Ini Tentang Kali Kedua yang Tak Pernah Jadi. Hanya Mengulang Cerita yang Berakhir Sama

Sempat bersama untuk beberapa waktu, tetapi takdir selalu berkata lain.

Bertemu dalam ruang dan waktu yang tak terduga. Hanya sebatas teman dan tak lebih. Tak ada ingin dan harapan berlebih saat pertama kali jumpa dirinya. Sudut sekolah dan putih abu-abu adalah simbol kami berdua. Jika saat dulu kami merajut sebuah kisah, biarkan kini hanya kenangan yang dapat diceritakan kembali.

Advertisement

Berawal biasa saja dan saling jumpa yang awalnya tak terlalu sering. Semakin lama, intensitas jumpa dan berkirim pesan pun sudah semakin sering. Ada rasa yang tak biasa, mungkin saat itu berpikir bahwa kami saling jatuh hati. Padahal, kami hanya saling mengisi kekosongan satu dengan lainnya.

Setiap kisah selalu indah di awal, mungkin dapat berakhir indah pula, tapi tidak dengan kami berdua. Terlalu terburu-buru membuat kami tak siap menghadapi badai yang datang menghampiri. Ya, rasa bosan yang semakin berkecamuk di dalam dada hingga membuat kami saling mundur perlahan. Ketidaksiapan hati membuat kami saling melukai. Tak ada rasa percaya dan sikap dewasa membuat semua kandas di tengah jalan.

Terlalu berharap pada manusia juga tak baik. Karena sejatinya, tak ada satu pun manusia yang dapat mengisi kekosongan hati. Hanya saja, saat kita sudah penuh, maka kita tak lagi bergantung pada seseorang bahkan orang lain. Tak mau menjadi toxic karena hanya dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Advertisement

Singkat cerita, kelulusan SMA pun tiba, saling merayakan satu dengan lainnya. Semua ramai merayakan, tapi hanya satu yang berbeda, kami sudah tak saling sapa. Menjadi sosok yang dingin dan seolah tak pernah kenal. Lalu, aku memutuskan untuk pergi ke luar kota dan meninggalkan kota kelahiran tercinta.

Kami pun hilang kontak dan tak saling sapa di media sosial mana pun. Bayangnya pun sudah tak lagi menghampiri. Semua sudah berlalu begitu saja. Awalnya memang tak biasa, tetapi semakin terbiasa. Setelah sekian lama mengejar segala impian dan rasa ambisius diri ini untuk belajar akan hal baru, membuatku semakin mengerti bahwa kisah yang lalu mengajarkanku untuk lebih sabar dan tak mau lagi hadir dalam kehidupan seseorang karena hanya rasa sepi.

Advertisement

Delapan tahun berlalu, saat tak pernah saling sapa, kami pun dipertemukan kembali. Semua sudah tak sama dan pasti sangat berbeda. Hanya flashback kisah masa lalu, semakin lama intensitas jumpa dan berkirim pesan pun semakin tak normal, lagi. Apakah semua akan terulang kembali? Ya.

Ingin saling memperbaiki, tetapi justru saling melukai. Lagi dan lagi kami hadir saat merasa sepi dan mencari seseorang hanya untuk mengisi kekosongan. Cerita yang sama terulang lagi hingga dua kali.

Pada akhirnya, segala sesuatu yang dipaksakan takkan pernah berakhir indah. Mengulang cerita yang berakhir sama.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Friska Riani, sangat senang dipanggil dengan nama pena Riri. Si introvert yang punya hobi melukis, menulis, membaca, deep talk, dan travelling. Saat ini menjadi wiraswasta dan memiliki Youtube Channel bernama MARKIROL, wadah untuk berbagi kisah dan pengalaman hidup. Sudah pernah tergabung dalam dunia kepenulisan di 30Days Writing Challenge Jilid 26 dan salah satu tulisannya masuk dalam sebuah buku yang berjudul "Catatan Kenangan Para Pejuang". Selamat menikmati...

CLOSE