Alasan Sahih Kenapa Korban Kekerasan Seksual Tidak Melawan. Jangan Keburu Nge-judge, Dengarkan Saja Ceritanya

alasan korban kekerasan seksual tidak melawan

Pelecehan seksual merupakan segala sesuatu tindakan seksual yang tidak diinginkan, termasuk permintaan untuk melakukan seks, dan perilaku lainnya yang secara verbal ataupun fisik merujuk pada seks. Pelecehan seksual bisa terjadi di mana saja baik di tempat umum seperti, bis, sekolah, tempat kerja, bahkan di tempat pribadi seperti rumah kita sendiri. Secara umum wanita sering menjadi korban pelecehan seksual, tetapi tidak menutup kemungkinan laki-laki untuk menjadi korbannya. Pelakunya juga tidak selalu berlawanan jenis, bisa juga yang berjenis kelamin yang sama.

Bentuk-bentuk pelecehan seksual pun beragam, dapat berupa pelecehan verbal, non-verbal, atau fisik seperti, rayuan, penghinaan bernada seksual, menunjukkan gambar-gambar seksual secara eksplisit, serta gerakan seksual yang tidak diinginkan seperti, menyentuh, mencubit, memeluk, menatap atau melirik. Lalu pernahkan kalian bertanya, kenapa korban pelecehan seksual tidak melawan, tidak berteriak, atau bahkan kabur?

Hal tersebut bisa terjadi karena adanya tonic immobility atau reaksi biologis. Keadaan tersebut merupakan kelumpuhan yang tidak disengaja dan di luar kendali, di mana seseorang tidak dapat bergerak atau dalam banyak kasus juga tidak dapat berbicara. Keadaan lumpuh sementara ini kadang sering disalahartikan sebagai, “korban mengizinkan adanya perilaku seks dari si pelaku”. Padahal itu tidaklah benar, sesungguhnya korban sangat tidak berdaya sehingga ia kehilangan kendali atas tubuhnya dan membuatnya tidak bisa bergerak. Biasanya, reaksi yang tidak disengaja ini terjadi karena ketakutan yang luar biasa.

Korban pelecehan yang mengalami kelumpuhan sementara ini berpotensi lebih besar untuk mengidap depresi akut atau Post-Traumatic Stress Disoder (PTSD). Karena banyak korban yang tidak menyadari bahwa reaksi ini adalah reaksi yang alami dan spontan, sehingga penyalahan diri sendiri menjadi hal yang tidak terhindarkan. Mereka lebih enggan melapor kepada pihak berwajib karena kemungkinan besar mereka akan dicerca dengan pertanyaan seperti “Kenapa Anda tidak melawan?”, “Kenapa Anda tidak melarikan diri?”, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang memojokkan korban pelecehan.

Maka dari itu, stigma dan upaya menyalahkan korban masih terus berlanjut dan menjadi hal yang dianggap lumrah oleh sebagian masyarakat. Seharusnya kita sebagai orang terdekat ataupun masyarakat membantu korban untuk bangkit agar korban tidak terlalu berlarut-larut dalam keterpurukannya. Kita harus mendengar dan percaya terhadap korban karena mengungkapkan hal yang telah dialaminya bukanlah suatu hal yang mudah.

Kita juga tidak boleh menyudutkan korban, dengan memaksa korban untuk menceritakan secara detail tentang kejadian tersebut. Sebaliknya, kita harus mendukung korban. Jangan memaksakan untuk melapor jika itu membuat korban tidak nyaman, lebih baik kita bisa menjadi teman yang mendukung sekaligus mendengarkan ceritanya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

une femme libre