Akhir-akhir ini sepertinya kita seringkali mendapatkan iklan, bujuk rayu, dan peringatan agar kita menikah muda. Ditambah dengan fenomena banyaknya artis yang menikah muda dan terlihat bahagia, hasrat untuk segera menikah semakin membuncah di dada.

Padahal untuk menikah, banyak hal yang harus ditimbang-timbang. Karena bisa jadi apa yang hari ini sedang kamu anggap lucu malah akan menjadi super menyebalkan nanti. Bisa jadi apa yang kau prediksi akan menjadi seru, malah nantinya jadi membosankan.

Advertisement

Begitupun saat kamu beranggapan bahwa apa yang sedang kamu hadapi adalah bebanm barangkali setelah menikah segalanya akan terasa menyenangkan. Lalu segala hal yang kamu anggap menakutkan, mungkin saja setelah menikan akan menjadi kesempatan yang tak ingin kamu lewatkan.

Jadi ladies sebelum nanti ada cincin yang melingkar di jemarimu, aku ingin mengajak untuk sebentar saja merenung untuk mempertimbangkan segala kemungkinan. Karena kamu tentu tahu bahwa segala hal yang biasa kamu toleransi saat sedang berpacaran, akan menjadi sebuah permasalahan jika sudah tinggal seatap.


Iya kalau dulu masih pacaran, saat marah kamu bisa bebas mendiamkannya seharian. Tapi kalau sudah menikah?

Advertisement

Mau kamu sedang marah atau kecewa, kamu harus bisa menjadi istri yang baik dan setia melayani sang suami.


Beradaptasi setelah pernikahan itu tidak mudah. Sungguh betapa banyak bagian cerita menyesakkan dalam pernikahan yang memang sengaja tidak dijabarkan oleh mereka. Karena segala hal yang kamu kenal saat pacaran, akan menjadi berbeda jika sudah hidup bersama.

Mungkin kamu akan berpikiran aku seperti sedang menakut-nakuti. Tapi ladies kamu juga harus sadar informasi. Betapa banyaknya angka perceraian di negara ini. Segala cerita indah pernikahan yang sengaja dibeberkan itu tak diiringi dengan informasi hitam seputar kehidupan berumah tangga. Padahal harusnya setiap orang mendapat hak untuk mengetahui baik buruknya karena menikah adalah persoalan seumur hidup.


Jadi ladies dengarkanlah..

Jika di masa pacaran saja kamu tidak bisa hidup untuk saling membahagiakan, kenapa menikah harus dipaksakan?


Kamu juga tentu seringkali mendengar bijak berkata, menikah bukan soal kecepatan tapi tentang ketepatan dan ketetapan. Biarkanlah mereka menggoda dengan cerita bahagia rumah tangganya. Tapi kamu harus tetap teguh pada keyakinanmu. Apalagi jika kamu masih punya tanggung jawab menyelesaikan studi kuliah. Oh dears, percaya deh ngerjakan skripsi sambil momong suami itu tak pernah enak.

Jadi mulai kini mari saling mengintropeksi diri. Jangan-jangan kamu hanya terbujuk rayu agar segera menikah, padahal kamu tahu masih banyak tanggung jawab yang harus diselesaikan. Menikahlah jika kamu sudah siap, jangan menikah karena butuh pelampiasan atau mengikuti tren semata. Ini hidupmu, jangan terlalu sering menuruti kata orang untuk kehidupanmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya