang adalah sesuatu yang menjadi caranya untuk bertahan dalam derasnya arus kebutuhan dunia. Dia yang menyebut namamu, di setiap doanya walau sikap dan tutur katamu terkadang menyakiti hatinya.

Advertisement

Dia yang selalu khwatir akan mu. Apabila kamu jauh, khwatir apa yang kamu makan. Tidak hanya itu, dimanapun kamu dan apapun yang kamu lakukan, Dia akan memohon perlindungan Allah untukmu, baru kemudian dirinya. Dia akan selalu menjagamu, doa-nya selalu menyertaimu. Harapan-harapan yang engkau katakan padanya, akan selalu dalam ingatannya dan dalam doanya. Harapanmu adalah semangat untuknya. Senyummu akan membayar peluh, keringat, dahaga, walau tidak sebanding dengan apa yang Dia lakukan untukmu. Dia akan selalu menginginkan yang terbaik untukmu. Dia mencintaimu dan bersyukur memilikimu. Siapakah Dia ?

Dia yang mengasihimu, bagaimana pun  kamu. Tempatmu mengadu di kala hidup tak seindah harapanmu. Engkau akan mengerti kasihnya seiring bertambah dewasanya kamu. Engkau akan lebih mengerti marahnya, nasehat dan cerewetnya, saat kamu sudah berada di posisinya. Dia yang tidak akan meminta materi atau hal lainnya darimu. Hanya melihatmu tumbuh dewasa, sehat dan bahagia cukup baginya.

Kesehatannya mulai menurun seiring bergulirnya waktu, seiring bertambahnya usia yang juga berkurangnya waktu di dunia. Dia yang memilih untuk tidak menceritakan kondisi kesehatannya padamu di kala kamu sudah sibuk dengan rutinitasmu. Dia yang akan memilih tidak mengeluh di saat kamu selalu berkeluh kesah dengan kehidupanmu. Begitulah Dia yang tidak ingin menambah pikiranmu. 

Advertisement

Hei kamu!

Saatnya kamu memberikan yang terbaik padanya dengan perhatian-perhatian sederhana. Sudahkah kamu menanyakan kabarnya? Kegiatannya? Kesehatannya?  Sudahkah kamu yang menjadi pendengar keluh kesahnya? Dia yang sedang menunggu kehadiranmu dan sedikit waktumu, untuk bercengkrama, bercerita di hari tuanya.

Dia adalah IBU.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya